PENDAFTARAN

Universitas Teknokrat Indonesia Pamerkan Inovasi Digital dan Kreativitas Mahasiswa Pada Acara Hari Pengayoman ke-81 Kanwil Kementerian Hukum Lampung

Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Kampus Berdampak Terbaik di Lampung turut ambil bagian dalam memeriahkan peringatan Hari Pengayoman ke-81 yang diselenggarakan oleh Kementerian Hukum melalui Kantor Wilayah Lampung. Mengusung tema “Transformasi Digital untuk Pelayanan Hukum yang Mengayomi dan Berdampak”, kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi sekaligus ajang memperkenalkan berbagai inovasi teknologi dan kreativitas mahasiswa kepada masyarakat.

Baca Juga: MEMBANGGAKAN !! Magister Ilmu Komputer Universitas Teknokrat Indonesia Raih Akreditasi UNGGUL, Tegaskan Kualitas Pendidikan Teknologi Berstandar Tinggi

Dalam kegiatan tersebut, Universitas Teknokrat Indonesia menampilkan sejumlah karya unggulan sivitas akademika yang merepresentasikan pemanfaatan teknologi digital untuk menjawab kebutuhan dan persoalan nyata di tengah masyarakat.

Metaverse Berbasis Roblox Hadirkan Pengalaman Digital Interaktif

Salah satu inovasi yang menarik perhatian pengunjung adalah teknologi metaverse berbasis platform Roblox yang dikembangkan Universitas Teknokrat Indonesia.

Teknologi tersebut menjadi bagian dari inovasi UTI dalam mengembangkan ruang digital yang interaktif dan imersif. Pemanfaatannya dapat diarahkan pada berbagai kebutuhan, mulai dari pendidikan, perdagangan, pariwisata, hingga layanan kepada masyarakat.

Melalui teknologi metaverse, UTI menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat menciptakan pengalaman baru yang edukatif, kreatif, dan relevan dengan perkembangan masyarakat digital.

Food Waste Smart, Teknologi Mahasiswa untuk Kurangi Limbah Makanan

Selain metaverse, Universitas Teknokrat Indonesia turut memperkenalkan inovasi mahasiswa dari Program Studi S1 Teknik Komputer, yakni Food Waste Smart.

Inovasi tersebut memanfaatkan teknologi computer vision untuk mendeteksi sekaligus menganalisis sisa makanan pada nampan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Food Waste Smart dirancang untuk menghasilkan data mengenai jumlah atau tingkat sisa makanan secara lebih terukur. Informasi tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengidentifikasi pola konsumsi dan mendukung strategi pengurangan limbah makanan.

Pengembangan inovasi ini menunjukkan bagaimana kecerdasan buatan dan computer vision dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk menghasilkan solusi teknologi yang aplikatif serta memiliki manfaat sosial dan lingkungan.

Kreativitas Mahasiswa Tampil melalui Produk UMKM

Partisipasi Universitas Teknokrat Indonesia tidak berhenti pada inovasi teknologi. Dalam kegiatan tersebut, UTI juga menghadirkan kreativitas dan semangat kewirausahaan mahasiswa melalui bazar UMKM.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Teknokrat Indonesia memperkenalkan produk mahasiswa “Bloom Tea”, sedangkan Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan (FSIP) Universitas Teknokrat Indonesia menghadirkan produk “Wastra Aksara”.

Kehadiran kedua produk tersebut menjadi representasi kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan kreativitas menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus mengangkat potensi lokal.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh ruang untuk memperkenalkan produk, mengembangkan kemampuan kewirausahaan, sekaligus berinteraksi secara langsung dengan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.

Baca Juga: Leadership Education Program 2026 : Mahathir Muhammad Tekankan Kepemimpinan Dimulai dari Kemampuan Memimpin Diri Sendiri

Rektor: Inovasi Harus Memberikan Dampak Nyata

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. HM. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., menyampaikan rasa bangga atas partisipasi sivitas akademika UTI dalam peringatan Hari Pengayoman ke-81.

Menurutnya, kehadiran UTI melalui berbagai inovasi tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Kami bangga melihat karya dosen dan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia dapat hadir dalam ruang yang mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat. Inovasi yang dikembangkan di kampus harus mampu bergerak keluar dari ruang akademik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Nasrullah.

Ia menambahkan bahwa transformasi digital harus diiringi dengan kreativitas, tanggung jawab, serta orientasi pada pemecahan masalah. Karena itu, UTI akan terus mendorong mahasiswa untuk menghasilkan inovasi yang memiliki nilai akademik sekaligus memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Wakil Rektor: Mahasiswa Harus Menjadi Penggerak Transformasi Digital

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., turut mengapresiasi karya mahasiswa yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut.

Menurut Mahathir, inovasi seperti Food Waste Smart menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki potensi besar untuk mengembangkan teknologi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kami sangat bangga terhadap kreativitas mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia. Mereka tidak hanya belajar memahami teknologi, tetapi juga didorong untuk melihat persoalan di masyarakat dan mencari solusi melalui inovasi. Inilah semangat pendidikan yang ingin terus kami kembangkan,” kata Mahathir.

Ia menilai kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha merupakan ekosistem penting untuk mempercepat penerapan inovasi.

“Kami berharap semakin banyak karya mahasiswa yang dapat dikolaborasikan dan diimplementasikan secara nyata sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tambahnya.

Sinergi Perguruan Tinggi dan Pemerintah Perkuat Transformasi Digital

Keikutsertaan Universitas Teknokrat Indonesia dalam Hari Pengayoman ke-81 menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam menghadapi perkembangan teknologi.

Berbagai karya yang ditampilkan menunjukkan keterhubungan antara pendidikan, riset, inovasi, kewirausahaan, dan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem inovasi yang mampu menjawab tantangan era digital secara lebih adaptif dan inklusif.

Universitas Teknokrat Indonesia berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah, industri, komunitas, dan masyarakat agar hasil pendidikan serta penelitian dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Partisipasi Universitas Teknokrat Indonesia dalam kegiatan Hari Pengayoman ke-81 juga sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs).

Pengembangan inovasi teknologi dan peningkatan kompetensi mahasiswa mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui pembelajaran yang mendorong kreativitas, inovasi, keterampilan teknologi, dan penyelesaian masalah nyata.

Inovasi Food Waste Smart juga memiliki keterkaitan dengan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, karena pemanfaatan computer vision untuk mengukur sisa makanan dapat mendukung evaluasi pola konsumsi sekaligus upaya mengurangi pemborosan makanan.

Sementara itu, pengembangan metaverse, kecerdasan buatan, dan teknologi digital mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan ekosistem inovasi dan pemanfaatan teknologi untuk menghasilkan solusi baru.

Kegiatan bazar UMKM mahasiswa turut mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan mendorong jiwa kewirausahaan, kreativitas ekonomi, serta pengembangan produk bernilai tambah di kalangan generasi muda.

Lebih jauh, kolaborasi antara Universitas Teknokrat Indonesia, pemerintah, pelaku UMKM, dan masyarakat sejalan dengan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang menekankan pentingnya kemitraan multipihak dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

UTI Tegaskan Komitmen sebagai Kampus Berbasis Inovasi

Melalui keikutsertaan dalam Hari Pengayoman ke-81, Universitas Teknokrat Indonesia kembali menunjukkan perannya sebagai perguruan tinggi yang mendorong inovasi berbasis teknologi dan kreativitas mahasiswa.

Kehadiran metaverse, Food Waste Smart, Bloom Tea, dan Wastra Aksara menjadi gambaran bahwa inovasi di lingkungan kampus dapat berkembang dalam berbagai bidang dan memberikan manfaat yang luas.

Universitas Teknokrat Indonesia akan terus mendorong sivitas akademika untuk menghasilkan karya yang inovatif, inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung transformasi digital serta pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.

Baca Juga: Leadership Education Program: Wakil Bupati Pesawaran Dorong Mahasiswa Teknokrat Jadi Pemimpin yang Kolaboratif dan Berdampak

#KampusBerdampak
#KampusTerbaikdiLampung