PENDAFTARAN

Orasi Ilmiah Tribahasa Wisuda Universitas Teknokrat Indonesia, Lawan Anggapan Generasi Rebahan dengan Teknologi, Karier, & Keluarga

Tiga lulusan teladan dan terbaik Universitas Teknokrat Indonesia kemarin melakukan orasi ilmiah dalam tiga bahasa (tribahasa).

Orasi dilaksanakan dalam wisuda Universitas Teknokrat Indonesia di Gelanggang Mahasiswa Dr HM Nasrullah Yusuf kampus setempat.

Orasi dalam bahasa Inggris disampaikan Shavina Lestiani (Sastra Inggris FSIP), bahasa Lampung oleh Yovitra (Manajemen FEB), dan bahasa Indonesia oleh Sodikin (Informatika FTIK).

Baca juga : Bangga! Dosen Universitas Teknokrat Indonesia Dedi Darwis Pembicara Utama Konferensi Internasional Rusia

Titik tekan orasi adalah melawan anggapan generasi hari ini sebagai “kaum rebahan”.

Ketiganya sepakat untuk membuktikan, mereka tidak memiliki atribut tersebut.

Disampaikan bahwa:

Tidak ada kesuksesan yang dicapai dengan instan dan bermalas-malasan
Tidak ada kesuksesan tanpa keberanian untuk mencoba di luar zona nyaman
Tidak ada kesuksesan tanpa tujuan dan arah yang kita tentukan
Tidak ada kesuksesan tanpa kesungguhan dan kedisiplinan.
“Keluarlah pada waktu pagi untuk mencari rezeki dan segala keperluan. Sesungguhnya keluar bekerja di pagi hari dipenuhi dengan keberkahan dan kejayaan (Hadis Riwayat At-Tabrani).

Ketika kita keluar dari ruangan ini, kita mulai membangun karier dari pekerjaan satu ke pekerjaan berikutnya, dari kantor satu ke kantor lainnya sampai kita di tahap “ini pekerjaan yang saya cari, ini kesuksesan saya”.

Suatu hari nanti, kita akan sampai titik “mengejar deadline, mengejar promosi, mengejar satu titik yang makin tinggi dan makin tinggi”.

Sering kita mendengar orang-orang yang sukses secara karier dan profesional, namun mereka kehilangan kebersamaan dengan keluarganya, sedikit waktu membersamai mereka di masa-masa tuanya.

Mereka melewati ulang tahun dan hari-hari penting, bahkan lupa mengucapkan “apa kabar, ini adalah pilihan sulit atau kita bahkan tidak bisa memilih.

Jadikan hari ini pengingat bahwa “mari kita juga berikan lebih waktu kita kepada keluarga, kepada orangtua yang sangat kita cintai”.

Di balik toga hari ini:

Ada orangtua yang harus bangun dini hari menata dagangan di pasar
Ada orangtua yang harus berjualan sampai larut malam
Ada orangtua yang khawatir apakah musim ini bisa panen atau tidak
Ada orangtua yang yang bekerja di luar daerah yang hanya bisa pulang sekali dalam sebulan
Ada orangtua yang sedang berjuang melawan sakitnya
Ada orangtua yang ingin mengusahakan datang, namun tidak memungkinkan untuk hari ini
Untuk orangtua, Ayah dan Ibu kami. Terima kasih atas doa-doa di setiap malammu. Terima kasih atas kepercayaanmu disaat kami sempat putus asa. Terima kasih atas segala jerih payahmu untuk menguliahkan kami sampai titik lulus ini. Terima kasih….

Terima kasih juga untuk dosen-dosen kami di Universitas Teknokrat Indonesia, atas segala Ilmu dan didikan yang membuat kami lebih santun dan lebih kompeten di dunia kerja nanti.

Baca juga : Hafiz Nashwan Abdillah Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Juara Desain Poster Nasional

Sebagai penutup, rekan-rekan wisudawan, pascakelulusan ini ada 3 hal yang harus kita pegang: penguasaan teknologi, karier yang bermakna, dan keluarga.

Dan selalu: disiplin, bermutu, kreatif, dan inovatif dalam setiap pekerjaan sebagai budaya dari kampus ini, agar kita bisa menjadi lulusan Universitas Teknokrat Indonesia yang bermartabat dan berdampak. Teknokrat, Sang Juara!.