ID
EN
Bandar Lampung – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Kampus Berdampak Terbaik di Lampung di forum akademik internasional. Tiga mahasiswa UTI berhasil terpilih sebagai International Speaker dalam kegiatan The 8th Summer School 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Lampung (Unila).
Ketiga mahasiswa tersebut berhasil lolos dalam proses seleksi paper yang kompetitif. Dari seluruh karya yang masuk, hanya 50 paper yang dinyatakan lolos untuk mengikuti kegiatan internasional tersebut. Universitas Teknokrat Indonesia berhasil menempatkan tiga mahasiswa sekaligus di antara peserta terpilih yang mewakili Indonesia dalam forum akademik yang mempertemukan peserta dari sejumlah negara.
The 8th Summer School 2026 mengusung tema “Southeast Asia and Southeast Europe: Strengthening Multidisciplinary & Transdisciplinary Studies in Social and Political Sciences.” Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 23–24 September 2026 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung.
Tiga mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia yang berhasil terpilih sebagai International Speaker berasal dari tiga program studi berbeda. Mereka adalah:
1. Sean Cassius Kevin Program Studi S1 Sastra Inggris
2. Amaka Diana Ojukwu Program Studi S1 Sistem Informasi
3. Rizky Ramadhani Program Studi S1 Management
Ketiganya mengangkat topik “Between Global Forces and Local Realities: Examining How Communities Respond to the Pressure of Globalization.”
Topik tersebut membahas hubungan antara kekuatan global dan realitas lokal, khususnya bagaimana masyarakat merespons berbagai tekanan yang muncul akibat proses globalisasi.
Keterlibatan mahasiswa dari tiga disiplin ilmu berbeda menunjukkan bahwa isu global dapat dikaji melalui perspektif multidisipliner. Sastra Inggris memberikan perspektif bahasa dan komunikasi lintas budaya, Sistem Informasi menghadirkan perspektif teknologi dan transformasi digital, sedangkan Manajemen memberikan sudut pandang ekonomi, organisasi, dan pengelolaan sumber daya.
Kolaborasi lintas bidang tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan mahasiswa untuk memahami persoalan global secara lebih komprehensif.
Keberhasilan tiga mahasiswa UTI menembus seleksi The 8th Summer School 2026 menjadi capaian yang membanggakan karena mereka harus bersaing dalam proses seleksi karya akademik sebelum mendapatkan kesempatan tampil sebagai International Speaker.
Dari proses seleksi tersebut, sebanyak 50 paper dinyatakan lolos untuk mengikuti kegiatan. Tiga mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia termasuk di dalamnya dan berkesempatan mempresentasikan gagasan akademiknya dalam forum yang mempertemukan peserta dari Indonesia dengan delegasi internasional dari Kroasia, Filipina, dan Singapura.
Kesempatan tersebut memberikan pengalaman akademik yang penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan menyusun gagasan ilmiah, melakukan kajian terhadap isu global, menyampaikan argumentasi, serta berkomunikasi dalam lingkungan akademik internasional.
Selain menjadi ajang presentasi ilmiah, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, bertukar perspektif dengan peserta dari negara lain, serta membangun jejaring akademik lintas negara.
Keikutsertaan tiga mahasiswa UTI dalam The 8th Summer School 2026 sekaligus memperlihatkan pentingnya kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan berbagai bidang ilmu untuk menjawab persoalan masyarakat modern.
Isu globalisasi tidak hanya berkaitan dengan satu bidang keilmuan. Perubahan pola komunikasi, perkembangan teknologi digital, dinamika ekonomi, perubahan budaya, serta hubungan sosial masyarakat saling berkaitan dan membutuhkan pendekatan yang multidisipliner.
Melalui forum internasional seperti Summer School, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis sekaligus belajar melihat sebuah persoalan dari berbagai perspektif.
Pengalaman menjadi International Speaker juga menjadi modal penting bagi mahasiswa dalam membangun kepercayaan diri, kemampuan komunikasi akademik, kemampuan presentasi, dan kesiapan menghadapi lingkungan profesional yang semakin terhubung secara global.
Keberhasilan ketiga mahasiswa tersebut tidak terlepas dari pendampingan dosen pembimbing yang turut memberikan arahan selama proses persiapan karya dan kegiatan.
Ketiga dosen pembimbing tersebut adalah:
1. Intan Hamzah, M.Pd.
2. Khairani Putri Salsya, M.Pd.
3. Alvi Raihan Utami, M.Pd.
Pendampingan dosen menjadi bagian penting dalam memastikan mahasiswa mampu menyusun karya secara sistematis, memperkuat argumentasi akademik, serta mempersiapkan diri untuk mempresentasikan gagasan di forum internasional.
Dukungan tersebut juga mencerminkan sinergi antara mahasiswa, dosen, program studi, serta institusi dalam membangun budaya akademik yang mendorong mahasiswa untuk berani tampil dan berprestasi di tingkat internasional.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas keberhasilan tiga mahasiswa UTI yang terpilih sebagai International Speaker dalam The 8th Summer School 2026.
Menurut Mahathir, keberhasilan tersebut menjadi capaian penting karena mahasiswa tidak hanya mengikuti kegiatan internasional, tetapi juga berhasil melewati proses seleksi paper dan mendapatkan kesempatan menyampaikan gagasan akademik di hadapan peserta dari berbagai negara.
“Kami sangat bangga atas pencapaian Sean Cassius Kevin, Amaka Diana Ojukwu, dan Rizky Ramadhani. Terpilihnya tiga mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia sebagai International Speaker menunjukkan bahwa mahasiswa kita memiliki kemampuan akademik, komunikasi, dan kepercayaan diri untuk tampil dalam forum internasional,” ujar Mahathir.
Ia menilai keterlibatan mahasiswa dari tiga program studi juga menunjukkan bahwa UTI terus mendorong pendidikan yang terbuka terhadap kolaborasi lintas disiplin.
“Kami terus mendorong mahasiswa untuk tidak hanya berprestasi di dalam kampus, tetapi juga berani membawa gagasan dan karya ke tingkat nasional maupun internasional. Pengalaman seperti ini sangat penting untuk membangun wawasan global, kemampuan komunikasi lintas budaya, serta kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja dan masyarakat global,” tambahnya.
Mahathir juga menyampaikan apresiasi kepada para dosen pembimbing dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan baik.
Keterlibatan mahasiswa UTI dalam The 8th Summer School 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi.
Forum akademik internasional memberikan ruang bagi mahasiswa untuk tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga memahami perspektif masyarakat dari negara dan latar belakang yang berbeda.
Pengalaman tersebut penting di tengah perkembangan dunia yang semakin terhubung. Lulusan perguruan tinggi tidak lagi hanya dituntut menguasai kompetensi sesuai bidang keilmuan, tetapi juga membutuhkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, adaptasi, berpikir kritis, dan memahami dinamika global.
Universitas Teknokrat Indonesia terus mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan berbagai kesempatan akademik, kompetisi, konferensi, summer school, student mobility, maupun kegiatan internasional lainnya sebagai bagian dari proses pengembangan kompetensi.
Keikutsertaan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia dalam The 8th Summer School 2026 memiliki keterkaitan erat dengan sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs).
Kegiatan ini secara langsung mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui pengembangan kemampuan akademik, literasi ilmiah, komunikasi, berpikir kritis, dan pengalaman belajar internasional bagi mahasiswa.
Keterlibatan tiga mahasiswa dari program studi yang berbeda juga mendukung semangat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, karena forum tersebut mempertemukan mahasiswa dan akademisi dari Indonesia dengan peserta internasional dari berbagai negara. Pertukaran pengetahuan dan gagasan lintas negara menjadi bagian penting dalam membangun jejaring akademik dan kolaborasi global.
Selain itu, pembahasan mengenai hubungan antara kekuatan global dan realitas lokal memiliki relevansi dengan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, terutama dalam memahami bagaimana perubahan global dapat memberikan dampak yang berbeda terhadap masyarakat dan bagaimana komunitas dapat membangun kemampuan adaptasi terhadap perubahan tersebut.
Pengembangan kompetensi mahasiswa yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan lingkungan profesional global juga sejalan dengan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Pengalaman menjadi International Speaker dapat menjadi bagian dari pengembangan soft skill dan kompetensi profesional yang dibutuhkan lulusan ketika memasuki dunia kerja.
Keberhasilan Sean Cassius Kevin, Amaka Diana Ojukwu, dan Rizky Ramadhani menjadi International Speaker pada The 8th Summer School 2026 menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia memiliki kesempatan untuk mengembangkan kompetensi melalui berbagai forum akademik.
Prestasi tersebut sekaligus memperkuat komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam membangun ekosistem pendidikan yang mendorong mahasiswa untuk aktif melakukan kajian, menghasilkan karya ilmiah, berkolaborasi lintas disiplin, serta berani membawa gagasan ke forum internasional.
Dengan dukungan Yayasan Pendidikan Teknokrat, pimpinan universitas, dosen, program studi, dan seluruh sivitas akademika, Universitas Teknokrat Indonesia akan terus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang, berprestasi, dan membangun jejaring global.
Capaian tiga mahasiswa tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi, memperkuat kemampuan akademik dan komunikasi, serta tidak ragu mengambil kesempatan untuk tampil di panggung nasional maupun internasional.
Universitas Teknokrat Indonesia terus berkomitmen mencetak generasi unggul, berwawasan global, adaptif terhadap perubahan, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.
#MahasiswaBerprestasi
#MahasiswaBerdampak
#MahasiswaTerbaikdiLampung
#KampusBerdampak
#KampusTerbaikdiLampung