Kampus Inovasi Indonesia: Mahasiswa Universitas Teknokrat Ciptakan Aeromodelling Pesawat Komersil & Tempur

Pesawat Aeromodeling Karya mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) sebagai kampus inovasi indonesia, dipamerkan pada Expo Akademik 2024 yang diselenggarakan oleh Universitas Teknokrat Indonesia, di Student Center DR. HM Nasrullah Yusuf, MBA.

Sebuah pesawat terbang kendali jarak jauh yang dibuat oleh Firman Fahrudin, mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Teknokrat Indonesia angkatan 2020, berasal dari Desa Bandar Agung, Kecamatan Bandar Sribawono, Kabupaten Lampung Timur. Pesawat terbang RC ini memiliki skala 1:100 dari pesawat asli, biasa disebut juga sebagai Aeromodeling, yang umumnya dikendalikan oleh gelombang radio dengan remote control oleh pilot di darat.

Pesawat RC yang diciptakan oleh Firman memiliki ukuran jumbo, yaitu 350 x 300 cm, menggunakan styrofoam dan multiplex tambahan. Untuk pasokan listriknya, menggunakan baterai dengan daya dorong menggunakan motor brushless pada kedua sayapnya. Aeromodelling yang dibuat berupa pesawat komersil tipe Boeing 737 dan Pesawat Stealth serta Pesawat nirawak.

Baca juga : Keren! Universitas Teknokrat Indonesia Kembali Raih Peringkat 1 Internasional Impact Webometrics

Menurut Firman, saat ini pesawat aeromodeling banyak digunakan untuk fotografi udara, pemetaan pemantauan, dan bahkan banyak digunakan di bidang militer, yang saat ini menjadi isu hangat di berbagai negara. Penggunaannya yang luas tentu diiringi oleh kemajuan dan pengembangan sistem kontrol otomatis pada pesawat sehingga pilot hanya perlu memasukkan data posisi di mana pesawat harus terbang, dan pesawat akan terbang mengikuti jalur tanpa perlu dikendalikan secara langsung oleh pilot. Teknologi ini dikenal sebagai drone (pesawat tanpa awak).

Firman mengatakan bahwa para penggemar aeromodeling yang ingin memulai aktivitas ini dapat mengunjungi atau menghubungi asosiasi aeromodeling setempat atau terdekat untuk informasi dan panduan teknis. Selain itu, informasi dapat diperoleh melalui media cetak dan elektronik tentang dirgantara secara umum dan aeromodeling secara khusus.

Baca juga : Mahasiswa Teknokrat Sukses Lolos Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) Kemendikbudristek 2024

Ia mengungkapkan bahwa di Indonesia, terdapat sebuah komunitas bernama “Komunitas Aeromodeling Indonesia (KAI)” yang bertujuan untuk mengakomodasi para hobiis aeromodeling Indonesia dan didirikan pada tahun 2015. “Di dalam komunitas ini, kami sering berbagi pengetahuan tentang aeromodeling,” ungkap Firman.

Untuk pesawat aeromodeling sendiri, terdapat dua jenis, yaitu jalur pandangan mata (LOST sejauh mata memandang) dan tampilan pandangan pertama (FPV). Sesuai dengan kebutuhan dengan penambahan elektronik yang lebih baik, dan untuk ketinggian maksimum, yaitu 120 m. Harga aeromodeling yang paling umum di kalangan hobiis adalah 2 juta untuk tipe standar dengan lebar 100-150 cm.

Keberadaan pesawat aeromodeling yang dibuat oleh Firman, yang juga dipamerkan di Expo Akademik, mendapat perhatian khusus dan apresiasi dari Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, SE, MM. Mahathir menyatakan bahwa pesawat aeromodeling dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berinovasi.