Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Dinda Indah Jelita Bantu Pasarkan Si Bintang Buah di Lampung Half Marathon

Dinda Indah Jelita pada Ahad kemarin, 28 April 2024, mendapatkan satu lagi pengalaman berharga.

Ia membantu memasarkan produk aneka keripik pisang dan kudapan lain dari merek Si Bintang Buah.

Produk yang paling laris saat lapangan Korpri kompleks Pemerintah Provinsi Lampung ramai oleh pelari Lampung Half Marathon itu adalah keripik pisang muli.

Baca juga: Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Teknokrat Indonesia Raih Gelar Doktor peminatan bidang Akuntansi

Dinda memang sudah beberapa bulan membantu manajemen dan pembukuan serta pemasaran daring UMKM ini.

Dinda menjalani itu sebagai bagian dari program magang dan studi independen bersertifikat (MISB).

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Teknokrat Indonesia itu ditempatkan di Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung. Oleh Apindo, Dinda dan beberapa peserta dari kampus lain ditempatkan di UMKM Si Bintang Buah.

Baca juga: Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Magang Bersertifikat di Diskominfotiksan Pesawaran, Dapat Tugas Sesuai Keahlian

Tujuannya, membantu usaha itu agar makin berkembang.

Lantaran itu juga pada perhelatan Lampung Half Marathon Sabtu lalu, Dinda kebagian menjaga stan dan memasarkan semua produk unggulan Si Bintang Buah.

Sejak sebelum jam tujuh pagi Dinda sudah siaga di lokasi. Pengunjung jelas ramai karena dipadati mereka yang ikutan Lampung Half Marathon.

Baca juga: Universitas Teknokrat Indonesia Pelopor Transformasi Digital Generasi Muda

Dinda bersyukur, saat ia menjaga dengan teman-temannya, produk Si Bintang Buah lumayan laku.

“Rata-rata yang beli memang peserta Lampung Half Marathon itu,” ujar gadis cantik ini kepada wartalampung.id lewat pesan tertulis.

Baca juga: Prodi Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia Bootcamp Pendampingan Penulisan Skripsi

Dinda mengakui, keripik pusang muli memang menjadi produk yang paling diminati. Kata dia, dari beberapa perhelatan yang ia jalani, di mana saja tempat, produk keripik pisang muli ini yang best seller.

Menariknya, selama bazar di Lapangan Kopri itu, pembeli bisa dapat korting sebesar Rp5.000. Syaratnya, membayar dengan nontunai lewat platform Quick Response Code Indonesia Standard atau lazim disingkat QRIS.

Kata Dinda, Bank Indonesia memang sedang gencar untuk mengampanyekan pembayaran nontunai lewat QRIS.

Baca juga: Yongky Permana Putra Mahasiswa Teknokrat Indonesia Lolos MSIB Batch 6 di Detikcom

Di Indonesia, banyak aplikasi yang bisa digunakan sebagai dompet digital ini, seperti GoPay, Dana, dan lainnya.

“Jadi pas beli produk Si Bintang Buah ini dan bayarnya pakai QRIS, ada potongan harga Rp5.000,” lanjut Dinda yang baru saja menyelesaikan program pertukaran mahasiswa merdeka (PMM) inbound di Universitas Fajar, Sulawesi Selatan.

“Kalau bazar di sini sejak 24-29 Maret 2-24. Tapi Si Bintang Buah mulai sejak 27 April. Soalnya sebelum itu kami juga buka bazar di PT KAI,” tutup Dinda.