Opini: Reartikulasi Konstruksi Wanita dalam Film Animasi dan Digital Hollywood

  • By
  • 27 March

Oleh E. Ngestirosa. E.W.K, Pakar Sastra Amerika

Setiap tahun pada tanggal 8 Maret, International Women’s Day diperingati sebagai sebuah perayaan gerakan hak-hak perempuan dan sebagai upaya untuk mempromosikan kesetaraan gender di seluruh dunia. Tanggal tersebut juga dipilih untuk mengenang perjuangan perempuan dalam mencapai kesetaraan politik, ekonomi, dan sosial.

Industri film animasi Hollywood juga menjadi bahan diskusi bagi para pengamat dan ahli media mengenai representasi wanita di dalamnya. Meskipun terjadi kemajuan dalam representasi wanita dalam film animasi Hollywood beberapa tahun terakhir, banyak kritik mengenai bagaimana wanita direpresentasikan dalam produksi film animasi Hollywood yang mengandalkan teknologi digital.

Teknologi digital digunakan dalam hampir semua tahap produksi film animasi Hollywood saat ini, dari pengambilan gambar hingga efek khusus. Di dalam film animasi Hollywood masa lalu, wanita kerap diobjektifikasi, diberi stereotip gender yang sempit, dan terkadang ditampilkan dengan peran yang sederhana dan klise.

Representasi wanita dalam film animasi Hollywood telah menjadi topik yang sangat penting dalam beberapa tahun terakhir. Banyak orang mengkritik cara karakter wanita digambarkan dalam film-film Hollywood di masa lalu, karena seringkali berfokus pada isu stereotip dan tidak menggambarkan kekuatan dan keberagaman wanita secara akurat.

Dalam konteks ini, reartikulasi representasi wanita dalam film animasi Hollywood menjadi sangat penting. Hal ini terutama karena film animasi dapat memengaruhi persepsi anak-anak tentang peran gender di masyarakat.

Oleh karena itu, menggambarkan karakter wanita dengan cara yang lebih kuat, percaya diri, dan beragam dapat membantu mempromosikan kesetaraan gender dan pemikiran yang positif tentang wanita dalam masyarakat.

Berikut beberapa isu kekinian tentang wanita yang muncul pada film animasi atau digital Hollywood khususnya dua film animasi Hollywood yaitu Encanto (2021) dan Turning Red (2022). Isu body positivity dan empowerment menjadi isu utama yang dijumpai.

Body Positivity

Isu body positivity atau penerimaan terhadap bentuk tubuh yang beragam menjadi semakin penting dalam film animasi Hollywood. Body positivity adalah konsep di mana seseorang menerima dan mencintai tubuhnya apa adanya, tanpa harus mengkhawatirkan standar kecantikan atau ukuran tubuh yang ditetapkan oleh masyarakat.

Ini berarti seseorang tidak perlu mengubah penampilannya untuk memenuhi harapan orang lain dan menerima diri mereka apa adanya.

Film Encanto (2021) mengetengahkan isu body positivity pada karakter Mariana Madrigal. Tokoh ini memiliki tubuh yang lebih gemuk dibandingkan dengan anggota keluarga lainnya, dan sering merasa tidak percaya diri dan rendah diri karena perbedaan ini.

Namun, dalam film Encanto, Mariana dibangkitkan semangatnya dan diberikan kepercayaan diri melalui lagu “Surface Pressure”. Lagu ini mengajarkan Mariana dan penonton bahwa tidak perlu memperdulikan penampilan fisik dan apa pun bentuk tubuh kita, kita masih bisa menjadi orang yang kuat, indah, dan berharga.

Selain itu, karakter utama film Encanto, Mirabel Madrigal, juga menunjukkan sikap body positivity dengan menerima dan mencintai dirinya sendiri apa adanya. Dia tidak terlalu memikirkan penampilannya, tapi lebih fokus pada bagaimana membantu keluarganya.

Isu body positivity dalam film Encanto menjadi sangat penting karena bisa memberikan pesan positif kepada anak-anak tentang penerimaan diri sendiri dan pentingnya mencintai diri sendiri apa adanya.

Pesan ini juga penting dalam melawan stereotip kecantikan yang tidak realistis dan tidak sehat yang terkadang ditampilkan di media.

Empowerment

Isu empowerment atau pemberdayaan juga menjadi tema yang semakin sering muncul pada film animasi atau digital Hollywood. Empowerment pada wanita berkaitan dengan memberikan wanita otonomi dan kontrol atas kehidupan mereka.

Ini mencakup hak untuk mengambil keputusan penting dan memimpin hidup yang mereka inginkan, tanpa terkendala oleh stereotip gender atau peran sosial yang diberikan oleh masyarakat.

Film Turning Red (2022) memfokuskan pada perjuangan Mei Lee untuk melawan stertip gender. Mei Lee menyukai kung fu dan bermimpi menjadi ahli bela diri.

Namun, ibunya ingin dia fokus pada pelajarannya dan menjadi dokter, sesuai dengan harapan tradisional keberhasilan wanita dalam budaya Cina. Perjalanan Mei Lee menuju pada proses empowerment yaitu dengan mengejar hasratnya untuk belajar bela diri. Mei Lee akhirnya menjadi panutan bagi gadis-gadis muda yang bercita-cita mengejar jalur karier dan hobi yang dianggap tidak konvensional bagi wanita.

Akhirnya, kedua isu tersebut saling terkait pada isu utama wanita di film Hollywood karena body positivity dapat membantu wanita merasa percaya diri dan nyaman dengan tubuh mereka, yang pada akhirnya akan meningkatkan rasa percaya diri dan otonomi mereka.

Ketika wanita merasa menerima dan mencintai tubuh mereka, mereka lebih mungkin untuk memperjuangkan hak mereka dan mengambil keputusan yang memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka.

Dalam hal ini, body positivity dan empowerment pada wanita dapat mempromosikan kesehatan mental dan fisik yang lebih baik, meningkatkan kualitas hidup, dan mengurangi stres dan ketidaknyamanan yang terkait dengan mencoba memenuhi standar kecantikan atau ekspektasi sosial yang tidak realistis.

Akhirnya, reartikulasi representasi wanita menjadi isu kuat masa kini di film animasi Hollywood. Reartikulasi representasi wanita dalam film animasi Hollywood penting untuk mempromosikan kesetaraan gender dan memberikan pola pikir yang positif tentang wanita dalam masyarakat.

Ini dapat dilakukan dengan menciptakan karakter wanita yang beragam dan kuat, serta menghapus atau mengurangi stereotip yang berkaitan dengan perempuan.