Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), Kampus Berdampak Terbaik di Lampung, kembali mencatatkan prestasi akademik yang membanggakan melalui salah satu wisudawannya. Ade Firmansyah, lulusan Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) yang telah terakreditasi UNGGUL dan memperoleh pengakuan internasional IABEE, berhasil menyelesaikan pendidikan sarjananya tanpa melalui jalur skripsi konvensional.
Mahasiswa yang diwisuda pada Gelombang I Tahun 2026, Kamis (30/7/2026), tersebut dinyatakan lulus pada 16 Mei 2026 setelah karya ilmiahnya berhasil dipublikasikan pada jurnal nasional bereputasi terakreditasi SINTA 2. Sebelum dinyatakan memenuhi syarat kelulusan, hasil penelitiannya juga telah didiseminasikan di hadapan dosen pembimbing serta sivitas akademika sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah.
Keberhasilan ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa Universitas Teknokrat Indonesia terus menghadirkan inovasi dalam sistem pembelajaran melalui kebijakan akademik yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menghasilkan karya ilmiah berkualitas tinggi yang berdampak bagi masyarakat.
Pencapaian Ade merupakan implementasi dari kebijakan Universitas Teknokrat Indonesia yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa berprestasi untuk mengonversi publikasi ilmiah bereputasi sebagai pengganti tugas akhir skripsi.
Melalui kebijakan tersebut, mahasiswa yang berhasil menghasilkan publikasi pada jurnal bereputasi nasional maupun internasional dapat memperoleh pengakuan akademik sebagai bentuk apresiasi atas kualitas penelitian yang dihasilkan.
Skema ini sekaligus menunjukkan transformasi pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian studi, tetapi juga mendorong mahasiswa menghasilkan riset yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.
Dalam penelitian yang menjadi syarat kelulusannya, Ade mengangkat isu strategis mengenai mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Sumatera.
Artikel ilmiah berbahasa Inggris berjudul “Spatio-temporal Forest and Land Fire Risk Modeling in Sumatera Using Atmospheric-edaphic Integration via Bivariate Fuzzy C-means” tersebut mengembangkan model peringatan dini bernama VPD-LVI Integrated Fuzzy (VLIF) Model yang dirancang untuk memetakan tingkat risiko kebakaran hutan dan lahan secara lebih akurat.
Penelitian tersebut telah memperoleh Letter of Acceptance (LoA) dari International Journal of Advances in Data and Information Systems (IJADIS) yang merupakan jurnal nasional bereputasi terakreditasi SINTA 2.
Di bawah bimbingan Dr.Sc. Dedi Darwis, S.Kom., M.Kom., CDSP., Ade mengembangkan model berbasis integrasi dua parameter utama, yaitu Vapor Pressure Deficit (VPD) yang menggambarkan tingkat kekeringan atmosfer serta Land Vulnerability Index (LVI) yang merepresentasikan kerentanan biofisik lahan.
Inovasi tersebut semakin diperkuat dengan penambahan Human Accessibility Index (HAI) untuk mengukur pengaruh aktivitas manusia berdasarkan kedekatan wilayah terhadap jalan maupun permukiman sebagai salah satu faktor penyebab munculnya titik api.
Penelitian ini memanfaatkan lebih dari 2,6 juta observasi spasio-temporal yang dikumpulkan dari berbagai data satelit selama periode 2023–2024, termasuk saat fenomena El Niño yang menyebabkan kekeringan ekstrem di Indonesia.
Melalui penerapan algoritma Bivariate Fuzzy C-Means (FCM), model tersebut mampu mengelompokkan wilayah menjadi zona risiko rendah, sedang, dan tinggi secara lebih presisi dibandingkan metode klasifikasi konvensional.
Dosen pembimbing Ade, Dr.Sc. Dedi Darwis, S.Kom., M.Kom., CDSP., menyampaikan apresiasi atas dedikasi mahasiswa tersebut dalam menyelesaikan penelitian yang kompleks dengan memanfaatkan bahasa pemrograman Python dan platform Google Colab.
Menurutnya, model yang dikembangkan Ade mampu memberikan pendekatan baru dalam mendukung pengambilan keputusan bagi instansi terkait dalam upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan.
“Model ini mampu memberikan zonasi risiko yang lebih tajam dan akurat dibandingkan pendekatan konvensional sehingga dapat membantu proses mitigasi kebakaran hutan dan lahan, khususnya di kawasan gambut tropis Sumatera yang memiliki tingkat kerentanan tinggi,” jelas Dr. Dedi.
Ia menambahkan bahwa penelitian tersebut menunjukkan bagaimana teknologi informasi, data science, dan kecerdasan komputasi dapat dimanfaatkan secara nyata untuk menjawab tantangan lingkungan di Indonesia.
Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. HM. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan Ade Firmansyah yang mampu menghasilkan penelitian berkualitas hingga dipublikasikan pada jurnal nasional bereputasi.
Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan cerminan kualitas pembelajaran, budaya riset, serta ekosistem akademik yang terus dikembangkan Universitas Teknokrat Indonesia.
“Kami terus membangun lingkungan akademik yang mampu mendorong mahasiswa menghasilkan inovasi yang berdampak. Keberhasilan Ade Firmansyah menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia mampu menghasilkan riset berkualitas tinggi yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memberikan solusi terhadap persoalan nyata, khususnya dalam mitigasi kebakaran hutan dan lahan melalui pemanfaatan teknologi informasi dan data science,” ujar Dr. Nasrullah Yusuf.
Rektor berharap keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa agar semakin aktif melakukan penelitian, menghasilkan inovasi, serta mempublikasikan karya ilmiahnya di tingkat nasional maupun internasional.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., turut menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian Ade Firmansyah.
Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa kebijakan akademik Universitas Teknokrat Indonesia telah mampu mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menyelesaikan pendidikan, tetapi juga menghasilkan riset yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih Ade Firmansyah. Kelulusan melalui publikasi ilmiah bereputasi menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia memiliki kemampuan riset, berpikir kritis, dan inovasi yang sangat baik. Ini merupakan implementasi nyata konsep Kampus Berdampak, di mana hasil penelitian mahasiswa mampu memberikan kontribusi terhadap penyelesaian persoalan nasional melalui teknologi dan ilmu pengetahuan,” ungkap Mahathir.
Ia berharap semakin banyak mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia yang mengikuti jejak tersebut sehingga budaya penelitian dan publikasi ilmiah terus berkembang di lingkungan kampus.
Penelitian yang dikembangkan Ade Firmansyah juga memiliki kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Inovasi pemodelan risiko kebakaran hutan dan lahan mendukung SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan budaya riset dan pembelajaran berbasis inovasi, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan dan data science, SDG 13 (Climate Action) dengan menghadirkan solusi ilmiah untuk mitigasi perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana karhutla, serta SDG 15 (Life on Land) melalui upaya perlindungan ekosistem daratan dan pelestarian kawasan hutan dari ancaman kebakaran. Komitmen ini menunjukkan bahwa Universitas Teknokrat Indonesia terus menghadirkan pendidikan tinggi yang berorientasi pada inovasi sekaligus memberikan dampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan di Indonesia maupun dunia.
#MahasiswaBerprestasi
#MahasiswaBerdampak
#MahasiswaTerbaikdiLampung
#KampusBerdampak