Universitas Teknokrat Indonesia Jalin Kerjasama dengan Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Lampung Kementerian Pertanian (Kementan)

Universitas Teknokrat Indonesia bekerja sama dengan Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Lampung Kementerian Pertanian (Kementan).

Kunjungan dan penandatanganan nota kesepahaman itu adalah langkah awal dalam proses kerja sama yang akan berlangsung.

Baca juga : Nasrullah Yusuf Ikuti Temu Tahunan Forum Rektor Indonesia, Bincang-Foto Presiden Jokowi

Kegiatan pada Selasa (16/1/2024) tersebut dihadiri oleh Kepala BSIP Kementan, Dr. Rachman Jaya, S.Pi., M.Si. didampingi oleh staf dan jajarannya. Dari pihak Teknokrat, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Umum Dr. Ryan Randy Suryono, M.Kom. didampingi oleh Ketua CoE UTI, Elka Pranita, M.T, ⁠Ketua Divisi CoE Smart Agriculture Setyawati, M.Cs., Samsugi, M.Kom, Aditia Yudhistira, M.Kom, dan Wulan Rezky Amalya, M.Ak.

Dr. Rachman Jaya, S.Pi., M.Si. menyampaikan, tujuan BSIP menggandeng Universitas Teknokrat Indonesia adalah untuk melakukan riset teknologi di bidang pertanian, seperti alat irigasi tetes, penyiraman dengan drone autonomus, dan lainnya. Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia juga dapat melakukan magang dan PKL di BSIP Lampung.

Dalam kunjungannya, Tim BSIP diajak berkeliling mengunjungi laboratorium riset yang ada di Universitas Teknokrat Indonesia seperti Pusat Unggulan Smart Agriculture, Pusat Unggulan Robotika dan Otomasi, Pusat Unggulan Software Development, Pusat Unggulan Energi Baru Terbarukan, serta Pusat Unggulan Sipil dan Teknik Lingkungan.

Baca juga : Alasan Kamu Harus Kuliah di Universitas Teknokrat Indonesia

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H Mahathir Muhammad, SE., MM. menyambut baik kunjungan dan kerja sama BSIP Lampung dalam bidang riset.

“Universitas Teknokrat Indonesia berkomitmen untuk terus meningkatkan riset di bidang teknologi, juga dengan adanya Pusat Unggulan Teknologi, Teknokrat siap menjadi tempat dan menjadi rujukan masyarakat untuk mencari wawasan dan ilmu pengetahuan bidang kemajuan IT, bahasa, dan manajemen bisnis,” ujar Mahathir.