Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Kampus Berdampak Terbaik di Lampung, bersama Ketua Yayasan Pendidikan Teknokrat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) VI Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTSI) yang berlangsung pada 15–16 Juli 2026 di Grand Ballroom Pullman Hotel Central Park, Jakarta.
Munas VI ABPPTSI tersebut diikuti oleh para pimpinan perguruan tinggi swasta serta badan penyelenggara dari berbagai wilayah di Indonesia. Kegiatan ini juga dihadiri Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., serta Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd.
Dalam kegiatan tersebut, Rektor Universitas Teknokrat Indonesia hadir sebagai tamu kehormatan bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta jajaran pimpinan utama ABPPTSI. Kehadiran tersebut mencerminkan partisipasi aktif Universitas Teknokrat Indonesia dalam mendukung penguatan dan kemajuan pendidikan tinggi swasta di Indonesia.
Selain itu, keikutsertaan UTI dalam forum nasional ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah, asosiasi, serta berbagai pemangku kepentingan pendidikan tinggi di tingkat nasional.
Di sela-sela pelaksanaan Munas, Rektor Universitas Teknokrat Indonesia turut melakukan diskusi dan berbincang dengan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., serta Ketua Umum ABPPTSI Prof. Thomas Suyatno.
Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan penguatan mutu pendidikan tinggi, peningkatan kualitas tata kelola perguruan tinggi, pengembangan inovasi, serta upaya meningkatkan daya saing perguruan tinggi swasta dalam menghadapi tantangan global yang semakin dinamis.
Munas VI ABPPTSI mengusung tema “Penguatan Peran Badan Penyelenggara Menuju PTS Unggul, Berdampak, dan Berkelanjutan.”
Tema tersebut menegaskan pentingnya peran badan penyelenggara dalam membangun perguruan tinggi swasta yang memiliki kualitas akademik, tata kelola yang baik, daya saing, serta kemampuan untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.
Forum Munas juga menjadi ruang strategis untuk merumuskan berbagai langkah bersama dalam memperkuat kualitas, keberlanjutan, dan daya saing perguruan tinggi swasta di Indonesia.
Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto menekankan pentingnya percepatan transformasi di lingkungan perguruan tinggi swasta. Menurutnya, perguruan tinggi harus mampu merespons perkembangan teknologi, perubahan kebutuhan dunia kerja, serta dinamika tuntutan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa inovasi, kolaborasi, dan kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting dalam membangun perguruan tinggi yang unggul serta mampu bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Dr. Fauzan menyampaikan bahwa keberlangsungan sebuah institusi pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya aset maupun kecerdasan para pemimpinnya.
Menurutnya, hal yang lebih fundamental adalah kemampuan institusi dalam mempertahankan nilai-nilai inti atau core values, membangun budaya organisasi yang kuat, serta terus melakukan inovasi untuk menghadapi perubahan zaman.
Pandangan tersebut menegaskan bahwa perguruan tinggi membutuhkan fondasi nilai dan budaya organisasi yang kokoh agar mampu tumbuh secara berkelanjutan serta tetap relevan di tengah perubahan lingkungan pendidikan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.
Keikutsertaan Universitas Teknokrat Indonesia dalam Munas VI ABPPTSI menjadi bagian dari komitmen universitas untuk terus berkontribusi aktif dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi nasional.
Melalui penguatan kolaborasi bersama pemerintah, asosiasi, dunia usaha, dunia industri, serta perguruan tinggi lainnya, Universitas Teknokrat Indonesia terus berupaya menghadirkan pendidikan berkualitas, mencetak lulusan unggul, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
Sebagai Perguruan Tinggi Swasta Terbaik ASEAN, Universitas Teknokrat Indonesia berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi, meningkatkan kualitas tata kelola, memperluas jejaring kerja sama di tingkat nasional dan internasional, serta menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi dan membangun institusi yang berkelanjutan juga sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penguatan mutu pendidikan tinggi, pengembangan inovasi, peningkatan kualitas tata kelola, serta penciptaan lulusan yang adaptif dan berdaya saing merupakan bagian penting dalam mendukung terciptanya pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan relevan dengan kebutuhan masa depan.
Sementara itu, keterlibatan aktif Universitas Teknokrat Indonesia dalam forum nasional bersama pemerintah, ABPPTSI, dan berbagai perguruan tinggi swasta menunjukkan pentingnya kolaborasi dan kemitraan dalam mempercepat pembangunan pendidikan yang berkelanjutan.
Melalui sinergi dan kolaborasi tersebut, Universitas Teknokrat Indonesia terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga berkomitmen memberikan dampak nyata bagi masyarakat, pembangunan bangsa, dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
#KampusBerdampak
#KampusBerdampakTerbaikdiLampung