PENDAFTARAN
ID ID
EN EN

LUAR BIASA !! Mahasiswa Terbaik Teknokrat Jadi Satu-Satunya Kampus Swasta dari Indonesia yang Tampil di Pameran Internasional ILDEX 2026

Tangerang, Banten – Riset perguruan tinggi tidak selalu berhenti di laboratorium, laporan tugas akhir, atau rak perpustakaan. Universitas Teknokrat Indonesia membuktikan bahwa hasil riset mahasiswa dapat dibawa langsung ke hadapan dunia industri dan diperkenalkan dalam forum internasional. Dua mahasiswa Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) Universitas Teknokrat Indonesia, Dhavi Novrizal dari Program Studi Teknik Komputer dan Naufal Halim dari Program Studi Informatika, tampil sebagai exhibitor dalam ILDEX Indonesia 2026, pameran internasional yang mempertemukan pelaku industri peternakan, susu, pengolahan daging, dan perikanan.

Baca Juga: MEMBANGGAKAN !! 5 Dosen Terbaik Universitas Teknokrat Indonesia Terpilih Sebagai Tim Pakar Hilirisasi Riset Nasional

Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, 17–19 September 2026, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD), Tangerang, Banten.

Dalam ajang tersebut, kedua mahasiswa membawa dua inovasi hasil riset Universitas Teknokrat Indonesia untuk diperkenalkan kepada pengunjung, perusahaan, pelaku industri, serta peserta dari berbagai negara.

Keduanya didampingi dosen Dr. Sc. Dedi Darwis, S.Kom., M.Kom., CDSP., yang turut memberikan pendampingan selama kegiatan pameran berlangsung.

Teknokrat Tampil sebagai Kampus Swasta Indonesia yang Diundang

Kehadiran Universitas Teknokrat Indonesia dalam ILDEX Indonesia 2026 menjadi momentum penting karena kampus membawa hasil riset terapan langsung ke lingkungan industri.

Dalam narasi kegiatan yang disampaikan Universitas Teknokrat Indonesia, kampus tercatat sebagai satu-satunya perguruan tinggi swasta dari Indonesia yang diundang untuk memamerkan inovasi teknologi dalam ajang tersebut.

Keikutsertaan ini memperlihatkan bahwa hasil riset perguruan tinggi memiliki ruang untuk berinteraksi langsung dengan kebutuhan industri, sekaligus memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman menghadapi pengguna dan calon mitra secara nyata.

Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran yang berbeda dibandingkan proses akademik di ruang kelas. Mereka tidak hanya dituntut mampu menjelaskan teknologi secara konseptual, tetapi juga harus memahami bagaimana sebuah inovasi dapat menjawab persoalan yang dihadapi dunia industri.

Dosen: Mahasiswa Belajar dari Respons Industri Secara Langsung

Dr. Sc. Dedi Darwis menilai keterlibatan mahasiswa dalam pameran berskala internasional menjadi bagian penting dari proses pembelajaran berbasis pengalaman.

Menurutnya, interaksi langsung dengan pelaku industri memberikan masukan yang tidak selalu dapat diperoleh mahasiswa melalui pembelajaran konvensional.

“Ini bukan sekadar mengikuti pameran, tetapi menjadi momentum bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung bagaimana produk hasil riset mereka mendapatkan respons dari pasar dan pelaku industri. Pertanyaan, masukan, serta respons pengunjung menjadi feedback yang sangat berharga dan tidak selalu mereka dapatkan di ruang kelas,” ujar Dedi Darwis.

Dosen yang juga berkiprah di Center of Excellence (CoE) Smart Agriculture tersebut menilai pengalaman semacam ini dapat membantu mahasiswa memahami hubungan antara teknologi, kebutuhan pengguna, serta peluang pengembangan produk menuju tahap yang lebih aplikatif.

Baca Juga: Pangdam XXI/Radin Intan Gelorakan Semangat Bela Negara untuk Mahasiswa Baru Teknokrat Pada Kuliah Umum PKKMB 2026 Universitas Teknokrat Indonesia

StegoIoT: Mengubah Kandang Sapi Menjadi Sistem Peternakan Cerdas

Salah satu inovasi yang menjadi perhatian pengunjung adalah StegoIoT, sistem kandang sapi cerdas berbasis Internet of Things (IoT) dan teknologi steganografi yang dikembangkan melalui Center of Excellence (CoE) Smart Agriculture Universitas Teknokrat Indonesia.

StegoIoT dirancang dengan mengintegrasikan sejumlah perangkat yang saling terhubung untuk mendukung pemantauan dan pengelolaan ternak secara lebih efektif.

Sistem tersebut terdiri atas tiga komponen utama, yaitu:

  • Digital Smart Collar, berupa kalung pintar yang digunakan untuk membantu memantau kondisi sapi secara real-time;
  • StegoStick berbasis RFID, perangkat identifikasi ternak yang dilengkapi mekanisme pengamanan data menggunakan teknik steganografi; serta
  • Timbangan Cerdas Berbasis Load Cell, perangkat penimbangan otomatis yang membantu proses pencatatan bobot ternak secara lebih praktis dan akurat.

Integrasi perangkat tersebut menunjukkan bagaimana teknologi digital dapat dimanfaatkan dalam pengembangan sistem peternakan modern, khususnya dalam pemantauan kondisi ternak dan pengelolaan data.

Dhavi: Pengunjung Industri Tertarik pada Keamanan Data Ternak

Dhavi Novrizal yang banyak terlibat dalam pengembangan aspek perangkat keras dan sistem IoT StegoIoT mengaku mendapatkan pengalaman menarik selama berinteraksi dengan pengunjung pameran.

Menurutnya, perhatian pengunjung tidak hanya tertuju pada kemampuan sensor dan perangkat, tetapi juga pada aspek keamanan data yang menjadi bagian dari sistem tersebut.

“Yang menarik bagi saya, banyak pengunjung dari perusahaan peternakan justru tertarik dengan aspek keamanan datanya, bukan hanya sensornya. Mereka melihat bahwa data ternak juga perlu dijaga dari risiko penyadapan atau manipulasi, sehingga teknologi steganografi menjadi salah satu pendekatan yang menarik untuk diterapkan,” ujar Dhavi.

Interaksi tersebut memberikan pengalaman bagi Dhavi untuk menjelaskan teknologi dengan bahasa yang lebih aplikatif sekaligus memahami kebutuhan calon pengguna dari sektor industri.

EduFarm: Belajar Peternakan Melalui Metaverse dan Roblox

Jika StegoIoT menghadirkan pendekatan teknologi pada sistem peternakan, inovasi kedua yang dibawa Universitas Teknokrat Indonesia menawarkan pendekatan berbeda melalui EduFarm.

EduFarm merupakan game edukasi yang dikembangkan melalui Center of Excellence (CoE) Metaverse Universitas Teknokrat Indonesia. Platform tersebut dirancang untuk memperkenalkan pengetahuan mengenai sapi perah dan sapi potong melalui lingkungan Metaverse dan platform Roblox.

Konsep EduFarm memadukan unsur pendidikan dan permainan sehingga materi mengenai peternakan dapat disampaikan dengan pendekatan yang lebih interaktif dan dekat dengan karakter generasi muda.

Melalui permainan, pengguna dapat mengenal lingkungan peternakan sekaligus memperoleh pengalaman belajar yang lebih visual dan interaktif.

Baca Juga: LUAR BIASA !! PKKMB Sang Juara 2026: Universitas Teknokrat Indonesia Gandeng Lima Universitas Korea Selatan, Buka Jalan Mahasiswa dan Dosen Go International

Naufal: Anak-Anak Tertarik karena Melihat Roblox

Naufal Halim, mahasiswa yang terlibat dalam pengembangan konten dan gameplay EduFarm, mengatakan bahwa produk tersebut mendapatkan perhatian khusus dari anak-anak dan remaja yang mengunjungi booth Universitas Teknokrat Indonesia.

“Banyak anak-anak yang awalnya hanya lewat kemudian berhenti karena melihat Roblox di layar booth kami. Setelah kami jelaskan bahwa game tersebut merupakan media edukasi tentang sapi dan peternakan, mereka justru antusias untuk mencoba bermain sambil belajar. Bagi saya, itu menjadi salah satu pengalaman paling menarik selama mengikuti pameran,” ujar Naufal.

Menurutnya, respons tersebut menunjukkan bahwa pendekatan teknologi permainan dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan pengetahuan peternakan kepada generasi muda dengan cara yang lebih menarik.

ILDEX Indonesia 2026 Hadirkan Ratusan Perusahaan dari Berbagai Negara

Keikutsertaan Universitas Teknokrat Indonesia berlangsung di tengah penyelenggaraan ILDEX Indonesia 2026 yang memiliki skala internasional.

ILDEX Indonesia tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-8 dan menjadi edisi pertama setelah ditetapkan sebagai agenda tahunan. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 Tahun 2026 yang diusung Kementerian Pertanian, dengan perhatian pada penguatan sektor peternakan dan upaya mendukung swasembada protein hewani nasional.

Pameran tersebut diikuti 192 perusahaan dari 22 negara, yang terdiri atas 83 perusahaan Indonesia dan 109 perusahaan internasional.

Sejumlah paviliun negara dan kawasan turut hadir, antara lain dari China, Thailand, Uni Eropa, hingga Amerika Utara.

Dalam sambutannya, Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian menekankan bahwa ILDEX tidak hanya menjadi ruang transaksi bisnis, tetapi juga menjadi tempat bertemunya teknologi, investasi, ilmu pengetahuan, industri, dan para pelaku peternakan dari Indonesia maupun berbagai negara.

Dari Kampus ke Panggung Industri Internasional

Di tengah ratusan perusahaan dan booth berskala global, kehadiran dua mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia menjadi bagian dari pengalaman hilirisasi riset yang mempertemukan dunia akademik dengan industri.

StegoIoT dan EduFarm menunjukkan dua pendekatan berbeda dalam pemanfaatan teknologi. StegoIoT berfokus pada penerapan IoT, identifikasi ternak, pengamanan data, dan pemantauan kondisi sapi, sedangkan EduFarm menggunakan teknologi Metaverse dan game untuk menghadirkan pengalaman pembelajaran mengenai peternakan.

Keduanya memiliki satu kesamaan, yaitu berangkat dari lingkungan akademik dan dikembangkan agar dapat memberikan manfaat yang lebih aplikatif.

Bagi Dhavi dan Naufal, keterlibatan dalam ILDEX Indonesia 2026 bukan hanya kesempatan untuk memamerkan produk, tetapi juga menjadi pengalaman untuk memahami bagaimana inovasi dipersepsikan oleh calon pengguna dan pelaku industri.

Rektor: Bukti Mahasiswa Mampu Membawa Riset ke Dunia Industri

Keikutsertaan mahasiswa dan dosen Universitas Teknokrat Indonesia dalam ILDEX Indonesia 2026 mendapat apresiasi dari Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H.M. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A.

Rektor menyampaikan rasa bangga karena mahasiswa dan dosen FTIK mampu membawa hasil inovasi kampus ke dalam forum internasional yang mempertemukan berbagai perusahaan dan pelaku industri dari dalam maupun luar negeri.

“Pencapaian ini menjadi bukti komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam mendorong mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghasilkan karya inovatif yang aplikatif dan memiliki daya saing di tingkat internasional. Kehadiran mahasiswa dan dosen kami di ILDEX Indonesia 2026 menunjukkan bahwa riset kampus dapat dibawa lebih jauh untuk bertemu langsung dengan kebutuhan dunia industri,” ujar Dr. H.M. Nasrullah Yusuf.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan gagasan dan berani memperkenalkan karya mereka dalam berbagai forum nasional maupun internasional.

Menurutnya, keberhasilan sebuah riset tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan karya, tetapi juga oleh keberanian untuk menguji, mengembangkan, dan mempertemukannya dengan kebutuhan masyarakat serta dunia industri.

Baca Juga: PKKMB Sang Juara 2026 Dukung UI GreenMetric: Universitas Teknokrat Indonesia Tanam 30 Bibit Herbal, Pupuk Tanaman Buah dan Tebar 1.200 Benih Ikan

Wakil Rektor: CoE Mendorong Dosen dan Mahasiswa Berkarya Bersama

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., turut memberikan apresiasi terhadap keterlibatan FTIK dalam ajang internasional tersebut.

Ia menilai kehadiran StegoIoT dan EduFarm memperlihatkan peran Center of Excellence (CoE) dalam mempertemukan kompetensi dosen dengan kreativitas mahasiswa untuk menghasilkan inovasi yang dapat diperkenalkan kepada masyarakat dan industri.

“Keikutsertaan ini menunjukkan bahwa Center of Excellence di Universitas Teknokrat Indonesia terus mendorong kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dalam menghasilkan karya yang aplikatif. Dosen membimbing, mahasiswa mengembangkan ide dan teknologi, kemudian hasilnya diperkenalkan langsung kepada dunia industri. Ini menjadi pengalaman penting sekaligus bentuk nyata semangat Sang Juara,” ujar Mahathir.

Ia menambahkan bahwa pengalaman tampil dalam pameran internasional diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan teknologi dan kebutuhan industri sekaligus mendorong lahirnya inovasi baru dari lingkungan kampus.

StegoIoT dan EduFarm Selaras dengan Target SDGs

Keikutsertaan Universitas Teknokrat Indonesia dalam ILDEX Indonesia 2026 juga memiliki keterkaitan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

SDG 2 – Tanpa Kelaparan

Pengembangan StegoIoT mendukung upaya peningkatan produktivitas dan efisiensi sektor peternakan melalui pemanfaatan teknologi cerdas. Sistem pemantauan ternak berbasis IoT dapat menjadi bagian dari pengembangan peternakan modern yang mendukung ketersediaan dan keberlanjutan sumber protein hewani.

SDG 4 – Pendidikan Berkualitas

EduFarm menghadirkan pendekatan pembelajaran yang menggabungkan teknologi Metaverse dan game melalui Roblox. Konsep tersebut memberikan alternatif pembelajaran yang lebih interaktif sekaligus mendekatkan materi peternakan kepada generasi muda melalui teknologi yang familiar bagi mereka.

SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur

StegoIoT dan EduFarm merupakan contoh pemanfaatan teknologi untuk menghasilkan inovasi terapan. Integrasi IoT, RFID, steganografi, sensor, Metaverse, dan game technology memperlihatkan bagaimana riset perguruan tinggi dapat diarahkan untuk menghasilkan solusi berbasis teknologi yang memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut.

Kehadiran produk-produk tersebut dalam pameran industri juga menjadi bagian dari proses mempertemukan inovasi akademik dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Keikutsertaan Universitas Teknokrat Indonesia dalam ILDEX Indonesia 2026 membuka ruang interaksi antara perguruan tinggi, pusat unggulan riset, pemerintah, serta pelaku industri peternakan dan teknologi.

Interaksi tersebut penting untuk membangun jejaring, mendapatkan masukan dari industri, serta membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan dan pemanfaatan hasil riset.

Riset Tidak Berhenti di Laboratorium

Keikutsertaan Dhavi Novrizal dan Naufal Halim bersama Dr. Sc. Dedi Darwis dalam ILDEX Indonesia 2026 menjadi gambaran bahwa proses pendidikan tinggi dapat diarahkan lebih jauh dari sekadar menghasilkan tugas akademik.

Melalui Center of Excellence Smart Agriculture dan Center of Excellence Metaverse, hasil pemikiran dan riset mahasiswa dapat dikembangkan menjadi inovasi yang kemudian diperkenalkan langsung kepada calon pengguna dan pelaku industri.

StegoIoT menghadirkan pendekatan teknologi untuk mendukung pengelolaan peternakan cerdas, sedangkan EduFarm menghadirkan metode edukasi peternakan yang lebih interaktif melalui teknologi digital.

Pengalaman tersebut sekaligus memberikan pembelajaran nyata kepada mahasiswa mengenai proses memperkenalkan inovasi, menerima masukan, memahami kebutuhan pengguna, dan melihat peluang pengembangan teknologi di dunia industri.

Bagi Universitas Teknokrat Indonesia, keikutsertaan dalam ILDEX Indonesia 2026 menjadi bagian dari komitmen untuk terus membawa hasil riset dari laboratorium dan Center of Excellence menuju ruang publik dan dunia industri.

Langkah tersebut memperkuat arah pengembangan kampus yang tidak hanya mendorong mahasiswa menjadi unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang relevan, inovatif, aplikatif, dan memiliki peluang untuk memberikan manfaat lebih luas.

Dari Bandar Lampung, karya mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia hadir di panggung industri internasional sebagai bagian dari perjalanan menuju ekosistem riset dan inovasi yang semakin terbuka, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.

Universitas Teknokrat Indonesia — Kampus Sang Juara, terus berkarya, berinovasi, dan membawa hasil riset menuju panggung dunia.

Baca Juga: PKKMB Sang Juara 2026: Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Ajak Maba PKKMB 2026 Bangun Literasi Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial

#KampusBerdampak
#MahasiswaBerdampak
#MahasiswaBerprestasi