Blog

  • Home
  • MENUMBUHKAN BUDAYA KEWIRAUSAHAAN DI MASYARAKAT MENUJU INDONESIA MANDIRI, REKTOR UTI DALAM DIES NATALIS UNIVERSITAS SAMAWA KE-23

MENUMBUHKAN BUDAYA KEWIRAUSAHAAN DI MASYARAKAT MENUJU INDONESIA MANDIRI, REKTOR UTI DALAM DIES NATALIS UNIVERSITAS SAMAWA KE-23

Dalam rangka memperingati Dies Natalis UNSA ke 23 dan berakhirnya program KKN Gotong Royong Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) Universitas Samawa (UNSA). UNSA mengadakan kegiatasn Evaluasi dan Pengembangan

Program KKN yang telah dilaksanakan melalui zoom (26/12). 

Program KKN Gotong Royong Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) adalah program hibah dari Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI yang telah dimenangkan oleh UNSA.

Kegiatan tersebut dihadiri dan memberikan sambutan adalah Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah dan Staf Khusus Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Prof. Dr. Ravik Rasyidi, M.S.; dan tuan rumah Rektor UNSA Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar, M.Pd. Sedangkan narasumber dalam kegiatan ini adalah Ketua Forum Rektor Indonesia/Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng. D.Eng. IPU, ASEAN Eng. dan Rektor Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Lampung/Wakil Ketua Dewan Pertimbangan FRI Dr. H. M. Nasrullah Yusuf, S.E., MBA.

Sambutannya Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Prof. Dr. Ravik Rasyidi, M.S.

Dalam Sambutannya Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Prof. Dr. Ravik Rasyidi, M.S. menyampaikan Selamat Dies Natalis untuk Samawa terus maju dan bermanfaat bagi masyarakat yang telah berhasil dengan baik dalam menyelenggarakn KKN Gotong Royong dengan anggaran  dari Hibah Gerakan Revolusi Nasional Mental (GRNM) dengan peran UNSA untuk masyarakat yang apresiasi dengan kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya pula menko menyampaikan tantangan untuk menuju Indonesia Emas 2045 ada 3 yaitu 1) masih terdapatnya krisis Integritas dan praktik-praktik korupsi dalam penyelengaraan negara dan praktik di masyarakat; 2) Kurangnya etos kerja, kreativitas dan daya saing bangsa dibandingkan dengan beberapa negara lain; 3) Masih terdapatnya gejala krisis identitas ditandai dengan mulai melemahnya budaya gotong royong/kerjasama, padahal merupakan karakteristik sosial budaya masyarakat Indonesia. Lanjutnya, untuk menuju Indonesia Emas 2045 diperlukan 1) Sumber Daya Manusia Unggul; 2) Ketahanan Nasional. Dan tambahnya pula melakukan perubahan 1) cara berpikir; 2) cara bekerja; 3) cara hidup melalui proses 3 nilai yaitu 1) etos kerja, gotong royong dan integritas, tandasnya.

Sambutan Rektor Universitas Samawa Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar

Sedangkan sambutan dari Rektor UNSA Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar menyampaikan hibah dari Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI dapat terus berkelanjutan yang akan datang karena Universitas sangat memerlukan untuk keperlukan pengabdian kepada masyarakat, ucapnya penuh harap.

Dr. HM Nasrullah Yusuf, SE., MBA. Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Paparkan Materi

Narasumber dari Rektor Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Lampung/Wakil Ketua Dewan Pertimbangan FRI Dr. HM Nasrullah Yusuf, SE., MBA. dengan materi Menumbuhkan Budaya Wirausaha di Masyarakat Menuju Indonesia Mandiri. Materi diawali dengan proses pembentukan wirausaha adalah membangun jiwa semangat wirausaha, mempelajari pengetahuan/ilmu wirausaha, belajar melalui pemagangan, mencoba berwirausaha. Lanjutnya, unsur wirausaha mempunyai jiwa usaha yang terdiri dari produk, sumber daya manusia, jaringan, pasar dan keuangan. Disampaikan juga, 6 Kata kunci kewirausahan: pengambilan resiko, menjalankan bisnis sendiri, memanfaatkan peluang-peluang, menciptakan bisnis baru, pendekatan inovatif dan mandiri. Dan yang perlu diingat adalah menjadi wirausahawan tidak cukup hanya dengan bakat (dilahirkan) namun harus dicetak melalui pendidikan atau pelatihan dan hidup di lingkungan yang berhubungan dengan dunia usaha, paparnya.

Dipapar pula penyebab bisnis tidak berkembang adalah  inovasi yang lamban, penerapan modal yang kurang baik, marketing belum mengalami perkembangan, target yang tidak optimal, SDM kurang mumpuni, kurangnya evaluasi, kurang mempelajari kondisi market, tidak mempelajari kompetitor, tidak mahir di dunia digital. Dan contoh yang diberikan oleh Nasrullah adalah Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A. adalah seorang pengusaha Indonesia yang saat ini menjabat sebagai menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Indonesia. Nadiem merupakan pendiri Gojek, sebuah perusahaan transportasi dan penyedia jasa berbasis daring  yang beroperasi di Indonesia dan sejumlah negara Asia Tenggara seperti Singapura, Vietman, dan Thailand, Nasrullah sampaikan.

Kiat Sukses Bagi Para Pembisnis, Pesan Nasrullah

Terakhir, Nasrullah berpesan kiat sukses bagi para pembisnis:

“We need to adapt with the rapid speed of change to survive, otherwise we die

Winning Idea is Competitive Advantage for successful Business”

“We Can’t Solve The Problems Well Without Having More Knowledge, and We Can’t Get More Knowledge Without Educating Ourselves”

Jejak Rekam Sang Motivator

1973 : Tata Usaha Kursus 1974 : Lulus Bon A Tata Buku 1975 : Asisten Pendidik Kursus 1976 : Guru Kursus Tata Buku, Akuntansi, Bimbel 1986 : – Membuka Kursus dan Bimbel (LPBM Teknokrat) – Dosen Unila 1994 – 2010 : Ketua DPD HIPKI Lampung 1997 – 2003 : Ketua DPD HISPPI PNF Lampung 1999 : Terpilih Tokoh Pendidikan Nasional Memperoleh Penghargaan di Istana Negara RI 2000 : Mendirikan STBA dan AMIK Teknokrat 2001 : Mendirikan STMIK Teknokrat 2003 – sekarang : Ketua Umum DPP HISPPI PNF 2017 :  – Mendirikan Universitas Teknokrat Indonesia s.d. sekarang – Bendahara Umum Asosiasi Dosen Indonesia 2020 : Wakil Ketua Forum Rektor Indonesia 2021 : Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Forum Rektor Indonesia.