PENDAFTARAN

Staf Khusus Wakil Presiden, Achmad Adhitya Jelaskan Pentingnya Penguasaan Kecerdasan Buatan (AI)

Bandar Lampung – Achmad Adhitya, Tim Staf Khusus Wakil Presiden, mendorong mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia untuk lebih mengenal dan menguasai teknologi kecerdasan buatan (AI). Ia menegaskan bahwa di masa depan, AI akan terus berkembang dan berperan penting dalam berbagai sektor, termasuk sektor publik.

Baca Juga: Universitas Teknokrat Indonesia Raih Hibah Skema Dorongan Teknologi (Pakar/Pengkaji) Terbanyak di Sumbagsel

Adhitya mendorong para mahasiswa untuk memahami dan menguasai teknologi kecerdasan buatan, terutama untuk menjawab kebutuhan publik di masa mendatang. Ia menilai Universitas Teknokrat Indonesia memiliki potensi besar dalam mencetak lulusan yang unggul di bidang AI, mengingat fokus utama kampus ini memang terarah pada penguasaan teknologi.

Itulah garis besar pemaparan Achmad Adhitya, alumnus SMAN 2 Bandar Lampung, saat menjadi narasumber dalam Seminar Program Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Teknokrat Indonesia yang digelar di Gelanggang Mahasiswa Dr. HM Nasrullah Yusuf.

Baca Juga: Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Nasrullah Yusuf Lepas Atlet Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional XIX Jawa Tengah, Bawa Nama Baik Kampus Sang Juara

Lulusan Universitas Leiden, Belanda, ini menjelaskan bahwa di masa depan, teknologi kecerdasan buatan (AI) juga akan dimanfaatkan dalam bidang kesehatan, salah satunya untuk layanan konsultasi medis. Ia mencontohkan pengalamannya saat mengunjungi sebuah rumah sakit di Tiongkok.

Menurut Adhitya, di rumah sakit tersebut pasien tidak lagi dilayani langsung oleh dokter, melainkan oleh hologram berbasis AI yang mampu mendengarkan keluhan, memberikan saran medis, hingga menyarankan obat. Hanya dengan mendengarkan penjelasan pasien secara detail, teknologi AI ini dapat mendiagnosis penyakit dan memberikan resep obat yang sesuai.

Adhitya menyampaikan bahwa pada tahun ini, pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menargetkan pembangunan 20 rumah sakit yang akan dilengkapi dengan layanan berbasis kecerdasan buatan (AI).

Ia juga menyoroti inovasi menarik dari Universitas Indonesia (UI), yang telah mengembangkan teknologi AI untuk membantu penyandang tunanetra. Teknologi tersebut berupa alat bantu yang mampu memberikan informasi detail mengenai kondisi jalan yang akan dilalui, sehingga pengguna dapat berjalan dengan lebih aman dan nyaman karena mengetahui situasi di depan maupun di sekeliling mereka.

Dalam konteks peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, Adhitya menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan tiga program utama. Pertama, Sekolah Garuda, yang diperuntukkan bagi anak-anak yang dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikan ke universitas-universitas terbaik di luar negeri.

Baca Juga: Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Nasrullah Yusuf Lepas Atlet Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional XIX Jawa Tengah, Bawa Nama Baik Kampus Sang Juara

Kedua, Sekolah Rakyat, yaitu sekolah berasrama yang memberikan akses pendidikan berkualitas bagi siswa dari keluarga prasejahtera, sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan.

Ketiga, Interactive Flat Panel, sebuah teknologi yang memungkinkan mahasiswa dari satu kampus mengikuti perkuliahan yang berlangsung di kampus lain secara langsung. Melalui panel interaktif ini, mahasiswa dapat melihat poin-poin penting yang sedang dibahas dalam perkuliahan tersebut.

Ketiga program ini diharapkan dapat mendorong peningkatan mutu pendidikan nasional sekaligus memperkenalkan teknologi AI sejak dini kepada generasi muda.

#PKKMBUniversitasTeknokratIndonesia
#KampusBerdampak
#DosenBerdampak
#MahasiswaBerdampak