PENDAFTARAN

LUAR BIASA !! Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia Perkuat Pembelajaran Pembangkit Tenaga Listrik melalui Kunjungan ke PLTA Batutegi

Bandar Lampung – Program Studi Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia kembali memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman melalui kunjungan lapangan mahasiswa ke Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batutegi, Jumat (7/8/2026).Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran mata kuliah Pembangkit Tenaga Listrik sekaligus upaya memperluas wawasan mahasiswa mengenai penerapan sistem pembangkitan energi secara langsung di lingkungan industri.

Baca Juga: MEMBANGGAKAN !! Magister Ilmu Komputer Universitas Teknokrat Indonesia Raih Akreditasi UNGGUL, Tegaskan Kualitas Pendidikan Teknologi Berstandar Tinggi

Sebanyak 10 mahasiswa Program Studi Teknik Elektro mengikuti kegiatan tersebut dengan didampingi Ketua Program Studi Teknik Elektro Elka Pranita, S.Pd., M.T., serta dua dosen, yakni M. Anwar Sadat Faidar, M.T. dan Fika Trisnawati, M.T.

Disambut Pengelola PLTA Batutegi

Rombongan Universitas Teknokrat Indonesia mendapat sambutan dari staf dan operator PLTA Batutegi. Perwakilan pengelola, Solekan, S.T., turut mendampingi mahasiswa sekaligus memberikan arahan selama kegiatan berlangsung.

Solekan mengapresiasi kunjungan akademik tersebut dan mendorong mahasiswa memanfaatkan kesempatan untuk memperoleh pengetahuan secara langsung dari lingkungan pembangkit.

“Kami sangat mengapresiasi kedatangan mahasiswa ke Bendungan Batutegi. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari apa yang dilihat dan dipelajari di sini. Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat bermanfaat, tidak hanya untuk pengembangan diri mahasiswa, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang lebih luas,” ujar Solekan.

Menurutnya, pengalaman belajar langsung di lapangan dapat memberikan perspektif yang berbeda dibandingkan pembelajaran yang hanya dilakukan melalui teori di ruang kelas.

Pelajari Sistem Pembangkit dari Turbin hingga Proteksi

Selama kunjungan, mahasiswa memperoleh kesempatan mempelajari berbagai komponen dan mekanisme dalam sistem pembangkitan listrik tenaga air.

Materi yang diberikan mencakup pemanfaatan energi air, sistem turbin, generator, sistem kelistrikan, kontrol, monitoring, hingga sistem proteksi yang digunakan untuk menjaga keamanan dan keandalan operasi pembangkit.

Mahasiswa juga mendapatkan pemahaman mengenai proses konversi energi. Energi potensial dan aliran air dimanfaatkan untuk menghasilkan energi mekanik melalui turbin, kemudian energi mekanik tersebut dikonversikan menjadi energi listrik melalui generator.

Tidak hanya memahami proses utama pembangkitan, mahasiswa juga dikenalkan dengan berbagai sistem pendukung yang memiliki peran penting dalam menjaga kontinuitas, stabilitas, efisiensi, dan keamanan operasi pembangkit.

Hubungkan Teori di Kelas dengan Kondisi Nyata

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi, observasi fasilitas, diskusi, serta sesi tanya jawab.

Melalui observasi langsung, mahasiswa dapat menghubungkan berbagai konsep yang telah dipelajari dalam mata kuliah Pembangkit Tenaga Listrik dengan kondisi nyata sistem pembangkit di lapangan.

Ketua Program Studi Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia, Elka Pranita, S.Pd., M.T., mengatakan pembelajaran lapangan merupakan bagian penting dalam membangun pemahaman mahasiswa terhadap penerapan ilmu Teknik Elektro.

“Mahasiswa perlu memperoleh pengalaman secara langsung agar dapat memahami bagaimana konsep pembangkitan tenaga listrik yang dipelajari secara teoritis diterapkan dalam sistem yang sebenarnya. Kunjungan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat, mengamati, dan berdiskusi langsung mengenai sistem pembangkit,” ujarnya.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat memperkaya kompetensi mahasiswa sekaligus meningkatkan kesiapan mereka menghadapi dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.

Dukung Pembelajaran yang Aplikatif dan Berorientasi Industri

Kegiatan kunjungan lapangan tersebut juga mendapat dukungan dari Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Teknokrat Indonesia, Dr.Sc. Dedi Darwis, S.Kom., M.Kom., CDSP.

Menurutnya, pembelajaran yang mengintegrasikan teori dengan pengalaman lapangan menjadi bagian penting dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia industri.

“Kami terus mendorong proses pembelajaran yang tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi juga memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa. Kunjungan ke fasilitas pembangkit seperti PLTA Batutegi menjadi sarana penting untuk memperkenalkan mahasiswa pada lingkungan kerja sekaligus perkembangan teknologi energi,” kata Dedi.

Ia menilai pemahaman terhadap sistem energi dan teknologi pembangkit menjadi salah satu kompetensi yang penting bagi mahasiswa Teknik Elektro di tengah kebutuhan terhadap sumber energi yang semakin efisien dan berkelanjutan.

Baca Juga: Teknokrat Pamerkan Metaverse hingga AI Deteksi Sisa Makanan pada Hari Pengayoman ke-81 Kanwil Kementerian Hukum Lampung

Wakil Rektor: Pengalaman Lapangan Bentuk Kesiapan Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan pembelajaran lapangan tersebut.

Menurut Mahathir, kegiatan akademik yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa merupakan bagian dari strategi universitas dalam membangun lulusan yang adaptif, kompeten, dan memiliki kesiapan menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja.

“Kami sangat mendukung kegiatan pembelajaran yang membawa mahasiswa berinteraksi langsung dengan dunia industri dan lingkungan profesional. Pengalaman seperti ini membantu mahasiswa memahami bagaimana ilmu yang mereka pelajari dapat diterapkan untuk menyelesaikan persoalan nyata,” ujar Mahathir.

Ia menambahkan bahwa mahasiswa Teknik Elektro juga perlu memiliki wawasan mengenai perkembangan teknologi energi, termasuk pemanfaatan sumber energi terbarukan.

“Ke depan, kebutuhan terhadap tenaga profesional yang memahami teknologi energi akan semakin penting. Karena itu, mahasiswa harus dipersiapkan tidak hanya dengan kemampuan akademik, tetapi juga pengalaman, kemampuan beradaptasi, dan pemahaman terhadap perkembangan teknologi,” katanya.

Perkuat Wawasan Energi Terbarukan

Kunjungan ke PLTA Batutegi sekaligus memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai pemanfaatan energi terbarukan sebagai bagian dari sistem penyediaan energi listrik.

Pembangkit listrik tenaga air menjadi salah satu bentuk pemanfaatan sumber daya energi yang dapat mendukung upaya menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan. Pemahaman tersebut diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk semakin tertarik mengembangkan inovasi di bidang ketenagalistrikan dan energi.

Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami mekanisme kerja pembangkit, tetapi juga mampu melihat berbagai peluang pengembangan teknologi energi yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan.

Selaras dengan Komitmen terhadap SDGs

Pelaksanaan pembelajaran lapangan di PLTA Batutegi juga sejalan dengan komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran yang aplikatif dan berbasis pengalaman.

Kegiatan ini juga memiliki keterkaitan dengan SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau, melalui pengenalan kepada mahasiswa mengenai pemanfaatan energi air sebagai sumber energi terbarukan. Selain itu, penguatan kompetensi mahasiswa di bidang teknologi energi turut mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, khususnya dalam mendorong kesiapan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Bekal Kompetensi Menuju Dunia Profesional

Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai sistem pembangkit tenaga listrik, mulai dari proses konversi energi hingga sistem kontrol, monitoring, dan proteksi.

Pengalaman belajar di lapangan juga menjadi bagian dari upaya universitas membangun keterhubungan antara pendidikan tinggi dan dunia kerja.

Program Studi Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia berkomitmen untuk terus menghadirkan pembelajaran yang mengintegrasikan teori, praktik, pengalaman lapangan, teknologi, dan kebutuhan industri, sehingga mahasiswa memiliki kompetensi yang relevan serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam perkembangan teknologi ketenagalistrikan dan energi di masa mendatang.

Baca Juga: KAMPUS BERDAMPAK !! Dosen dan Mahasiswa Teknokrat Implementasikan Smart Pellet Maker Berbasis IoT, Tingkatkan Kemandirian Pembudidaya Ikan di Pesawaran Lampung