Pesawaran – Komitmen menghadirkan pendidikan berbasis praktik kembali ditunjukkan oleh Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung melalui pelaksanaan program magang berdampak bagi mahasiswa Program Studi S1 Teknik Sipil. Kegiatan ini dilaksanakan di proyek pembangunan Rumah Sakit Urip Sumoharjo yang berlokasi di wilayah Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran.
Program ini menjadi bagian penting dalam upaya perguruan tinggi untuk mengintegrasikan pembelajaran teoritis di kelas dengan pengalaman nyata di dunia kerja. Mahasiswa tidak hanya dibekali pengetahuan akademik, tetapi juga didorong untuk memahami langsung dinamika profesional di lapangan konstruksi.
Sejumlah dosen Teknik Sipil Teknokrat turut mengantarkan mahasiswa ke lokasi proyek sebagai bentuk tanggung jawab akademik. Kehadiran dosen tidak sekadar seremonial, tetapi juga memastikan bahwa mahasiswa memperoleh lingkungan belajar yang aman, relevan, dan memberikan nilai tambah secara profesional.
“Magang berdampak ini menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan teknis sekaligus memahami dunia kerja secara nyata,” ujar Ketua Program Studi S1 Teknik Sipil, Dr. Lilik Ariyanto.
Program magang ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan. Dalam periode tersebut, mahasiswa terlibat dalam berbagai aktivitas proyek, mulai dari pengamatan teknis hingga pemahaman sistem manajemen konstruksi.
Mahasiswa memperoleh kesempatan mempelajari berbagai tahapan pembangunan gedung bertingkat, seperti pekerjaan pondasi, struktur utama, hingga pekerjaan arsitektural dan mekanikal elektrikal. Selain itu, mereka juga mengamati langsung proses teknis seperti pemasangan bekisting, penulangan, dan pengecoran beton.
Tidak hanya aspek teknis, mahasiswa juga dibekali pemahaman tentang manajemen proyek, termasuk pengendalian waktu, biaya, dan mutu. Hal ini menjadi penting mengingat dunia konstruksi menuntut keseimbangan antara ketiga aspek tersebut.
Proyek pembangunan Rumah Sakit Urip Sumoharjo menjadi salah satu proyek strategis dalam peningkatan layanan kesehatan di wilayah Pesawaran. Saat ini, pembangunan telah mencapai tahap konstruksi lantai tiga, menunjukkan progres yang signifikan.
Pembangunan fasilitas kesehatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan akses layanan medis, tetapi juga memperkuat sistem kesehatan daerah. Proyek ini dikerjakan oleh PT. Ciba Kreasi Konsultan yang memiliki pengalaman dalam pembangunan gedung berskala besar.
Mahasiswa Teknokrat mendapatkan kesempatan berharga untuk belajar langsung dari para praktisi profesional di proyek tersebut, sehingga mampu memahami standar kerja industri konstruksi secara nyata.
Selama pelaksanaan magang, mahasiswa juga diarahkan untuk menjaga etika kerja, disiplin, serta menjunjung tinggi keselamatan kerja (K3). Lingkungan proyek konstruksi yang dinamis menuntut kemampuan adaptasi dan tanggung jawab yang tinggi.
“Mahasiswa tidak hanya dituntut cakap secara teknis, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, kerja tim, dan problem solving yang baik,” tambah Dr. Lilik Ariyanto.
Selain itu, interaksi dengan tenaga profesional di lapangan memberikan pengalaman berharga dalam memahami realitas dunia kerja, termasuk tantangan dan solusi yang dihadapi dalam pelaksanaan proyek konstruksi.
Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. HM Nasrullah Yusuf, memberikan apresiasi atas pelaksanaan program magang berdampak ini.
“Program ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap terjun ke dunia kerja dan berkontribusi dalam pembangunan nasional,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga harus diiringi dengan pembangunan kapasitas sumber daya manusia yang berkualitas.
Proyek pembangunan rumah sakit ini menjadi simbol sinergi antara dunia pendidikan dan industri. Di satu sisi, proyek ini menghadirkan fasilitas kesehatan bagi masyarakat, sementara di sisi lain menjadi laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa.
Kolaborasi ini diharapkan dapat terus dikembangkan agar semakin banyak mahasiswa yang memperoleh pengalaman langsung di lapangan, sehingga siap menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.
Kegiatan magang berdampak yang dilaksanakan mahasiswa Teknik Sipil Teknokrat memiliki kontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Dari sisi pembangunan infrastruktur, proyek rumah sakit mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dengan meningkatkan akses layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat. Selain itu, pembangunan ini juga sejalan dengan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan fasilitas yang modern dan berkelanjutan.
Dalam konteks pendidikan, keterlibatan mahasiswa dalam program magang berkontribusi pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) karena memberikan pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan industri. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengasah kompetensi profesional secara langsung.
Lebih jauh, proyek ini juga mendukung SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) dengan menghadirkan fasilitas publik yang strategis dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Bahkan, jika menerapkan konsep ramah lingkungan, pembangunan rumah sakit juga berpotensi mendukung SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui efisiensi energi dan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.
Di sisi lain, peran mahasiswa sebagai agen perubahan turut memperkuat implementasi SDGs melalui inovasi, edukasi, serta keterlibatan dalam praktik pembangunan berkelanjutan.
Melalui program magang berdampak ini, Universitas Teknokrat Indonesia tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Sinergi antara pendidikan, industri, dan pembangunan berkelanjutan menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi insinyur masa depan yang unggul dan berdaya saing global.
Baca Juga: