PENDAFTARAN

Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Kenalkan Kecerdasan Buatan kepada Pramuka SMA Al Kautsar Lewat Workshop “Sigma Future Skills”

Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Kampus Terbaik di Lampung kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas literasi teknologi digital di kalangan pelajar melalui kegiatan edukatif berbasis inovasi. Kali ini, UTI menerima kunjungan dari Gerakan Pramuka Gugus Depan 11.021–11.022 Pangkalan Yayasan Al Kautsar Bandar Lampung dalam sebuah workshop bertajuk “Sigma Future Skills: AI Workshop”, Sabtu (25/4/2026).

Baca Juga: Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Perkuat Reputasi Global, Ratusan Publikasi Dosen Tembus Indeks SCOPUS

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus UTI ini dirancang untuk memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis mengenai kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kepada siswa sekolah menengah atas. Workshop dimulai pukul 13.15 WIB dengan menghadirkan narasumber utama, Ridwan Mahenra, S.Kom., M.Cs.(AI), yang merupakan akademisi UTI sekaligus Ketua Center of Excellence Artificial Intelligence (NeuroMind).

Dalam pemaparannya, Ridwan menekankan bahwa teknologi AI tidak lagi menjadi sesuatu yang eksklusif atau sulit dipahami oleh pelajar. Melalui pendekatan pembelajaran “From Zero to Hero”, peserta diajak memahami konsep dasar seperti Machine Learning dan Computer Vision secara sederhana dan aplikatif.

“Kami ingin mengubah paradigma bahwa AI itu rumit. Dengan pendekatan yang tepat, siswa bisa belajar dan bahkan menciptakan inovasi berbasis AI sejak dini,” ujar Ridwan di hadapan peserta.

Tidak hanya teori, para peserta juga terlibat langsung dalam praktik menggunakan platform Google Teachable Machine. Dengan mengusung tema “AI Pendeteksi Atribut Pramuka”, siswa diajak melatih sistem komputer untuk mengenali atribut seperti hasduk melalui kamera secara real-time tanpa perlu kemampuan pemrograman.

Pendekatan hands-on ini mendapat respons positif dari peserta. Selain meningkatkan pemahaman teknis, kegiatan ini juga membangun rasa percaya diri siswa dalam memanfaatkan teknologi modern secara kreatif dan produktif.

Lebih jauh, workshop ini juga menekankan pentingnya etika dalam penggunaan kecerdasan buatan. Ridwan mengingatkan bahwa AI harus dimanfaatkan sebagai alat bantu (co-pilot) dalam proses belajar, bukan sebagai sarana instan untuk menyelesaikan tugas tanpa pemahaman.

“AI harus digunakan secara bijak. Siswa tetap perlu berpikir kritis dan memverifikasi informasi agar tidak terjebak pada misinformasi atau konten yang menyesatkan,” tegasnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Universitas Teknokrat Indonesia dalam memperkuat kolaborasi dengan institusi pendidikan di Lampung, sekaligus mendukung transformasi pendidikan berbasis teknologi.

Dukungan juga datang dari pimpinan universitas. Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi era digital.

“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan program edukatif yang relevan dengan perkembangan teknologi. Melalui kegiatan seperti ini, siswa tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu menjadi inovator di masa depan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan zaman.

Kunjungan edukatif ini diharapkan dapat menjadi awal dari kerja sama berkelanjutan antara Universitas Teknokrat Indonesia dan berbagai institusi pendidikan, khususnya dalam pengembangan keterampilan abad ke-21 yang meliputi literasi digital, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis.

Dukungan terhadap Program SDGs

Kegiatan “Sigma Future Skills: AI Workshop” ini secara nyata mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dengan menghadirkan pembelajaran berbasis teknologi yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi pada SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengenalan teknologi kecerdasan buatan sejak dini, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan institusi pendidikan menengah dalam menciptakan generasi muda yang siap menghadapi tantangan global di era digital.

Baca Juga: Mahasiswa Teknokrat Kampus Terbaik di Lampung Borong Medali di Kejuaraan Pencak Silat Gubernur Cup I 2026

#KampusTerbaikdiLampung
#KampusBerdampak