Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Berdampak terbaik di Lampung kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Assoc. Prof. Dr.Sc. Dedi Darwis, S.Kom., M.Kom., CDSP., Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) Universitas Teknokrat Indonesia, dipercaya menjadi salah satu Keynote Speaker pada ajang bergengsi 4th Latin American International Conference on Sustainable Engineering and Education (LAICSEE-2026) yang diselenggarakan oleh Institute for Engineering Research and Publication (IFERP) pada 19–20 Juni 2026 di Lima, Peru.
Keikutsertaan Dedi Darwis dalam forum internasional tersebut menjadi bukti nyata pengakuan dunia terhadap kontribusi akademisi Universitas Teknokrat Indonesia dalam pengembangan teknologi, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan berbasis inovasi digital.
Dalam konferensi yang berlangsung secara hybrid dan dihadiri akademisi, peneliti, serta praktisi dari berbagai negara, Dedi Darwis membawakan presentasi ilmiah berjudul “Leveraging Virtual and Augmented Reality for Green Infrastructure Planning, Education, and Sustainable Development.”
Ia tampil bersama sejumlah keynote speaker terkemuka dari berbagai negara, di antaranya Peru, Oman, Malaysia, Iran, dan Bangladesh, membahas berbagai solusi inovatif dalam menghadapi tantangan pembangunan global di era transformasi digital.
Dalam pemaparannya, Dedi Darwis menekankan bahwa dunia saat ini menghadapi tantangan serius akibat urbanisasi yang semakin masif. Kawasan perkotaan diketahui mengonsumsi lebih dari 70 persen energi global dan menyumbang lebih dari 60 persen emisi gas rumah kaca, sementara populasi dunia yang tinggal di perkotaan diperkirakan mencapai hampir 70 persen pada tahun 2050.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur hijau seperti hutan kota, bioswale, koridor ekologis, dan atap hijau bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan perubahan iklim.
“Teknologi Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) dapat menjadi jembatan untuk mempercepat proses perencanaan, simulasi, serta edukasi pembangunan infrastruktur hijau dengan biaya yang lebih efisien dan risiko yang lebih rendah sebelum implementasi fisik dilakukan,” jelas Dedi Darwis dalam presentasinya.
Pada kesempatan tersebut, Dedi Darwis juga memperkenalkan empat teknologi utama yang menjadi fokus pengembangan Universitas Teknokrat Indonesia, yaitu Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), Mixed Reality (MR), dan Metaverse.
Teknologi tersebut dikembangkan menggunakan berbagai platform modern, termasuk Roblox Studio serta perangkat Meta Quest 2 dan Meta Quest 3, guna menciptakan pengalaman pembelajaran dan simulasi yang lebih realistis, interaktif, dan kolaboratif.
Menurutnya, teknologi immersive tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi telah berkembang menjadi alat strategis untuk pendidikan, penelitian, perencanaan kota, konservasi lingkungan, hingga pengembangan industri masa depan.
Dalam presentasinya, Dedi Darwis memaparkan enam penerapan nyata teknologi VR dan AR dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, yakni:
– Perencanaan ruang hijau perkotaan.
– Simulasi sistem drainase dan bioswale.
– Desain bangunan hijau berbasis BIM.
– Pemodelan koridor ekologis dan konservasi satwa.
– Pelibatan masyarakat melalui tur virtual berbasis AR.
– Pendidikan immersive melalui simulasi lingkungan dan ekosistem.
Ia juga menjelaskan bahwa teknologi tersebut mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran. Berdasarkan berbagai penelitian, pembelajaran berbasis VR dapat meningkatkan retensi pengetahuan hingga 75 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan metode pembelajaran konvensional.
Salah satu bagian yang paling menarik perhatian peserta konferensi adalah pemaparan mengenai JUARAMETA (Center of Excellence in Metaverse) milik Universitas Teknokrat Indonesia.
JUARAMETA merupakan pusat unggulan metaverse yang menjadi salah satu pionir di Indonesia dalam pengembangan teknologi dunia virtual untuk pendidikan, budaya, bisnis, dan masyarakat.
Dalam forum tersebut, Dedi Darwis memperkenalkan sejumlah inovasi unggulan hasil pengembangan JUARAMETA, antara lain:
– Teknokrat World on Roblox.
– Museum Lampung Virtual Tour.
– Candi Borobudur Virtual Heritage.
– Metaverse Mall untuk UMKM.
– Metaschool SMA Al-Kautsar.
– Metaschool SMP Az-Zahra.
– Sidang Skripsi di Metaverse.
– Dinno Summit dan Teknokrat Trails.
– Game edukasi konservasi lingkungan “Ido dan Adi: Pesisir Barat”.
Berbagai inovasi tersebut menunjukkan bagaimana teknologi metaverse dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses pendidikan, pelestarian budaya, pengembangan ekonomi digital, hingga pembangunan masyarakat yang lebih inklusif.
Menutup presentasinya, Dedi Darwis mengajak para akademisi dan peneliti dari Amerika Latin maupun berbagai negara lainnya untuk menjalin kolaborasi riset internasional dalam bidang teknologi immersive dan pembangunan berkelanjutan.
“Tantangan pembangunan berkelanjutan adalah tantangan global. Karena itu, solusi yang kita bangun juga harus bersifat kolaboratif dan lintas negara. Kami membuka peluang kerja sama riset, inovasi, dan pengembangan teknologi bersama berbagai institusi dunia,” ujarnya.
Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. HM. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas pencapaian yang diraih Dedi Darwis.
Menurutnya, kepercayaan yang diberikan oleh forum internasional kepada akademisi Universitas Teknokrat Indonesia menjadi bukti bahwa kualitas riset dan inovasi kampus telah mendapatkan pengakuan dunia.
“Kami sangat bangga atas capaian yang diraih Dr. Dedi Darwis. Keikutsertaannya sebagai keynote speaker dalam konferensi internasional bergengsi di Peru menunjukkan bahwa Universitas Teknokrat Indonesia mampu berkontribusi dalam percakapan global mengenai masa depan teknologi, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan. Ini merupakan kebanggaan bagi seluruh sivitas akademika,” ujar Nasrullah Yusuf.
Ia menegaskan bahwa universitas akan terus memperkuat budaya riset, inovasi, dan kolaborasi internasional guna melahirkan karya-karya yang berdampak luas bagi masyarakat.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., turut memberikan apresiasi atas kiprah Dedi Darwis di tingkat internasional.
Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi akademisi Teknokrat dalam menghasilkan penelitian yang relevan dengan tantangan dunia saat ini.
“Kami menyambut baik dan sangat bangga atas prestasi Dr. Dedi Darwis yang dipercaya menjadi keynote speaker dalam konferensi internasional di Peru. Kehadiran beliau tidak hanya membawa nama baik Universitas Teknokrat Indonesia, tetapi juga memperlihatkan kontribusi nyata Indonesia dalam pengembangan teknologi untuk pembangunan berkelanjutan. Kami berharap prestasi ini terus meningkat dan semakin banyak dosen Teknokrat yang tampil di forum-forum akademik dunia,” ujar Mahathir.
Partisipasi Universitas Teknokrat Indonesia dalam LAICSEE-2026 memiliki keterkaitan kuat dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Inovasi yang dipaparkan Dedi Darwis mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pengembangan pembelajaran immersive berbasis VR dan metaverse yang meningkatkan kualitas pendidikan serta akses pembelajaran yang lebih inklusif.
Selain itu, inovasi tersebut juga mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan teknologi digital untuk pembangunan infrastruktur yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Pemanfaatan teknologi VR dan AR dalam perencanaan kota serta konservasi lingkungan turut mendukung SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Sementara kolaborasi internasional yang dibangun dalam forum ini selaras dengan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Keikutsertaan Dedi Darwis sebagai keynote speaker internasional semakin memperkuat posisi Universitas Teknokrat Indonesia sebagai perguruan tinggi yang konsisten menghadirkan inovasi berbasis teknologi untuk menjawab berbagai tantangan global sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan dunia.
#DosenTerbaikdiLampung
#DosenBerprestasi
#DosenBerdampak
#KampusBerdampak