PENDAFTARAN

UTI PKM Pokdakan Lele di Gedong Tataan Dalam Penerapan Smart Feeding

  • By
  • 11 October

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Teknokrat Indonesia, bersama dengan para Dosen dan Mahasiswa dari Program Studi S1 Teknik Komputer di Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Teknokrat Indonesia, telah melaksanakan kegiatan PKM di Kelompok Budidaya Ikan Lele Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, pada hari Senin (09/10).

Kegiatan PKM ini memiliki tema, yakni Penerapan Teknologi Smart Feeding untuk Meningkatkan Hasil Panen dan Pendapatan Serta Digitalisasi Pemasaran.

Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) yang menjadi mitra dalam PKM ini adalah Pokdakan Agung Karya Tirta, yang berlokasi di Dusun Adimulyo 1, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran. Jarak antara lokasi mitra dan perguruan tinggi pengusul adalah sekitar 27,7 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 51 menit.

Baca juga : Menyelamatkan Kehidupan Digital Anda Melalui Rekayasa Perangkat Lunak Berkelanjutan

Tim PKM dari Universitas Teknokrat Indonesia terdiri dari tiga dosen dan dua mahasiswa. Anggota tim PKM ini adalah S. Samsugi, S.Kom., M.Eng., Styawati, S.T., M.Cs., Hilma Putri Fidyandini, S.Pi., M.Si., serta dua mahasiswa, yaitu Feby Amanda dan Irsa Zuarsa.

Menurut Ibu Sayekti, yang merupakan ketua Kelompok Budidaya Ikan Agung Karya Tirta, PKM ini sangat membantu dan memudahkan dalam memberi pakan kepada ikan, terutama saat hujan, karena dia dapat memberi makan ikan melalui handphone.

Dalam budidaya ikan lele, masalah terkait makanan dan suplemen sangat penting. Pemberian suplemen bertujuan untuk meningkatkan stamina ikan dan pertumbuhannya. Selanjutnya, perlu diatur jenis pakan, jumlahnya, serta cara dan pola pemberiannya.

Setelah semua proses tersebut berjalan, pengawasan rutin diperlukan untuk mendeteksi gangguan hama dan penyakit pada ikan lele sejak dini. Pengawasan juga mencakup kondisi air kolam dan kesehatan ikan lele.

Keuntungan dari sistem pemberian pakan otomatis dan terjadwal adalah mengurangi keterlambatan dalam memberikan pakan, serta memastikan jumlah pakan sesuai dengan kebutuhan ikan di kolam. Sistem ini juga menjaga kualitas air kolam dengan bantuan sensor PH dan kekeruhan air.

Baca juga : UTI Sebut Virtual Reality Bisa Ketahui Kemampuan Fisik Siswa saat Ikut Berolahraga

Dengan adanya Sensor Oksigen, kondisi oksigen dalam kolam dapat dipantau untuk mencegah kekurangan oksigen pada ikan. Selain itu, aplikasi pemasaran dan berbagi informasi membantu meningkatkan jangkauan pemasaran hasil panen.

Dengan teknologi IoT, pengawasan terhadap kolam dapat dilakukan melalui telepon genggam atau perangkat komputer seperti laptop atau personal komputer di mana saja, selama terhubung dengan internet.

Keunggulan penggunaan IoT adalah kemudahan dalam pengawasan dan pengelolaan data, mulai dari penggunaan pakan, suhu air, PH rata-rata, hingga kadar oksigen, karena semua data akan disimpan dalam database yang dapat diolah menjadi laporan dan digunakan untuk mengambil kebijakan terkait perkembangan usaha.