PENDAFTARAN

Mahasiswa Baru Teknokrat Perkuat Karakter dan Nilai Spiritual melalui Salat Jumat Bersama di Masjid Agung Al-Hijrah Lampung

Bandar Lampung – Memasuki fase baru sebagai mahasiswa, Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Kampus Berdampak Terbaik di Lampung, tidak hanya membekali mahasiswa dengan kompetensi akademik dan teknologi, tetapi juga memberikan perhatian terhadap pembentukan karakter, kedisiplinan, nilai spiritual, serta kepedulian sosial. Komitmen tersebut tercermin dalam keterlibatan mahasiswa baru Universitas Teknokrat Indonesia dalam pelaksanaan salat Jumat berjamaah di Masjid Al Hijrah, Lampung, Jumat (14/8/2026).

Baca Juga: KAMPUS BERDAMPAK !! Universitas Teknokrat Indonesia dan University of Northern Philippines Kolaborasi Perkuat Literasi AI dan Transformasi Digital Pendidikan

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun karakter mahasiswa sejak awal memasuki lingkungan perguruan tinggi. Salat Jumat tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas ibadah, tetapi juga menjadi momentum untuk menanamkan nilai kedisiplinan, kebersamaan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Salat Jumat Menjadi Bagian dari Pendidikan Karakter

Melalui kegiatan keagamaan tersebut, mahasiswa baru diperkenalkan pada lingkungan sosial dan keagamaan di sekitar kampus. Masjid Al Hijrah menjadi salah satu ruang yang mempertemukan aktivitas ibadah, pembinaan karakter, pendidikan moral, serta kehidupan sosial masyarakat.

Bagi mahasiswa yang baru memasuki dunia perguruan tinggi, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membangun keseimbangan antara kehidupan akademik dan pengembangan pribadi.

Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mampu mengikuti proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga diharapkan memiliki sikap disiplin, mampu berinteraksi dengan lingkungan, serta memahami pentingnya nilai-nilai moral dan kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.

Rektor Teknokrat: Pendidikan Harus Membentuk Manusia Secara Utuh

Kegiatan tersebut turut mendapat perhatian langsung dari Rektor Universitas Teknokrat Indonesia sekaligus Ketua Badan Pengelola Masjid Al Hijrah, Dr. H.M. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A.

Nasrullah menegaskan bahwa pembentukan karakter mahasiswa tidak dapat dilakukan hanya melalui proses pembelajaran akademik di dalam kelas. Menurutnya, perguruan tinggi harus menjadi lingkungan yang mampu mengembangkan mahasiswa secara menyeluruh, baik dari aspek intelektual, moral, spiritual, maupun sosial.

Perguruan tinggi, lanjutnya, tidak hanya memiliki tanggung jawab mencetak lulusan yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga membentuk sumber daya manusia yang memiliki integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.

“Kecerdasan tanpa karakter akan kehilangan arah. Sebaliknya, karakter yang kuat akan menjadi fondasi bagi mahasiswa untuk menggunakan ilmu dan teknologi secara bertanggung jawab,” kata Nasrullah.

Ia menambahkan, mahasiswa baru merupakan generasi yang akan memiliki peran penting dalam menentukan masa depan Indonesia. Karena itu, kemampuan akademik dan penguasaan teknologi harus berjalan beriringan dengan nilai moral, spiritual, dan kemanusiaan.

Nasrullah berharap mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan kompeten, tetapi tetap memiliki integritas serta mampu menggunakan ilmu yang diperoleh untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Membangun Kebersamaan di Tengah Keberagaman

Pelaksanaan salat Jumat bersama juga menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk membangun kebersamaan dengan sesama mahasiswa.

Mahasiswa yang berasal dari berbagai latar belakang dan program studi dapat bertemu dalam suasana yang sama sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Teknokrat Indonesia.

Kebersamaan tersebut menjadi salah satu modal penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang positif. Interaksi antarmahasiswa sejak awal perkuliahan diharapkan dapat menumbuhkan rasa saling menghargai, kepedulian, serta kemampuan bekerja sama.

Nilai-nilai tersebut juga menjadi bekal penting bagi mahasiswa ketika nantinya memasuki dunia profesional yang menuntut kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan adaptasi.

Baca Juga: KAMPUS BERDAMPAK !! Mahasiswa Terbaik Universitas Teknokrat Indonesia Ciptakan Smart Weather Station Berbasis IoT untuk Sistem Peringatan Dini Cuaca

Wakil Rektor: Karakter Menjadi Bekal Menghadapi Tantangan Global

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia menyampaikan bahwa pembentukan karakter dan penguatan nilai spiritual merupakan bagian penting dari proses pendidikan di perguruan tinggi.

Menurutnya, perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat mahasiswa tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknis. Generasi muda juga membutuhkan integritas, etika, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, serta tanggung jawab sosial.

“Kami ingin mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia tumbuh sebagai generasi yang memiliki keseimbangan antara kompetensi akademik, penguasaan teknologi, karakter, dan nilai kemanusiaan. Pembentukan karakter sejak awal perkuliahan menjadi bagian penting agar mahasiswa mampu menghadapi perubahan zaman dengan tetap memiliki prinsip dan integritas,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan keagamaan dan pembinaan karakter di lingkungan kampus diharapkan dapat menjadi bagian dari pengalaman mahasiswa selama menjalani pendidikan di Universitas Teknokrat Indonesia.

Relevan dengan Tantangan Era Digital dan Kecerdasan Artifisial

Penguatan karakter menjadi semakin penting di tengah perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), transformasi digital, serta persaingan global yang semakin dinamis.

Mahasiswa masa kini membutuhkan kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memiliki kemampuan membedakan penggunaan teknologi yang produktif, etis, dan bertanggung jawab.

Karena itu, pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul dalam kompetensi digital, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, etika, integritas, empati, dan tanggung jawab sosial.

Universitas Teknokrat Indonesia terus mendorong keseimbangan tersebut melalui lingkungan pendidikan yang mengintegrasikan pengembangan kompetensi akademik dengan pembentukan karakter mahasiswa.

Masjid Al Hijrah Menjadi Ruang Pembinaan dan Interaksi Sosial

Kehadiran mahasiswa baru di Masjid Al Hijrah juga memperkenalkan mereka pada salah satu pusat aktivitas keagamaan dan sosial di kawasan Kota Baru, Lampung.

Keberadaan masjid tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga dapat menjadi ruang interaksi yang mempertemukan sivitas akademika dan masyarakat dalam berbagai aktivitas positif.

Dalam konteks pendidikan mahasiswa, lingkungan tersebut memberikan pengalaman bahwa kehidupan perguruan tinggi tidak terpisah dari kehidupan sosial masyarakat.

Dengan demikian, pelaksanaan salat Jumat bersama menjadi bagian dari proses pengenalan mahasiswa terhadap nilai-nilai kebersamaan, spiritualitas, kepedulian, serta tanggung jawab sosial.

Mendukung SDGs melalui Pendidikan Berkarakter

Penguatan karakter dan nilai spiritual mahasiswa juga memiliki relevansi dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education atau Pendidikan Berkualitas.

Pendidikan berkualitas tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pengembangan peserta didik secara menyeluruh agar memiliki kompetensi, karakter, etika, dan kemampuan berkontribusi secara positif di masyarakat.

Kegiatan pembinaan karakter mahasiswa juga mendukung terbentuknya sumber daya manusia yang mampu menghadapi tantangan sosial, teknologi, dan ekonomi secara bertanggung jawab. Hal ini sejalan dengan semangat SDG 4 dalam membangun pendidikan yang inklusif, bermutu, dan mendukung pembelajaran sepanjang hayat.

Selain itu, penguatan nilai kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial turut memperkuat ekosistem masyarakat yang lebih harmonis dan berkelanjutan.

Menyiapkan Generasi Unggul yang Berintegritas

Melalui kegiatan salat Jumat bersama mahasiswa baru, Universitas Teknokrat Indonesia menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki kepribadian dan karakter yang kuat.

Pembentukan karakter sejak awal perjalanan akademik diharapkan menjadi fondasi bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri, membangun relasi positif, serta menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi secara bertanggung jawab.

Semangat tersebut terangkum dalam komitmen Universitas Teknokrat Indonesia untuk melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus berintegritas, berakhlak, disiplin, dan peduli terhadap masyarakat.

Dengan perpaduan antara kompetensi akademik, penguasaan teknologi, karakter, dan nilai kemanusiaan, mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia diharapkan mampu tumbuh menjadi calon pemimpin yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.

Baca Juga: MEMBANGGAKAN !! Mahasiswa KIP-Kuliah Universitas Teknokrat Indonesia Borong Lima Penghargaan di PIMKIPNAS 2026

#MahasiswaBerdampak
#MahasiswaTerbaikdiLampung
#KampusTerbaikdiLampung