PENDAFTARAN
ID ID
EN EN

KAMPUS BERDAMPAK !! Dosen dan Mahasiswa Teknokrat Hadirkan Industrial Cyber Security Learning Program untuk Siswa SMK Telkom Lampung

Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), ASEAN’s Best Private University dan Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Sumatera, kembali memperkuat perannya sebagai kampus berdampak melalui kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan vokasi, khususnya di bidang teknologi dan keamanan siber. Kali ini, Universitas Teknokrat Indonesia berpartisipasi sebagai guru tamu dalam kegiatan Industrial Cyber Security Learning Program yang diselenggarakan oleh SMK Telkom Lampung bagi siswa Program Keahlian Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), Konsentrasi Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).

Baca Juga: JUARA NASIONAL !! Tim Wastra Aksara Universitas Teknokrat Indonesia Raih Juara III KMI Award 2026, Angkat Batik Cap Lampung ke Panggung Nasional

Kegiatan yang berlangsung pada 22–30 September 2026 tersebut mengusung subtema “From Cyber Security Fundamentals to Industrial Security Assessment” dan dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan praktik keamanan siber di dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Sebanyak 60 siswa kelas XI mengikuti program tersebut dengan didampingi dua guru SMK Telkom Lampung, yakni Ahmad Ikhsan, M.TI., dan Nur Cahyana Aminuallah, S.Kom.

UTI Hadir sebagai Mitra Penguatan Kompetensi Vokasi

Kehadiran Universitas Teknokrat Indonesia sebagai guru tamu merupakan tindak lanjut atas permohonan resmi SMK Telkom Lampung kepada Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) Universitas Teknokrat Indonesia.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara pendidikan tinggi dan pendidikan vokasi, khususnya dalam menghadirkan materi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan industri.

Keamanan siber menjadi salah satu bidang yang semakin penting seiring meningkatnya ketergantungan masyarakat dan dunia industri terhadap jaringan komputer, sistem informasi, perangkat digital, dan infrastruktur teknologi.

Karena itu, siswa SMK yang dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja membutuhkan pemahaman tidak hanya mengenai aspek teknis jaringan, tetapi juga kemampuan mengenali ancaman, melakukan analisis keamanan, serta memahami prinsip perlindungan sistem secara bertanggung jawab.

Dosen dan Mahasiswa Teknokrat Turun Langsung Membimbing Siswa

Dalam program tersebut, Universitas Teknokrat Indonesia melibatkan dua dosen sebagai pemateri utama, yakni Dr. Amarudin, S.Kom., M.Eng., dan Dr. Syaiful Ahdan, S.Kom., M.T.

Keduanya didukung oleh dua mahasiswa Program Studi Informatika, yaitu Robani Diansyah (NPM 23312246) dan Naura Ghifari Azhar (NPM 26312020).

Keterlibatan dosen dan mahasiswa tersebut tidak sebatas memberikan materi. Tim Universitas Teknokrat Indonesia menjalankan berbagai peran, mulai dari memberikan wawasan mengenai dunia industri, menjadi instruktur teknis, memfasilitasi studi kasus, mendampingi praktik, hingga memberikan umpan balik terhadap hasil pekerjaan siswa.

Pola pembelajaran tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendapatkan pengalaman belajar yang lebih aplikatif sekaligus memahami bagaimana kompetensi keamanan siber diterapkan dalam lingkungan profesional.

Baca Juga: PKM INTERNASIONAL !! Universitas Teknokrat Indonesia dan UTHM Malaysia Kolaborasi Internasional Edukasi Pengelolaan Air Tanah dan K3L di SMKN 2 Bandar Lampung

Pembelajaran Dimulai dari Fundamental hingga Security Assessment

Industrial Cyber Security Learning Program dirancang sebagai pembelajaran terpadu yang menghubungkan kompetensi dasar siswa dengan praktik keamanan siber yang diterapkan di dunia usaha dan dunia industri.

Kegiatan berlangsung setiap hari mulai pukul 09.45 WIB hingga selesai dan dibagi menjadi dua tahapan utama, yakni pembelajaran daring dan pembelajaran luring.

Tahap pertama dilaksanakan secara online melalui MyLMS pada 22–25 September 2026 dengan fokus pada Knowledge & Industrial Insight.

Pada 22 September, siswa mendapatkan pemahaman mengenai penerapan keamanan siber di industri, berbagai peran profesi di bidang cyber security, serta jalur karier yang dapat ditempuh.

Selanjutnya, pada 23 September, materi diarahkan pada pengenalan berbagai ancaman dan serangan siber, termasuk malware, phishing, brute force, credential attacks, serta DoS/DDoS.

Pada 24 September, siswa mempelajari dasar-dasar keamanan jaringan yang meliputi firewall, access control, network segmentation, hingga server hardening.

Sementara pada 25 September, siswa diperkenalkan dengan konsep dasar security assessment, mulai dari identifikasi aset, pencatatan temuan keamanan, penilaian risiko, penyusunan mitigasi, hingga proses verifikasi.

Setiap sesi pembelajaran dilengkapi dengan studi kasus, kuis, refleksi, dan tugas analisis. Pendekatan tersebut dirancang agar siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki kesiapan sebelum memasuki sesi praktik.

Siswa Praktik Langsung melalui Cyber Security Lab

Tahap kedua dilaksanakan secara offline di lingkungan SMK Telkom Lampung.

Pada 28 September 2026, siswa mengikuti Hands-on Cyber Security Lab menggunakan jaringan simulasi. Praktik dilakukan melalui tahapan Identify → Analyze → Assess → Mitigate → Verify.

Dalam sesi tersebut, siswa melakukan berbagai aktivitas teknis, antara lain network discovery, identifikasi layanan, pencatatan temuan keamanan beserta bukti, basic hardening, serta pengaturan firewall dan access control.

Pembelajaran praktik memberikan pengalaman kepada siswa untuk memahami bagaimana proses identifikasi dan penanganan masalah keamanan dilakukan secara sistematis.

Seluruh aktivitas praktik dilaksanakan dalam lingkungan laboratorium yang terkontrol dengan tetap memperhatikan prinsip keamanan, etika, dan tanggung jawab dalam pembelajaran cyber security.

Mini Project Melatih Siswa Menyelesaikan Masalah Keamanan

Pada 29 September 2026, siswa bekerja secara berkelompok melalui Mini Project: Secure the Network.

Dalam proyek tersebut, siswa dihadapkan pada skenario keamanan jaringan yang harus dianalisis dan diselesaikan. Mereka melakukan perbaikan terhadap permasalahan yang ditemukan sekaligus menyusun laporan security assessment berdasarkan proses yang telah dilakukan.

Kegiatan kemudian ditutup pada 30 September 2026 melalui presentasi kelompok, sesi tanya jawab, serta ulasan dan umpan balik dari para pemateri Universitas Teknokrat Indonesia.

Melalui proses tersebut, siswa tidak hanya dituntut menyelesaikan persoalan teknis, tetapi juga belajar menyampaikan hasil analisis secara sistematis dan mempertanggungjawabkan solusi yang mereka tawarkan.

Baca Juga: LUAR BIASA !! Tiga Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Terpilih sebagai International Speaker pada The 8th Summer School 2026

Terapkan Project Based Learning untuk Bangun Portofolio Siswa

Program Industrial Cyber Security Learning Program menerapkan pendekatan Project Based Learning (PjBL) dengan komposisi pembelajaran yang terdiri atas 30 persen konsep, 20 persen studi kasus, 40 persen praktik dan proyek, serta 10 persen refleksi dan diskusi.

Komposisi tersebut memberikan porsi yang lebih besar pada praktik dan penyelesaian proyek sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang menyerupai situasi nyata di lingkungan kerja.

Melalui pendekatan tersebut, siswa dilatih mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, bekerja dalam tim, berkomunikasi, melakukan analisis, dan menyusun laporan teknis.

Hasil mini project dan laporan security assessment yang dikerjakan siswa juga dapat menjadi bagian dari portofolio pembelajaran, yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bukti pengalaman dan kompetensi ketika mereka melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

Mahathir: Bukti Nyata UTI Hadir sebagai Kampus Berdampak

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas keterlibatan dosen serta mahasiswa UTI dalam Industrial Cyber Security Learning Program di SMK Telkom Lampung.

Menurut Mahathir, kepercayaan yang diberikan kepada Universitas Teknokrat Indonesia untuk berperan sebagai guru tamu menjadi bukti bahwa kompetensi akademik dan pengalaman praktis yang dimiliki sivitas akademika UTI dapat memberikan kontribusi langsung bagi pendidikan vokasi.

“Kami sangat bangga dosen dan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia dipercaya SMK Telkom Lampung untuk berkontribusi sebagai guru tamu dalam Industrial Cyber Security Learning Program. Ini merupakan bukti nyata bahwa UTI sebagai kampus berdampak tidak hanya berfokus pada pengembangan kompetensi di lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga hadir memberikan manfaat bagi pendidikan vokasi,” ujar Mahathir.

Ia menilai materi yang diberikan sangat relevan dengan perkembangan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

“Materi From Cyber Security Fundamentals to Industrial Security Assessment sangat relevan dengan kebutuhan DUDI saat ini. Keamanan siber menjadi kompetensi yang semakin penting seiring berkembangnya transformasi digital. Kolaborasi seperti ini menjadi jembatan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri sehingga siswa memiliki gambaran yang lebih nyata mengenai kompetensi dan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja,” tambahnya.

Mahathir juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa UTI dalam mendampingi proses pembelajaran.

“Kami ingin mahasiswa Teknokrat tidak hanya menjadi peserta pembelajaran, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Keterlibatan mereka bersama dosen dalam kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat baik untuk membangun kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kolaborasi, dan tanggung jawab profesional,” ungkapnya.

Perkuat Link and Match Pendidikan dengan Dunia Industri

Keterlibatan Universitas Teknokrat Indonesia dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

Program ini juga memperkuat konsep link and match antara perguruan tinggi, sekolah vokasi, dan dunia industri.

Bagi siswa SMK Telkom Lampung, kegiatan tersebut memberikan gambaran lebih jelas mengenai bagaimana kompetensi jaringan komputer dapat berkembang menuju bidang keamanan siber dan security assessment.

Sementara bagi Universitas Teknokrat Indonesia, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperluas kontribusi akademik sekaligus membangun kolaborasi dengan institusi pendidikan yang memiliki fokus pada teknologi dan telekomunikasi.

Ke depan, kolaborasi semacam ini diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai program pembelajaran, pelatihan, sertifikasi, proyek teknologi, maupun kegiatan lain yang mempertemukan kebutuhan pendidikan dengan perkembangan dunia industri.

Selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Kegiatan Industrial Cyber Security Learning Program juga memiliki keterkaitan dengan sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

SDG 4: Pendidikan Berkualitas diwujudkan melalui kontribusi dosen dan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi. Pembelajaran berbasis industri memberikan pengalaman tambahan bagi siswa untuk memahami perkembangan teknologi dan kebutuhan kompetensi di dunia kerja.

Kegiatan ini juga mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pembekalan kepada 60 siswa mengenai keamanan jaringan, cyber security, dan security assessment. Kompetensi tersebut menjadi salah satu modal penting bagi generasi muda untuk memasuki pasar kerja yang semakin membutuhkan tenaga profesional di bidang teknologi informasi dan keamanan digital.

Selanjutnya, penerapan Project Based Learning dengan porsi 40 persen praktik dan proyek mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Pembelajaran yang berorientasi praktik membantu siswa memahami teknologi secara lebih aplikatif sekaligus menumbuhkan kemampuan menyelesaikan persoalan keamanan infrastruktur digital.

Sementara itu, kolaborasi antara Universitas Teknokrat Indonesia dan SMK Telkom Lampung menjadi bentuk implementasi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kemitraan antara perguruan tinggi dan pendidikan vokasi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang selaras dengan kebutuhan industri.

Membangun Generasi Muda yang Siap Menghadapi Tantangan Keamanan Digital

Industrial Cyber Security Learning Program di SMK Telkom Lampung menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah vokasi dapat menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi.

Melalui keterlibatan dosen dan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia, siswa memperoleh pengalaman mulai dari memahami dasar ancaman siber, keamanan jaringan, security assessment, hingga melakukan praktik dan menyelesaikan proyek keamanan dalam lingkungan laboratorium yang terkontrol.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa untuk mengembangkan kompetensi lebih lanjut serta mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia kerja dan industri yang semakin bergantung pada sistem digital.

Universitas Teknokrat Indonesia akan terus mendorong kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan dan dunia industri sebagai bagian dari komitmen membangun sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, beretika, dan siap menghadapi tantangan transformasi digital.

Kampus Berdampak, Kampus Sang Juara!

Baca Juga: JUARA NASIONAL !! Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Raih Juara Nasional Pada Kompetisi Newscasting SEESPA English Olympics 2026 di Universitas Sriwijaya

#KampusBerdampak
#MahasiswaBerdampak
#DosenBerdampak