ID
EN
Bandar Lampung – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Berdampak Terbaik di Lampung kembali memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi keuangan dan membekali mahasiswa dengan pengetahuan praktis mengenai investasi. Upaya tersebut diwujudkan melalui Kuliah Umum Sekolah Pasar Modal Syariah bertema “Empowering Young Investors through Sharia Capital Market” yang digelar pada 1 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya FEB Universitas Teknokrat Indonesia dalam mempersiapkan mahasiswa agar tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memahami perkembangan industri keuangan, investasi, dan pasar modal syariah.
Kuliah umum diikuti mahasiswa FEB Universitas Teknokrat Indonesia dengan menghadirkan praktisi dari industri pasar modal nasional. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan teori yang diperoleh mahasiswa di kelas dengan pengalaman dan praktik langsung dari pelaku industri.
Kuliah umum menghadirkan Laraza Annisa, dari Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, yang menyampaikan materi mengenai Pengembangan Bisnis Syariah.
Selain itu, turut hadir Patrice Renaldi dari PT RHB Sekuritas Indonesia, yang juga merupakan alumni FEB Universitas Teknokrat Indonesia. Kegiatan tersebut dimoderatori oleh dosen FEB Marsi Feli Rizki, S.E., M.Ak.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Perwakilan BEI Lampung Hendi Prayogi serta Muhammad Ghailan Danish, selaku Koordinator Regional FoSSEI Sumbagsel.
Kehadiran para praktisi dan pemangku kepentingan industri pasar modal tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh wawasan langsung mengenai perkembangan pasar modal syariah, peluang investasi, sekaligus tantangan yang perlu dipahami oleh calon investor muda.
Pasar modal syariah menjadi salah satu alternatif instrumen keuangan yang dapat dipelajari dan dimanfaatkan generasi muda sesuai dengan prinsip syariah.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diperkenalkan pada konsep investasi yang menekankan aspek kepatuhan terhadap prinsip syariah, transparansi, serta pengambilan keputusan investasi berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Edukasi tersebut dinilai penting bagi generasi milenial dan Gen Z yang semakin dekat dengan berbagai layanan keuangan digital. Pemahaman yang memadai diharapkan dapat membantu mahasiswa membedakan antara investasi yang legal dan rasional dengan berbagai tawaran keuangan yang berisiko.
Kuliah umum juga mendukung pembelajaran pada mata kuliah Akuntansi dan Pasar Modal di lingkungan FEB. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep investasi secara teoritis, tetapi juga memperoleh perspektif langsung dari praktisi yang berkecimpung di industri pasar modal.
Penyelenggaraan Sekolah Pasar Modal Syariah memiliki sejumlah tujuan utama, terutama dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap pengelolaan keuangan dan instrumen investasi berbasis syariah.
Pertama, kegiatan ini mendorong peningkatan literasi keuangan syariah sejak usia muda sehingga mahasiswa memiliki pemahaman mengenai berbagai instrumen investasi sebelum mengambil keputusan finansial.
Kedua, edukasi pasar modal syariah diharapkan dapat mendukung inklusi keuangan, dengan memperkenalkan instrumen investasi yang dapat dipelajari dan dimanfaatkan masyarakat sesuai dengan prinsip syariah.
Ketiga, kegiatan ini diarahkan untuk membentuk calon investor yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab, sehingga keputusan investasi tidak semata-mata didasarkan pada tren atau ajakan pihak lain, tetapi melalui pemahaman mengenai risiko, legalitas, karakteristik produk, dan tujuan keuangan.
Dalam kuliah umum tersebut, mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai sejumlah instrumen yang tersedia dalam pasar modal syariah.
Saham syariah merupakan instrumen yang memberikan kepemilikan atas suatu perusahaan yang memenuhi kriteria dan ketentuan syariah. Mahasiswa diperkenalkan pada pentingnya memahami karakteristik perusahaan serta kriteria syariah sebelum mengambil keputusan investasi.
Reksa dana syariah menjadi salah satu instrumen yang dapat dipertimbangkan investor pemula karena dana investor dikelola secara kolektif oleh Manajer Investasi profesional sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Instrumen tersebut juga dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk mulai mengenal investasi dengan nominal yang relatif terjangkau sesuai dengan produk dan ketentuan yang tersedia.
Mahasiswa juga diperkenalkan pada sukuk, baik sukuk negara maupun sukuk korporasi, sebagai salah satu instrumen investasi berbasis syariah yang memiliki struktur dan mekanisme berbeda dari saham maupun reksa dana.
Pemahaman mengenai karakteristik setiap instrumen menjadi penting agar calon investor dapat memilih produk sesuai dengan tujuan, kemampuan finansial, serta profil risiko masing-masing.
Selain memahami instrumen investasi, mahasiswa juga mendapatkan sejumlah prinsip dasar yang perlu diperhatikan sebelum mulai berinvestasi.
Calon investor dianjurkan terlebih dahulu memiliki dana darurat dan memastikan kebutuhan keuangan utama telah terpenuhi sebelum mengalokasikan dana untuk investasi.
Bagi pemula, investasi dapat dimulai secara bertahap dengan nominal yang sesuai kemampuan. Reksa dana syariah menjadi salah satu instrumen yang dapat dipelajari sebagai pilihan awal, dengan tetap memperhatikan karakteristik dan risiko produk.
Mahasiswa juga diperkenalkan dengan prinsip 2L, yakni Legal dan Logis. Artinya, calon investor perlu memastikan legalitas produk dan penyelenggara sekaligus mempertimbangkan apakah tawaran keuntungan yang diberikan masuk akal.
Penggunaan platform investasi juga harus dilakukan melalui perusahaan sekuritas atau penyedia layanan yang resmi dan terdaftar sesuai ketentuan regulator.
Dengan pemahaman tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjadi investor yang lebih berhati-hati dan tidak mudah terpengaruh oleh tawaran investasi yang tidak jelas.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., memberikan apresiasi atas terselenggaranya Kuliah Umum Sekolah Pasar Modal Syariah.
Menurut Mahathir, edukasi investasi syariah menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi perkembangan industri keuangan sekaligus membangun kemandirian finansial generasi muda.
“FEB Universitas Teknokrat Indonesia terus berinovasi untuk mencetak mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki literasi finansial syariah. Kuliah Umum Sekolah Pasar Modal Syariah dengan tema Empowering Young Investors ini sangat strategis karena memberikan dukungan langsung terhadap pembelajaran Akuntansi dan Pasar Modal,” ujar Mahathir.
Ia menilai mahasiswa perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai investasi agar mampu mengambil keputusan keuangan secara rasional, bertanggung jawab, dan sesuai dengan prinsip yang diyakini.
“Kami berharap mahasiswa dapat tumbuh menjadi investor muda syariah yang cerdas, berintegritas, memahami risiko, serta mampu mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan dan informasi yang benar. Kompetensi seperti ini penting untuk menghadapi perkembangan industri keuangan syariah di tingkat nasional,” lanjutnya.
Mahathir juga mengapresiasi kehadiran praktisi dari Bursa Efek Indonesia dan PT RHB Sekuritas Indonesia dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, keterlibatan pelaku industri memberikan nilai tambah bagi proses pembelajaran karena mahasiswa dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi dan kebutuhan dunia kerja secara langsung.
“Kehadiran narasumber dari BEI dan RHB Sekuritas yang difasilitasi FEB merupakan bentuk nyata sinergi antara dunia akademik dan industri. Kolaborasi seperti ini perlu terus diperkuat agar mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang relevan dengan perkembangan industri sekaligus memiliki kesiapan menghadapi dunia profesional,” katanya.
Kehadiran Patrice Renaldi yang merupakan alumni FEB Universitas Teknokrat Indonesia juga menjadi contoh keterhubungan antara pendidikan tinggi dan dunia profesional.
Pengalaman alumni yang telah berkarier di industri pasar modal dapat menjadi inspirasi sekaligus memberikan perspektif kepada mahasiswa mengenai peluang pengembangan karier di sektor keuangan.
Penyelenggaraan Kuliah Umum Sekolah Pasar Modal Syariah menunjukkan upaya FEB Universitas Teknokrat Indonesia untuk memperkuat pembelajaran yang mengintegrasikan teori dan praktik.
Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami konsep akuntansi dan pasar modal melalui buku maupun perkuliahan, tetapi juga diberikan kesempatan untuk berdialog langsung dengan praktisi dan memahami perkembangan industri.
Model pembelajaran tersebut diharapkan dapat membangun kemampuan analitis mahasiswa sekaligus meningkatkan kesiapan mereka menghadapi dunia kerja, khususnya pada sektor keuangan, perbankan, investasi, dan pasar modal.
Bagi mahasiswa, literasi investasi juga menjadi bekal penting dalam membangun perencanaan keuangan pribadi yang lebih terarah sejak usia muda.
Kegiatan Sekolah Pasar Modal Syariah juga memiliki keterkaitan dengan komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Dari aspek pendidikan, kegiatan ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berbasis praktik dengan menghadirkan pelaku industri sebagai narasumber. Mahasiswa memperoleh wawasan yang melengkapi materi perkuliahan sekaligus memperluas pemahaman mengenai penerapan ilmu di dunia profesional.
Dari sisi ekonomi, penguatan literasi investasi dan keuangan syariah sejalan dengan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Mahasiswa dipersiapkan agar memiliki pemahaman finansial dan kompetensi yang relevan dengan perkembangan industri keuangan syariah.
Kegiatan ini juga berkaitan dengan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, terutama melalui upaya memperluas akses pengetahuan mengenai instrumen keuangan syariah kepada generasi muda serta memperkenalkan alternatif investasi yang dapat dipelajari sesuai kemampuan masing-masing.
Sementara itu, kolaborasi antara Universitas Teknokrat Indonesia, Bursa Efek Indonesia, PT RHB Sekuritas Indonesia, FoSSEI Sumbagsel, dan para praktisi pasar modal mencerminkan semangat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Melalui Kuliah Umum Sekolah Pasar Modal Syariah, FEB Universitas Teknokrat Indonesia terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun literasi keuangan generasi muda.
Mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk memahami teori ekonomi dan bisnis, tetapi juga diberikan kesempatan mengenal instrumen investasi, memahami risiko, mengenali legalitas produk, serta membangun kebiasaan mengambil keputusan finansial berdasarkan informasi yang tepat.
Kegiatan bertema “Empowering Young Investors through Sharia Capital Market” tersebut menjadi bagian dari langkah FEB Universitas Teknokrat Indonesia dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki pengetahuan, integritas, dan kesiapan menghadapi perkembangan industri keuangan syariah.
Dengan memperkuat sinergi antara akademisi dan industri, Universitas Teknokrat Indonesia terus mendorong lahirnya mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki literasi finansial dan mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan ekonomi syariah di Indonesia.
Kampus Berdampak, Kampus Sang Juara.
Baca Juga: MEMBANGGAKAN !! Mahasiswi Teknokrat Wakili Lampung di Ajang Nasional Putri Hijabfluencer 2026