Bandar Lampung – Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi catatan bersejarah dengan dilaksanakannya shalat Idul Fitri perdana di Masjid Agung Al Hijrah Kota Baru, Lampung. Kegiatan ini diprakarsai oleh Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. HM Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pengelola Masjid Al Hijrah.
Pelaksanaan shalat Idul Fitri tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh ribuan jamaah yang terdiri dari masyarakat sekitar, pekerja pembangunan masjid, keluarga, serta sivitas akademika Universitas Teknokrat Indonesia. Kehadiran jamaah yang memadati area masjid sejak pagi hari mencerminkan antusiasme dan kebahagiaan umat dalam menyambut hari kemenangan setelah menjalankan ibadah Ramadan.
Dalam pelaksanaannya, shalat Idul Fitri dipimpin oleh imam dari kalangan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia, yang menunjukkan peran aktif generasi muda dalam kegiatan keagamaan. Sementara itu, khutbah Idul Fitri disampaikan oleh Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M.
Dalam khutbahnya, khatib mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT serta memperkuat ukhuwah Islamiyah. Ia juga menekankan pentingnya nilai-nilai kepedulian sosial, seperti berbakti kepada orang tua, menunaikan zakat, serta saling memaafkan sebagai bagian dari kesempurnaan ibadah di hari yang fitri.
“Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama,” ujar Dr. Mahathir dalam khutbahnya.
Usai pelaksanaan shalat, suasana penuh kehangatan terlihat saat jamaah saling bersalaman dan bermaafan. Kegiatan dilanjutkan dengan pembagian zakat, infak, dan sedekah kepada jamaah serta masyarakat sekitar sebagai bentuk nyata kepedulian sosial.
Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. HM Nasrullah Yusuf, menyampaikan bahwa pelaksanaan shalat Idul Fitri pertama di Masjid Al Hijrah menjadi tonggak penting dalam perjalanan pembangunan masjid tersebut.
“Masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat syiar Islam, pendidikan, dan penguatan nilai-nilai keumatan yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama memakmurkan Masjid Al Hijrah melalui berbagai kegiatan ibadah, kajian keislaman, serta aktivitas sosial yang memberikan manfaat luas bagi umat.
Selain itu, pihak pengelola masjid turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan para pekerja pembangunan, yang telah berkontribusi dalam pembangunan masjid tersebut.
Ke depan, Masjid Agung Al Hijrah Kota Baru diharapkan dapat menjadi ikon baru Provinsi Lampung sebagai pusat dakwah, pendidikan Islam, serta destinasi wisata religi yang membawa manfaat bagi masyarakat luas.
Pelaksanaan shalat Idul Fitri di masjid yang masih dalam tahap pembangunan ini tidak hanya memiliki nilai simbolis, tetapi juga menunjukkan bahwa fungsi masjid sebagai pusat aktivitas umat telah mulai berjalan sejak dini. Hal ini menjadi bukti bahwa pembangunan fisik dapat berjalan seiring dengan pembangunan spiritual masyarakat.
Keterlibatan mahasiswa sebagai imam juga mencerminkan keberhasilan institusi pendidikan dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kapasitas kepemimpinan spiritual dan sosial.
Kegiatan ini juga memiliki relevansi kuat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya:
Kegiatan keagamaan yang menghadirkan ketenangan batin, kebersamaan, dan solidaritas sosial berkontribusi terhadap kesejahteraan mental dan spiritual masyarakat.
Keterlibatan mahasiswa sebagai imam dan bagian dari kegiatan keagamaan menunjukkan implementasi pendidikan karakter, kepemimpinan, dan nilai-nilai keislaman dalam praktik nyata.
Pembagian zakat, infak, dan sedekah menjadi bentuk nyata redistribusi kesejahteraan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Pembangunan Masjid Al Hijrah sebagai pusat kegiatan sosial dan keagamaan mendukung terciptanya ruang publik yang inklusif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari institusi pendidikan, pemerintah, hingga masyarakat, yang menunjukkan kolaborasi dalam membangun ekosistem sosial yang berkelanjutan.
Pelaksanaan shalat Idul Fitri perdana di Masjid Agung Al Hijrah Kota Baru menjadi simbol sinergi antara pembangunan fisik, spiritual, dan sosial. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat nilai keagamaan, tetapi juga menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pendekatan kemanusiaan dan kebersamaan.
Baca Juga: SHOLAT IDUL FITRI PERTAMA, TEKNOKRAT UKIR SEJARAH DI MASJID AGUNG AL HIJRAH KOTA BARU LAMPUNG