PENDAFTARAN
ID ID
EN EN

LUAR BIASA !! PKKMB Sang Juara 2026: Universitas Teknokrat Indonesia Gandeng Lima Universitas Korea Selatan, Buka Jalan Mahasiswa dan Dosen Go International

Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Kampus Berdampak Terbaik di Lampung kembali memperkuat langkah internasionalisasinya melalui rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026. Momentum tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan talkshow internasional sekaligus penandatanganan kerja sama dengan lima universitas dari Korea Selatan.

Baca Juga: PKKMB Sang Juara 2026 Dukung UI GreenMetric: Universitas Teknokrat Indonesia Tanam 30 Bibit Herbal, Pupuk Tanaman Buah dan Tebar 1.200 Benih Ikan

Kegiatan bertajuk “Korea Education Experience: Sharing Knowledge, Culture & Inspiration” tersebut berlangsung pada Jumat (18/9/2026) di Gelanggang Mahasiswa Dr. HM. Nasrullah Yusuf, M.B.A. dan diikuti oleh ribuan mahasiswa baru peserta PKKMB 2026 Universitas Teknokrat Indonesia.

Kehadiran pimpinan perguruan tinggi dari Korea Selatan menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru untuk mendapatkan pengalaman dan wawasan langsung mengenai pendidikan tinggi, budaya, peluang studi, serta perkembangan kerja sama internasional.

Kegiatan ini juga memperlihatkan arah Universitas Teknokrat Indonesia dalam membangun jejaring global yang tidak hanya berorientasi pada kerja sama kelembagaan, tetapi juga membuka akses lebih luas bagi mahasiswa dan dosen untuk memperoleh pengalaman akademik di tingkat internasional.

Hadirkan Pimpinan Lima Universitas Korea Selatan

Kegiatan tersebut dihadiri Pembina Yayasan Pendidikan Teknokrat Hj. Hernaini, S.S., M.Pd., Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. HM. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., jajaran Wakil Rektor, Dekan, dosen, serta sivitas akademika Universitas Teknokrat Indonesia.

Turut hadir Rektor Universitas Al-Ghifari Bandung Prof. Dr. H. Didin Muhafidin, S.I.P., M.Si., yang dipercaya menjadi moderator talkshow.

Sementara itu, delegasi dari perguruan tinggi Korea Selatan yang hadir dalam kegiatan tersebut berasal dari lima institusi, yakni Busan University of Foreign Studies, Seoul Venture University, Wonju Tax University, dan Hoseo University, yang diwakili oleh sejumlah pimpinan dan pejabat akademik.

Kehadiran para pimpinan universitas tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa baru Universitas Teknokrat Indonesia untuk berinteraksi secara langsung dengan akademisi dan pengelola perguruan tinggi dari Korea Selatan.

Mahasiswa Sang Juara Didorong Menembus Pendidikan Global

Talkshow berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa baru. Sejumlah mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan secara langsung kepada para delegasi Korea Selatan mengenai peluang pertukaran mahasiswa, studi lanjut, kehidupan akademik, hingga kesempatan melanjutkan pendidikan dan berkarier di Korea Selatan.

Chair Professor Prof. Kim Soo Il dari Busan University of Foreign Studies memberikan pesan kepada mahasiswa baru agar terus mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu bersaing di tingkat global.

Sementara itu, President Prof. Dr. Kang Joon Mo dari Seoul Venture University menyampaikan keterbukaan universitasnya bagi mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di Korea Selatan.

“Bagi mahasiswa Teknokrat yang memiliki rencana melanjutkan studi S2 ke Korea, kami sangat terbuka. Pintu kami terbuka lebar bagi mahasiswa terbaik Teknokrat,” ujarnya.

Pesan serupa disampaikan President Prof. Dr. Kim Jong Ju dari Wonju Tax University. Ia mengapresiasi sambutan yang diberikan Universitas Teknokrat Indonesia serta menyampaikan peluang pengembangan program pertukaran mahasiswa.

“Kami telah mengunjungi banyak universitas, dan Universitas Teknokrat Indonesia merupakan kampus yang membanggakan dengan sambutan yang sangat baik. Kami menyiapkan program exchange dan berharap mahasiswa Teknokrat dapat meraih kesuksesan serta kehidupan yang lebih baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Dean Faculty of International Education Seoul Venture University, Dr. Hwang Chan Gyu, juga menegaskan kesiapan pihaknya menerima mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia melalui program pertukaran.

“Kami menyiapkan program exchange dan terbuka menerima mahasiswa dari Teknokrat. Kami berterima kasih atas sambutan yang hangat. Kami berharap lulusan Teknokrat dapat melanjutkan studi di universitas-universitas Korea Selatan dan memiliki peluang untuk bekerja di sana,” tuturnya.

Dari Hoseo University, Director External Affairs & Communication Yujung Kim tampil menarik perhatian dengan mengenakan batik Lampung dan selendang tapis. Ia memperkenalkan berbagai peluang pendidikan pascasarjana di Korea Selatan sekaligus mendorong lulusan Universitas Teknokrat Indonesia untuk memanfaatkan peluang tersebut.

“Kami berharap lulusan Teknokrat dapat melanjutkan studi S2 di Korea Selatan, mengikuti program exchange, serta memiliki kesempatan untuk bekerja di Korea Selatan,” ujarnya.

Diskusi dipandu secara dinamis oleh Prof. Dr. H. Didin Muhafidin sehingga mahasiswa memperoleh ruang untuk berinteraksi dan menggali informasi langsung mengenai pendidikan tinggi di Korea Selatan.

Baca Juga: PKKMB Sang Juara 2026: Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Ajak Maba PKKMB 2026 Bangun Literasi Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial

Rektor: Kerja Sama Ini Menjadi Awal Kolaborasi yang Lebih Luas

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. HM. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh delegasi universitas Korea Selatan yang hadir di Universitas Teknokrat Indonesia.

Menurutnya, kehadiran para pimpinan perguruan tinggi Korea Selatan menjadi bagian penting dalam memperluas jaringan akademik internasional sekaligus membuka peluang kolaborasi yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kepercayaan dan komitmen yang telah dibangun bersama. Kami berharap kerja sama ini memberikan manfaat bagi kedua belah pihak dan membuka semakin banyak peluang kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, serta berbagai kegiatan akademik dan internasional lainnya,” ujar Nasrullah Yusuf.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara Universitas Teknokrat Indonesia dan perguruan tinggi mitra di Korea Selatan diharapkan terus berkembang sehingga menghasilkan program-program yang memberikan dampak nyata bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan masyarakat.

Menurutnya, internasionalisasi perguruan tinggi bukan hanya tentang membangun hubungan kelembagaan dengan universitas luar negeri, tetapi juga memastikan sivitas akademika memperoleh kesempatan untuk belajar, bertukar pengalaman, melakukan penelitian, serta membangun jejaring global.

Lima Kerja Sama Internasional Berlaku Lima Tahun

Momentum talkshow internasional tersebut semakin istimewa dengan dilaksanakannya penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) antara Universitas Teknokrat Indonesia dengan perguruan tinggi dari Korea Selatan.

Kerja sama tersebut berlaku selama lima tahun, mulai September 2026 hingga September 2030.

Lima kerja sama yang ditandatangani meliputi:

  1. MoU Universitas Teknokrat Indonesia dengan Wonju Tax University, ditandatangani oleh President Prof. Dr. Kim Jong Ju.
  2. MoU Universitas Teknokrat Indonesia dengan Seoul Venture University, ditandatangani oleh President Prof. Dr. Kang Joon Mo.
  3. MoA Universitas Teknokrat Indonesia dengan Seoul Venture University, ditandatangani oleh Dean Faculty of International Education Dr. Hwang Chan Gyu.
  4. MoU Universitas Teknokrat Indonesia dengan Hoseo University, ditandatangani oleh Director External Affairs & Communication Yujung Kim.
  5. MoU Universitas Teknokrat Indonesia dengan Busan University of Foreign Studies, ditandatangani oleh Chair Professor Prof. Kim Soo Il.

Seluruh dokumen kerja sama tersebut ditandatangani langsung oleh Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. HM. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A. dan disaksikan Pembina Yayasan Pendidikan Teknokrat, jajaran pimpinan universitas, dosen, serta ribuan mahasiswa baru.

Sembilan Ruang Lingkup Kerja Sama Strategis

Kerja sama internasional yang dibangun Universitas Teknokrat Indonesia dengan perguruan tinggi Korea Selatan mencakup sejumlah bidang strategis yang dirancang untuk memperluas kesempatan akademik dan pengembangan sumber daya manusia.

Ruang lingkup kerja sama tersebut meliputi pertukaran dosen, peneliti, dan tenaga kependidikan; pertukaran mahasiswa jenjang S1 melalui student mobility dan credit transfer; pertukaran kegiatan budaya Korea-Indonesia; penelitian bersama atau joint research; pertukaran materi ilmiah, publikasi, dan informasi; akses terhadap fasilitas, peralatan, serta layanan teknis penelitian; publikasi bersama dan pengembangan paten hasil penelitian internasional; penyelenggaraan pertemuan akademik, forum, dan konferensi internasional; serta fasilitasi kemitraan mahasiswa melalui klub atau organisasi internasional.

Dengan cakupan tersebut, kerja sama diharapkan tidak berhenti pada seremoni penandatanganan, tetapi dapat berkembang menjadi berbagai program nyata yang dirasakan langsung oleh mahasiswa, dosen, peneliti, maupun sivitas akademika kedua negara.

Mahathir: MoU Membuka Jalan Menuju Kampus Bertaraf Internasional

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kemitraan dengan lima universitas dari Korea Selatan.

Menurut Mahathir, kerja sama tersebut memberikan ruang yang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen Universitas Teknokrat Indonesia untuk mendapatkan pengalaman akademik dan jejaring internasional.

“Kami sangat bangga dapat membangun kemitraan dengan lima universitas dari Korea Selatan. Kerja sama ini membuka jalan bagi dosen dan mahasiswa Teknokrat untuk mendapatkan pengalaman internasional, termasuk melalui program pertukaran dan berbagai kegiatan akademik global,” ujar Mahathir.

Ia menilai penguatan jejaring internasional merupakan bagian penting dari upaya Universitas Teknokrat Indonesia dalam mengembangkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas eksposur akademik sivitas kampus.

“Kolaborasi ini sejalan dengan arahan Rektor untuk terus membawa Universitas Teknokrat Indonesia menuju lingkungan pendidikan tinggi yang semakin bertaraf internasional. Mahasiswa Sang Juara harus memiliki keberanian untuk belajar dan berkompetisi di tingkat global sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

Membuka Peluang Student Exchange hingga Studi Pascasarjana

Salah satu manfaat strategis dari kerja sama tersebut adalah terbukanya peluang student mobility dan credit transfer bagi mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia.

Program pertukaran mahasiswa memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk merasakan pengalaman belajar di lingkungan akademik internasional, mengenal budaya baru, memperluas jejaring, serta meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya.

Selain pertukaran mahasiswa, peluang studi lanjut ke Korea Selatan juga menjadi salah satu bagian yang diperkenalkan dalam talkshow. Para delegasi menyampaikan keterbukaan universitas masing-masing bagi mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana.

Hal tersebut memberikan alternatif bagi mahasiswa dan lulusan UTI untuk mempersiapkan diri menghadapi pendidikan tinggi global sekaligus membangun pengalaman yang dapat mendukung pengembangan karier.

Kerja sama juga mencakup peluang penelitian bersama, publikasi ilmiah internasional, konferensi, pertukaran akademisi, hingga pengembangan paten. Dengan demikian, kolaborasi Indonesia-Korea tersebut berpotensi memperluas ekosistem akademik Universitas Teknokrat Indonesia melalui interaksi langsung dengan perguruan tinggi mitra di luar negeri.

Baca Juga: PKKMB Sang Juara 2026: POLDA Lampung Beri Kuliah Umum Kepada Mahasiswa Teknokrat, Perkuat Budaya Anti Narkoba, Anti Korupsi, Anti Kekerasan dan Bijak Bermedia Sosial

Memperkuat Internasionalisasi Universitas Teknokrat Indonesia

Penandatanganan lima kerja sama internasional di hadapan ribuan mahasiswa baru menjadi momentum penting dalam memperkenalkan arah internasionalisasi Universitas Teknokrat Indonesia kepada generasi baru sivitas akademika.

Mahasiswa sejak awal diperkenalkan bahwa pengalaman pendidikan tinggi dapat diperluas melalui berbagai aktivitas akademik lintas negara, termasuk pertukaran mahasiswa, penelitian, konferensi, kegiatan budaya, hingga studi lanjut.

Internasionalisasi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi yang semakin dibutuhkan di era global, seperti komunikasi lintas budaya, kemampuan berkolaborasi, wawasan internasional, kemampuan beradaptasi, serta kesiapan menghadapi lingkungan akademik dan profesional yang lebih luas.

Melalui kerja sama dengan perguruan tinggi Korea Selatan, Universitas Teknokrat Indonesia juga berupaya membangun hubungan yang lebih erat antara pendidikan tinggi Indonesia dan Korea dalam bidang pendidikan, penelitian, kebudayaan, dan pengembangan sumber daya manusia.

Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs)

Kerja sama internasional antara Universitas Teknokrat Indonesia dan lima universitas Korea Selatan juga memiliki keterkaitan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

SDG 4 – Quality Education (Pendidikan Berkualitas) diwujudkan melalui perluasan akses mahasiswa terhadap pengalaman pendidikan internasional, pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, pengajaran dan kegiatan akademik bersama, serta pengembangan kompetensi lintas budaya.

SDG 8 – Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) didukung melalui peningkatan kompetensi dan pengalaman internasional mahasiswa serta terbukanya informasi mengenai peluang studi lanjut dan pengembangan karier di Korea Selatan.

Sementara itu, SDG 17 – Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) menjadi bagian paling kuat dari kerja sama tersebut melalui pembangunan kemitraan kelembagaan antara perguruan tinggi Indonesia dan Korea Selatan, termasuk kolaborasi pendidikan, penelitian, pertukaran sivitas akademika, publikasi, serta kegiatan internasional.

Dari PKKMB Menuju Pengalaman Global

Rangkaian kegiatan “Korea Education Experience: Sharing Knowledge, Culture & Inspiration” menunjukkan bahwa PKKMB 2026 Universitas Teknokrat Indonesia tidak hanya menjadi momentum pengenalan kehidupan akademik di dalam kampus, tetapi juga menjadi pintu awal bagi mahasiswa untuk mengenal dunia pendidikan global.

Kehadiran lima pimpinan dan perwakilan universitas Korea Selatan, interaksi langsung dengan mahasiswa, serta penandatanganan lima MoU dan MoA menjadi satu rangkaian yang mempertemukan pengetahuan, budaya, jejaring, dan peluang internasional.

Dengan kerja sama yang berlaku hingga September 2030 tersebut, Universitas Teknokrat Indonesia membuka ruang yang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen untuk belajar, melakukan penelitian, berkolaborasi, bertukar budaya, dan membangun jejaring akademik internasional.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam mempersiapkan mahasiswa Kampus Sang Juara agar tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga memiliki pengalaman, kompetensi, dan keberanian untuk mengambil bagian dalam ekosistem pendidikan global.

Baca Juga: LUAR BIASA !! PKKMB Sang Juara 2026 Resmi Dibuka,Mahasiswa Baru Teknokrat Disiapkan Jadi Brilliant Generation