ID
EN
Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), yang dikenal sebagai ASEAN’s Best Private University dan Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Sumatera, kembali memperkuat kiprahnya sebagai kampus berdampak melalui kolaborasi internasional di bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.
Kali ini, Universitas Teknokrat Indonesia bekerja sama dengan Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) menyelenggarakan International Community Service di SMKN 2 Bandar Lampung, Kamis, 1 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui platform Zoom mulai pukul 09.00 WIB tersebut diikuti oleh siswa dan guru SMKN 2 Bandar Lampung. Kolaborasi internasional ini mengangkat dua isu strategis yang memiliki relevansi kuat dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri, yakni pengelolaan sumber daya air tanah serta Keselamatan, Keamanan, Kesehatan, dan Perlindungan Lingkungan (K3L).
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dan sivitas akademika perguruan tinggi berupaya menghadirkan pengetahuan akademik yang tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat memberikan manfaat langsung bagi sekolah, masyarakat, serta generasi muda yang dipersiapkan memasuki dunia kerja.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat (Waka Humas) SMKN 2 Bandar Lampung, Arlik Cahyawati, M.Pd., yang mewakili pihak sekolah.
Dalam sambutannya, Arlik menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas Teknokrat Indonesia dan UTHM Malaysia yang telah menjadikan SMKN 2 Bandar Lampung sebagai mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat bertaraf internasional.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kesempatan berharga bagi siswa untuk mendapatkan wawasan langsung dari akademisi Indonesia dan Malaysia mengenai isu-isu yang memiliki keterkaitan dengan kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan tersebut dapat diterapkan oleh siswa, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun ketika mereka menjalani praktik kerja dan memasuki lingkungan industri.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah vokasi dinilai penting karena pendidikan SMK tidak hanya membutuhkan penguatan kompetensi teknis, tetapi juga wawasan mengenai keselamatan kerja, lingkungan, serta pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.
Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. Sc. Dedi Darwis, S.Kom., M.Kom.
Dalam sambutannya, Dedi menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kolaborasi antara Universitas Teknokrat Indonesia dan Universiti Tun Hussein Onn Malaysia.
Menurutnya, kerja sama internasional tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas manfaat perguruan tinggi kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi.
Kolaborasi lintas negara juga memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk isu sumber daya air, keselamatan, kesehatan, dan perlindungan lingkungan.
Setelah pembukaan, pengarahan kegiatan disampaikan oleh Ketua Program Studi S1 Teknik Sipil Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. Ir. Lilik Ariyanto, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng.
Ia menjelaskan bahwa International Community Service tersebut merupakan bagian dari komitmen Program Studi S1 Teknik Sipil untuk menghadirkan ilmu keteknikan yang aplikatif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, ilmu teknik sipil memiliki keterkaitan erat dengan berbagai persoalan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan sehingga mahasiswa maupun masyarakat perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai pengelolaan sumber daya serta keselamatan dalam aktivitas pembangunan.
Materi utama kegiatan menghadirkan dua narasumber dari Universitas Teknokrat Indonesia dan Universiti Tun Hussein Onn Malaysia.
Narasumber pertama adalah Ts. Dr. Sabariah Binti Musa dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia yang menyampaikan materi berjudul “Groundwater Resources Management”.
Dalam pemaparannya, Sabariah menjelaskan pentingnya air tanah sebagai salah satu sumber air bersih yang memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat.
Ia juga membahas berbagai tantangan yang dapat mengancam keberlanjutan sumber daya air tanah, di antaranya eksploitasi secara berlebihan dan pencemaran lingkungan.
Pemahaman mengenai pengelolaan air tanah menjadi penting karena keberadaan sumber daya air yang berkualitas tidak hanya dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini, tetapi juga harus dijaga keberlanjutannya agar dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang.
Melalui materi tersebut, peserta mendapatkan wawasan mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya air dan upaya konservasi lingkungan.
Materi berikutnya disampaikan oleh Ir. Sari Anton, S.T., M.T., IPM., dosen Universitas Teknokrat Indonesia, dengan tema “Keselamatan, Keamanan, Kesehatan, dan Perlindungan Lingkungan (K3L): Membangun Kesadaran Pengelolaan Air dan Keselamatan Lingkungan.”
Sari menjelaskan berbagai prinsip K3L serta pentingnya penerapan budaya keselamatan, kesehatan kerja, keamanan, dan kepedulian terhadap lingkungan, baik di lingkungan sekolah maupun dunia kerja.
Menurutnya, pemahaman mengenai K3L perlu ditanamkan sejak bangku sekolah, khususnya bagi siswa SMK yang nantinya akan memasuki dunia industri dan berhadapan langsung dengan berbagai aktivitas kerja yang memiliki risiko keselamatan maupun dampak terhadap lingkungan.
Kesadaran terhadap keselamatan tidak hanya berkaitan dengan penggunaan alat pelindung diri atau prosedur kerja, tetapi juga mencakup kemampuan mengenali potensi risiko, mencegah kecelakaan, menjaga kesehatan, serta memahami tanggung jawab terhadap lingkungan.
Pembekalan tersebut diharapkan dapat membentuk calon tenaga kerja yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga memiliki budaya kerja yang aman, disiplin, bertanggung jawab, dan peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Siswa dan guru SMKN 2 Bandar Lampung aktif mengikuti pemaparan materi serta berpartisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab.
Interaksi antara peserta dengan kedua narasumber menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut. Peserta memperoleh kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan sekaligus memperdalam pemahaman mengenai pengelolaan air tanah dan penerapan K3L.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi sarana transfer pengetahuan yang mempertemukan perspektif akademik, pendidikan vokasi, kebutuhan industri, dan isu lingkungan secara bersamaan.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas terlaksananya kolaborasi internasional antara Universitas Teknokrat Indonesia, UTHM Malaysia, dan SMKN 2 Bandar Lampung.
Menurut Mahathir, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk nyata komitmen Universitas Teknokrat Indonesia sebagai kampus berdampak yang berupaya memastikan ilmu pengetahuan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kami sangat bangga atas terlaksananya kolaborasi Universitas Teknokrat Indonesia dengan UTHM Malaysia dalam International Community Service di SMKN 2 Bandar Lampung. Ini merupakan wujud nyata dari komitmen kampus berdampak, di mana keunggulan akademik harus diikuti dengan kontribusi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Mahathir.
Ia menilai isu pengelolaan sumber daya air dan keselamatan lingkungan merupakan persoalan yang tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga menjadi perhatian global.
“Pengelolaan air tanah dan K3L merupakan isu penting yang harus dipahami sejak dini, khususnya oleh generasi muda yang akan menjadi bagian dari dunia kerja dan industri. Kami ingin mahasiswa dan dosen Universitas Teknokrat Indonesia tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi dan berbagi pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Mahathir juga menegaskan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi internasional seperti UTHM menjadi bagian dari upaya UTI memperluas jejaring akademik sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi Indonesia di tingkat ASEAN.
“Kolaborasi Indonesia dan Malaysia melalui kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi dapat bersama-sama membangun sumber daya manusia yang memiliki wawasan global, kompetensi profesional, dan kepedulian terhadap persoalan lingkungan. Kami akan terus mendorong kerja sama internasional yang memberikan manfaat nyata bagi pendidikan dan masyarakat,” ungkapnya.
International Community Service di SMKN 2 Bandar Lampung merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, pengetahuan dan hasil pengembangan keilmuan di perguruan tinggi disampaikan kepada masyarakat dalam bentuk edukasi yang relevan dengan kebutuhan peserta.
Bagi Universitas Teknokrat Indonesia, kegiatan pengabdian masyarakat internasional juga menjadi sarana untuk memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis masyarakat dan lembaga pendidikan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Sementara bagi siswa SMKN 2 Bandar Lampung, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperoleh perspektif baru dari akademisi nasional dan internasional sekaligus memperluas wawasan mengenai isu yang akan mereka temui dalam kehidupan maupun lingkungan kerja.
Pelaksanaan International Community Service Universitas Teknokrat Indonesia bersama UTHM Malaysia di SMKN 2 Bandar Lampung memiliki keterkaitan erat dengan sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Kegiatan ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui transfer pengetahuan dari akademisi Indonesia dan Malaysia kepada siswa serta guru pendidikan vokasi. Kolaborasi tersebut memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih luas sekaligus memperkenalkan perspektif internasional kepada peserta didik.
Materi mengenai Groundwater Resources Management secara langsung berkaitan dengan SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak. Edukasi mengenai pemanfaatan, ancaman pencemaran, serta pengelolaan sumber daya air tanah menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap keberlanjutan sumber daya air.
Sementara itu, pembekalan mengenai Keselamatan, Keamanan, Kesehatan, dan Perlindungan Lingkungan (K3L) memiliki relevansi dengan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, karena keselamatan dan kesehatan kerja merupakan bagian penting dari kesiapan generasi muda memasuki dunia industri dan menciptakan lingkungan kerja yang aman serta produktif.
Kolaborasi antara Universitas Teknokrat Indonesia, Universiti Tun Hussein Onn Malaysia, dan SMKN 2 Bandar Lampung juga mencerminkan semangat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kerja sama lintas negara dan lintas institusi tersebut menjadi contoh bagaimana kemitraan strategis dapat digunakan untuk memperluas manfaat pendidikan, ilmu pengetahuan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kolaborasi Universitas Teknokrat Indonesia dan Universiti Tun Hussein Onn Malaysia dalam International Community Service di SMKN 2 Bandar Lampung menjadi bukti bahwa kerja sama internasional dapat diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Tidak hanya memperkuat hubungan akademik antara Indonesia dan Malaysia, kegiatan tersebut juga membuka ruang pertukaran pengetahuan mengenai persoalan yang bersifat lintas negara, khususnya pengelolaan sumber daya air, keselamatan kerja, kesehatan, serta perlindungan lingkungan.
Universitas Teknokrat Indonesia berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi dan institusi internasional guna menghadirkan pendidikan yang berkualitas, memperkuat kompetensi generasi muda, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan.
Melalui semangat kampus berdampak dan Kampus Sang Juara, Universitas Teknokrat Indonesia terus mendorong kolaborasi akademik yang tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi sekolah, masyarakat, dunia industri, dan lingkungan.
Universitas Teknokrat Indonesia – Kampus Berdampak, Kampus Sang Juara, dan terus memperkuat kontribusi pendidikan Indonesia di tingkat ASEAN.