PENDAFTARAN

KAMPUS BERDAMPAK !! Dosen dan Mahasiswa Teknokrat Implementasikan Smart Pellet Maker Berbasis IoT, Tingkatkan Kemandirian Pembudidaya Ikan di Pesawaran Lampung

Pesawaran, Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), Kampus Berdampak Terbaik di Lampung, terus memperkuat komitmennya dalam mengimplementasikan hasil penelitian dan inovasi teknologi agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan di Karunia Ikan Segar, Kelurahan Kurungan Nyawa, Kabupaten Pesawaran, pada Sabtu, 25 Juli 2026.

Baca Juga: MEMBANGGAKAN !! Magister Ilmu Komputer Universitas Teknokrat Indonesia Raih Akreditasi UNGGUL, Tegaskan Kualitas Pendidikan Teknologi Berstandar Tinggi

Kegiatan mengusung tema “Penerapan Smart Pellet Maker Berbasis IoT untuk Optimalisasi Produksi Pakan Ikan Mandiri dan Digitalisasi Manajemen Usaha pada Karunia Ikan Segar di Desa Kurungan Nyawa Kabupaten Pesawaran.”

Program ini menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam mendorong hilirisasi hasil penelitian sekaligus memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital kepada pelaku usaha perikanan agar mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing usaha.

Didukung Pendanaan Kemdiktisaintek untuk Hilirisasi Inovasi

Program Pengabdian kepada Masyarakat tersebut mendapatkan dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Tahun Anggaran 2026.

Dukungan pendanaan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong perguruan tinggi agar hasil penelitian dan inovasi yang dikembangkan tidak berhenti pada lingkungan akademik, tetapi dapat dihilirkan dan dimanfaatkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan nyata di tengah masyarakat.

Kolaborasi Dosen Lintas Perguruan Tinggi dan Mahasiswa

Kegiatan PkM dipimpin oleh Temi Ardiansyah, M.Kom. sebagai ketua tim dari Universitas Teknokrat Indonesia. Tim juga melibatkan Styawati, S.T., M.Cs. dari Universitas Teknokrat Indonesia dan Hilma Putri Fidyandini, S.Pi., M.Si. dari Universitas Lampung.

Program ini turut melibatkan lima mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia, yakni Dhavi Novrizal, Rifqi Wahid Dhohiri, Radja Reno Simamora, Hilda Arna Apriliati, dan Wanda Amelia.

Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Selain membantu proses implementasi teknologi, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan kompetensi akademik sekaligus berinteraksi dan memberikan pendampingan kepada masyarakat.

Menjawab Persoalan Produksi dan Manajemen Usaha

Karunia Ikan Segar merupakan usaha budidaya ikan air tawar yang berkembang di Kabupaten Pesawaran. Dalam menjalankan kegiatan usahanya, mitra masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama tingginya biaya produksi akibat ketergantungan terhadap pakan pabrikan.

Selain itu, proses pemantauan produksi pakan belum didukung sistem digital, sementara pencatatan administrasi usaha masih dilakukan secara manual. Kondisi tersebut menyebabkan pengelolaan usaha belum berjalan secara optimal dan menyulitkan proses evaluasi maupun pengambilan keputusan berbasis data.

Melihat kondisi tersebut, tim PkM Universitas Teknokrat Indonesia menghadirkan dua solusi utama, yakni Smart Pellet Maker berbasis Internet of Things (IoT) dan Sistem Manajemen Budidaya Ikan berbasis web.

Kedua teknologi tersebut kemudian diperkuat melalui pelatihan pembuatan pakan ikan secara mandiri serta manajemen kesehatan ikan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia mitra.

Digitalisasi Administrasi Budidaya Ikan

Kegiatan diawali dengan pemaparan tujuan program oleh Ketua Tim PkM, Temi Ardiansyah, M.Kom. Ia menjelaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus mampu menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai kebutuhan masyarakat.

Pada sesi pertama, peserta mendapatkan pelatihan penggunaan Sistem Manajemen Budidaya Ikan yang dikembangkan untuk membantu mitra melakukan pengelolaan administrasi usaha secara digital.

Sistem tersebut dilengkapi sejumlah fitur, antara lain pencatatan data budidaya, pengelolaan biaya operasional, pencatatan transaksi penjualan, pembuatan laporan penjualan, hingga perhitungan keuntungan usaha secara otomatis.

Dengan sistem tersebut, aktivitas usaha dapat terdokumentasi dengan lebih sistematis sehingga data yang tersedia dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan evaluasi dan mengambil keputusan dalam pengelolaan usaha.

Baca Juga: BERDAMPAK !! Himpunan Mahasiswa Teknologi Informasi Universitas Teknokrat Indonesia Wujudkan Kampus Berdampak melalui Pengabdian Masyarakat di Lampung Utara

Smart Pellet Maker Pantau Produksi Pakan Secara Real-Time

Selanjutnya, Styawati, S.T., M.Cs. memberikan pelatihan mengenai penggunaan Smart Pellet Maker berbasis Internet of Things (IoT).

Peserta diperkenalkan dengan mekanisme kerja mesin pembuat pakan ikan yang dilengkapi teknologi IoT sehingga proses produksi dapat dipantau secara real-time melalui dashboard berbasis web.

Smart Pellet Maker tersebut dilengkapi dengan sensor pengukuran berat pakan, sensor suhu motor, serta sistem pencatatan waktu produksi. Data dari perangkat dapat dipantau secara digital sehingga operator dapat mengetahui kondisi mesin selama proses pembuatan pakan berlangsung.

Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan membuat proses produksi pakan menjadi lebih efisien, terukur, terdokumentasi, dan mudah dievaluasi.

Pelatihan Pembuatan Pakan dan Kesehatan Ikan

Sementara itu, Hilma Putri Fidyandini, S.Pi., M.Si. dari Universitas Lampung memberikan materi mengenai pembuatan pakan ikan secara mandiri dan manajemen kesehatan ikan.

Materi mencakup pemilihan bahan baku, penyusunan formulasi berdasarkan kebutuhan nutrisi ikan, teknik pencampuran bahan, proses pencetakan pelet menggunakan Smart Pellet Maker, hingga teknik penyimpanan pakan agar kualitasnya tetap terjaga.

Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan kualitas air, pencegahan penyakit, serta strategi pemberian pakan yang tepat guna mendukung pertumbuhan dan produktivitas ikan.

Mitra Antusias Mengikuti Praktik Teknologi

Pelatihan diikuti langsung oleh pemilik Karunia Ikan Segar, Petrus Sutrimo, bersama seluruh karyawan. Para peserta menunjukkan antusiasme selama kegiatan, khususnya ketika melakukan praktik penggunaan Smart Pellet Maker dan mencoba Sistem Manajemen Budidaya Ikan.

Diskusi juga berlangsung secara aktif. Peserta menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi dalam proses budidaya, produksi pakan, hingga pengelolaan administrasi usaha.

Tim mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia turut mendampingi setiap tahapan praktik. Mereka membantu peserta mengoperasikan perangkat, memberikan penjelasan teknis, serta memastikan mitra mampu menggunakan teknologi secara mandiri.

Hilirisasi Riset untuk Meningkatkan Daya Saing Pembudidaya

Ketua Tim PkM, Temi Ardiansyah, M.Kom., menjelaskan bahwa penerapan Smart Pellet Maker merupakan salah satu bentuk hilirisasi hasil penelitian yang diarahkan untuk memberikan solusi praktis bagi pelaku usaha perikanan.

Menurutnya, teknologi tersebut diharapkan dapat membantu mengoptimalkan produksi pakan ikan secara mandiri sehingga ketergantungan terhadap pakan pabrikan dapat dikurangi.

Di sisi lain, digitalisasi administrasi melalui Sistem Manajemen Budidaya Ikan diharapkan mampu memberikan data usaha yang lebih akurat dan mudah dianalisis.

“Pemanfaatan teknologi tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga membangun kemampuan mitra dalam mengelola usaha secara lebih terukur. Dengan data yang terdokumentasi dengan baik, proses evaluasi dan pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih tepat,” jelas Temi.

Mitra Rasakan Manfaat Teknologi

Pemilik Karunia Ikan Segar, Petrus Sutrimo, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program PkM tersebut.

Menurutnya, teknologi dan pendampingan yang diberikan memberikan manfaat langsung bagi pengembangan usaha. Smart Pellet Maker dinilai membantu menghadirkan proses produksi pakan yang lebih modern, sementara Sistem Manajemen Budidaya Ikan memberikan kemudahan dalam pencatatan administrasi, transaksi, laporan penjualan, serta perhitungan keuntungan.

Pelatihan formulasi pakan dan manajemen kesehatan ikan juga memberikan pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam kegiatan budidaya sehari-hari.

Pihak mitra turut menyampaikan terima kasih kepada Kemdiktisaintek melalui DPPM atas dukungan pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026, serta kepada Universitas Teknokrat Indonesia, tim dosen, dan mahasiswa yang telah memberikan pendampingan.

Baca Juga: KAMPUS BERDAMPAK !! CoE Smart Agriculture Universitas Teknokrat Indonesia Kenalkan Teknologi Irigasi Tetes Berbasis IoT kepada Siswa Madrasah Al-Fatah Natar

Wakil Rektor Teknokrat Bangga atas Implementasi Teknologi

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas terlaksananya program tersebut.

Ia menilai kegiatan PkM menjadi bukti bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan ilmu pengetahuan, hasil penelitian, dan inovasi teknologi dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami bangga melihat dosen dan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia mampu membawa hasil inovasi ke tengah masyarakat. Penerapan Smart Pellet Maker berbasis IoT dan digitalisasi manajemen usaha menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi instrumen nyata untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing masyarakat,” ujar Mahathir.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan pemerintah melalui program yang didukung Kemdiktisaintek tersebut merupakan ekosistem penting dalam mempercepat pemanfaatan teknologi untuk pembangunan.

“Pengabdian seperti ini harus terus diperkuat agar inovasi tidak berhenti sebagai hasil penelitian, tetapi benar-benar digunakan, dikembangkan, dan memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat,” tambahnya.

Teknokrat Dorong Pengabdian yang Berdampak

Universitas Teknokrat Indonesia terus mendorong pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berorientasi pada dampak. Melalui kegiatan ini, teknologi IoT tidak hanya diperkenalkan sebagai konsep, tetapi diterapkan secara langsung untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha budidaya ikan.

Keterlibatan dosen lintas perguruan tinggi dan mahasiswa juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi multidisiplin dalam menghasilkan solusi yang lebih komprehensif.

Ke depan, tim pelaksana berharap teknologi yang telah diterapkan dapat terus dikembangkan sesuai kebutuhan mitra sehingga mampu mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha Karunia Ikan Segar.

Mendukung SDGs melalui Teknologi Perikanan Berkelanjutan

Pelaksanaan program PkM ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Kontribusi paling kuat terlihat pada SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui upaya meningkatkan efisiensi, kapasitas pengelolaan, serta daya saing usaha budidaya ikan masyarakat.

Kegiatan ini juga mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penerapan teknologi Internet of Things, sistem manajemen berbasis web, sensor digital, serta pengembangan Smart Pellet Maker sebagai inovasi teknologi terapan.

Selain itu, pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia turut mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, sementara upaya mengoptimalkan produksi pakan secara mandiri dan meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya berkontribusi terhadap SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Kolaborasi antara Universitas Teknokrat Indonesia, Universitas Lampung, mitra usaha, dan pemerintah melalui dukungan Kemdiktisaintek juga selaras dengan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Teknologi untuk Masyarakat yang Mandiri dan Berdaya Saing

Melalui penerapan Smart Pellet Maker berbasis IoT, Sistem Manajemen Budidaya Ikan, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia, Universitas Teknokrat Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan inovasi yang dapat digunakan secara nyata oleh masyarakat.

Program tersebut tidak hanya menjadi sarana transfer teknologi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk menerapkan kompetensi akademik dalam menyelesaikan persoalan di lapangan.

Dengan pendekatan yang mengintegrasikan teknologi, pendampingan, peningkatan keterampilan, dan kolaborasi, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret menuju pengelolaan budidaya perikanan yang lebih modern, efisien, mandiri, terdigitalisasi, dan berdaya saing.

Universitas Teknokrat Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat berkelanjutan serta berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: CoE Smart Agriculture Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Berdampak Terbaik di Lampung, Gelar PKM di SMAN 1 Tanjung Bintang, Kenalkan Sistem Irigasi Tetes Berbasis IoT

#PengabdianKepadaMasyarakat
#KampusBerdampak
#KampusBerdampakTerbaikdiLampung
#DosenBerdampak
#MahasiswaBerdampak