PENDAFTARAN

KAMPUS BERDAMPAK !! Mahasiswa Terbaik Universitas Teknokrat Indonesia Ciptakan Smart Weather Station Berbasis IoT untuk Sistem Peringatan Dini Cuaca

Bandar Lampung – Mahasiswa terbaik Program Studi S1 Teknik Komputer Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) kembali menunjukkan kemampuan dalam menghasilkan inovasi teknologi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Empat mahasiswa terbaik UTI berhasil mengembangkan Smart Weather Station berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang sebagai salah satu sistem pendukung Early Warning System (EWS) untuk pemantauan kondisi cuaca dan lingkungan secara real time.

Baca Juga:

Inovasi tersebut dikembangkan sebagai upaya memanfaatkan teknologi IoT untuk menghadirkan sistem pemantauan lingkungan yang mampu mengukur dan mengintegrasikan berbagai parameter cuaca dalam satu perangkat. Teknologi ini diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi pendukung dalam mengidentifikasi perubahan kondisi cuaca yang berpotensi berkembang menjadi kondisi ekstrem.

Integrasikan Berbagai Parameter Cuaca dan Lingkungan

Smart Weather Station yang dikembangkan mahasiswa terbaik UTI dilengkapi dengan sejumlah sensor untuk memperoleh data kondisi lingkungan secara langsung.

Sistem tersebut mampu melakukan pemantauan terhadap beberapa parameter cuaca, antara lain suhu, kelembapan, tekanan atmosfer, intensitas cahaya, kecepatan angin, serta curah hujan.

Tidak hanya parameter cuaca, perangkat tersebut juga memiliki kemampuan untuk memantau kualitas udara, khususnya konsentrasi karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (CO₂).

Berbagai data yang diperoleh dari sensor kemudian dikumpulkan dan diproses secara terintegrasi melalui teknologi IoT sehingga informasi mengenai kondisi lingkungan dapat dipantau secara real time.

Kemampuan tersebut memungkinkan sistem menghasilkan data yang dapat dimanfaatkan sebagai informasi pendukung untuk mengamati perubahan kondisi cuaca dan lingkungan secara lebih cepat dan terukur.

Telah Diserahkan kepada BMKG untuk Uji Coba

Sebagai bagian dari proses pengembangan dan validasi teknologi, Smart Weather Station hasil karya mahasiswa terbaik UTI telah diserahkan kepada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Radin Inten II.

Perangkat tersebut selanjutnya memasuki tahap uji coba dan evaluasi untuk mengetahui kinerja serta tingkat akurasi sistem ketika digunakan pada kondisi lingkungan sebenarnya.

Tahap pengujian tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan teknologi karena memungkinkan tim mengetahui performa perangkat berdasarkan kondisi lapangan sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek yang masih dapat disempurnakan.

BMKG Apresiasi Potensi Inovasi Mahasiswa

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Kelas I Radin Inten II, Rudi Harianto, S.Kom., M.Si., memberikan apresiasi terhadap inovasi Smart Weather Station yang dikembangkan mahasiswa terbaik Universitas Teknokrat Indonesia.

Menurutnya, integrasi berbagai parameter cuaca dan lingkungan dalam sebuah perangkat berbasis IoT memiliki potensi untuk terus dikembangkan sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

“Inovasi mahasiswa yang mengintegrasikan berbagai parameter cuaca dan lingkungan dalam sebuah perangkat berbasis IoT memiliki potensi untuk terus dikembangkan,” ujar Rudi Harianto.

Apresiasi tersebut menjadi dorongan bagi mahasiswa dan tim pengembang untuk terus meningkatkan kemampuan sistem, terutama dari sisi akurasi sensor, pengolahan data, dan pemanfaatannya dalam mendukung pemantauan kondisi lingkungan.

Baca Juga:

Dosen Terbaik Dorong Implementasi Ilmu Menjadi Solusi Nyata

Dosen terbaik Universitas Teknokrat Indonesia sekaligus pembimbing pengembangan Smart Weather Station, Yuri Rahmanto, M.Kom., mengatakan bahwa inovasi tersebut merupakan bentuk implementasi keilmuan mahasiswa Teknik Komputer, khususnya pada bidang Internet of Things dan sistem cerdas.

“Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai teori dan pemrograman, tetapi juga didorong untuk menghasilkan teknologi yang dapat menjawab kebutuhan nyata di masyarakat. Smart Weather Station ini merupakan salah satu bentuk implementasi IoT untuk melakukan pemantauan lingkungan secara real time,” ujar Yuri.

Menurutnya, pembelajaran berbasis proyek memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami proses pengembangan teknologi secara lebih komprehensif, mulai dari perancangan perangkat, pemrograman, integrasi sensor, pengolahan data, hingga proses pengujian di lapangan.

Ia menambahkan, kerja sama dengan BMKG menjadi bagian penting dalam proses pengembangan Smart Weather Station. Melalui uji coba secara langsung, mahasiswa memperoleh pengalaman untuk menguji performa perangkat sekaligus melakukan penyempurnaan berdasarkan kebutuhan dan kondisi nyata di lapangan.

Empat Mahasiswa Terbaik di Balik Pengembangan Smart Weather Station

Smart Weather Station tersebut dikembangkan oleh empat mahasiswa terbaik Program Studi S1 Teknik Komputer Universitas Teknokrat Indonesia, yakni Aji Priyangga, Galuh Abada, Abdu Razak Al Fatah, dan Moris Cahyadi.

Keempat mahasiswa tersebut mengembangkan perangkat di bawah bimbingan dosen terbaik UTI, Yuri Rahmanto, M.Kom.

Kolaborasi antara mahasiswa dan dosen dalam pengembangan inovasi tersebut menunjukkan bagaimana proses pendidikan tinggi dapat diarahkan untuk menghasilkan karya yang menggabungkan kemampuan akademik, kreativitas, teknologi, dan penyelesaian persoalan nyata.

Wakil Rektor Apresiasi Inovasi Berbasis Teknologi

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., turut memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dikembangkan mahasiswa terbaik tersebut.

Menurut Mahathir, pengembangan Smart Weather Station menjadi contoh bahwa mahasiswa perlu diberikan ruang untuk mengembangkan ilmu pengetahuan menjadi teknologi yang memiliki manfaat nyata.

“Kami tentu bangga melihat mahasiswa mampu menghasilkan inovasi yang tidak berhenti pada prototipe pembelajaran, tetapi mulai diarahkan untuk diuji dan dikembangkan bersama lembaga yang memiliki kompetensi di bidangnya. Kolaborasi dengan BMKG menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa,” ujar Mahathir.

Ia menilai pengembangan teknologi berbasis IoT, sistem cerdas, dan pemantauan lingkungan memiliki prospek yang penting seiring meningkatnya kebutuhan terhadap data yang cepat dan akurat dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan.

“Kami mendorong mahasiswa untuk terus berinovasi, melakukan penyempurnaan, dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak agar teknologi yang dihasilkan semakin matang dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” tambahnya.

Perkuat Budaya Inovasi dan Riset Terapan

Pengembangan Smart Weather Station sekaligus memperkuat komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam membangun budaya inovasi dan riset terapan di lingkungan akademik.

Karya tersebut menjadi salah satu contoh penerapan kompetensi mahasiswa dalam bidang Internet of Things, embedded system, sistem cerdas, sensor, pengolahan data, serta pemantauan lingkungan.

Melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek dan kolaborasi dengan mitra eksternal, mahasiswa mendapatkan pengalaman untuk memahami bahwa pengembangan teknologi tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga proses pengujian, evaluasi, validasi, serta kemampuan menyesuaikan teknologi dengan kebutuhan pengguna.

Berpotensi Dikembangkan sebagai Sistem Pendukung Peringatan Dini

Ke depan, Smart Weather Station diharapkan dapat terus dikembangkan melalui peningkatan akurasi sensor, penguatan sistem pengolahan dan analisis data, serta integrasi mekanisme peringatan dini yang lebih optimal.

Pengembangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan perangkat dalam menyajikan informasi kondisi cuaca dan lingkungan secara real time sekaligus membuka peluang pemanfaatan data sebagai salah satu bahan pendukung pengambilan keputusan dalam menghadapi risiko cuaca ekstrem.

Namun, tahap pengujian dan evaluasi tetap menjadi bagian penting sebelum teknologi dapat digunakan pada skala yang lebih luas. Validasi terhadap akurasi data dan keandalan perangkat diperlukan agar informasi yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan.

Selaras dengan Target Pembangunan Berkelanjutan

Pengembangan Smart Weather Station juga sejalan dengan komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Inovasi ini memiliki keterkaitan kuat dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui pengembangan teknologi IoT dan sistem cerdas yang diarahkan untuk mendukung kebutuhan pemantauan lingkungan dan infrastruktur informasi.

Pemantauan kondisi cuaca dan lingkungan juga mendukung SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, terutama dalam konteks penguatan kapasitas masyarakat dan pemangku kepentingan dalam menghadapi risiko lingkungan serta perubahan kondisi cuaca.

Selain itu, pemantauan parameter lingkungan dan kualitas udara memiliki relevansi dengan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, karena ketersediaan data lingkungan yang lebih baik dapat mendukung upaya peningkatan kesadaran, pemantauan, dan kesiapsiagaan terhadap risiko yang berkaitan dengan perubahan iklim dan cuaca ekstrem.

Dari sisi pendidikan, proses pengembangan inovasi tersebut juga mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, karena mahasiswa memperoleh pengalaman pembelajaran yang mengintegrasikan teori, praktik, penelitian, inovasi, dan penyelesaian persoalan nyata.

Dari Kampus untuk Menjawab Tantangan Masyarakat

Kehadiran Smart Weather Station menjadi bukti bahwa mahasiswa terbaik Universitas Teknokrat Indonesia terus didorong untuk menjadi problem solver melalui pemanfaatan teknologi.

Kolaborasi mahasiswa, dosen terbaik, dan BMKG dalam proses pengembangan serta pengujian teknologi juga menunjukkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga profesional dalam menghasilkan inovasi yang lebih relevan dan aplikatif.

Universitas Teknokrat Indonesia akan terus mendorong lahirnya karya-karya inovatif yang memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk menjawab kebutuhan masyarakat, memperkuat kualitas pembelajaran, serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Melalui Smart Weather Station, mahasiswa terbaik UTI tidak hanya membuktikan kemampuan dalam mengembangkan teknologi, tetapi juga menunjukkan semangat untuk menghadirkan inovasi yang memiliki potensi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Baca Juga:

#KampusBerdampak
#MahasiswaBerdampak
#KampusBerdampakTerbaikdiLampung
#DosenBerdampak