Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Berdampak Terbaik di Lampung kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Salah satu dosen terbaiknya, Dr. Rohmat Indra Borman, M.Kom., berhasil masuk dalam daftar World’s Top 5% Scientists 2026 versi SciRank Global, sebuah pengakuan bergengsi yang diberikan kepada para ilmuwan dengan produktivitas dan dampak penelitian terbaik di dunia.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas riset yang dikembangkan oleh sivitas akademika Universitas Teknokrat Indonesia mampu bersaing dan mendapatkan pengakuan di tingkat global. Prestasi tersebut sekaligus memperkuat posisi Universitas Teknokrat Indonesia sebagai perguruan tinggi yang konsisten mendorong pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi internasional.
Menurut data yang dirilis SciRank Global pada tahun 2026, predikat World’s Top 5% Scientists diberikan kepada peneliti yang berada dalam kelompok lima persen teratas dunia berdasarkan produktivitas publikasi ilmiah dan dampak sitasi penelitian. Proses pemeringkatan dilakukan dengan menganalisis lebih dari 8 juta peneliti aktif dan sekitar 20 juta publikasi ilmiah dari berbagai negara.
SciRank Global sendiri dikenal sebagai platform pemeringkatan peneliti internasional yang memanfaatkan data bibliometrik untuk mengukur kontribusi akademik dan dampak penelitian seorang ilmuwan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dunia.
Dr. Rohmat Indra Borman, M.Kom. merupakan akademisi dan peneliti serta dosen berdampak terbaik yang selama ini dikenal aktif mengembangkan berbagai penelitian di bidang Artificial Intelligence (AI) dan Computer Vision. Berbagai hasil risetnya telah dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi dan forum ilmiah tingkat dunia, serta memperoleh sitasi dari banyak peneliti di berbagai negara.
Selain aktif dalam publikasi ilmiah, Dr. Rohmat juga terlibat dalam sejumlah kolaborasi penelitian nasional maupun internasional yang berfokus pada pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk menyelesaikan berbagai persoalan di sektor industri, pertanian, kesehatan, dan transformasi digital.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa kontribusi akademisi Indonesia, khususnya dari Universitas Teknokrat Indonesia, semakin diperhitungkan dalam perkembangan teknologi global.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas prestasi yang diraih Dr. Rohmat Indra Borman.
Menurutnya, pengakuan internasional tersebut menjadi indikator penting bahwa kualitas penelitian yang dihasilkan dosen Universitas Teknokrat Indonesia mampu memenuhi standar akademik global.
“Prestasi ini merupakan kebanggaan besar bagi Universitas Teknokrat Indonesia. Masuknya Dr. Rohmat Indra Borman ke dalam daftar World’s Top 5% Scientists membuktikan bahwa penelitian yang dilakukan dosen Teknokrat memiliki kualitas tinggi, relevan, dan memberikan dampak nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dunia,” ujar Mahathir.
Ia menambahkan bahwa universitas akan terus mendorong para dosen untuk meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, memperluas jejaring kolaborasi internasional, serta menghasilkan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan masyarakat dan industri.
“Kami berkomitmen membangun ekosistem riset yang kuat melalui berbagai program pendampingan publikasi, fasilitasi hibah penelitian, penguatan kolaborasi internasional, dan peningkatan kapasitas peneliti. Harapannya, semakin banyak dosen Teknokrat yang memperoleh rekognisi internasional dan memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa,” tambahnya.
Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. HM Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., turut menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas capaian yang diraih salah satu dosen terbaik kampus tersebut.
Menurutnya, prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras, konsistensi, dan dedikasi tinggi dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya di bidang penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.
“Kami sangat bangga atas capaian Dr. Rohmat Indra Borman yang berhasil memperoleh pengakuan internasional sebagai bagian dari World’s Top 5% Scientists. Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama Universitas Teknokrat Indonesia, tetapi juga menunjukkan bahwa akademisi Indonesia mampu bersaing di tingkat global,” kata Nasrullah Yusuf.
Ia berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi dosen dan mahasiswa untuk terus berkarya, melakukan riset berkualitas, serta menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi generasi akademik muda untuk terus berinovasi, meneliti, dan menghasilkan karya ilmiah yang berdampak. Universitas Teknokrat Indonesia akan terus mendukung lahirnya peneliti-peneliti unggul yang mampu berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui ilmu pengetahuan dan teknologi,” lanjutnya.
Sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada inovasi, Universitas Teknokrat Indonesia menjadikan penelitian sebagai salah satu pilar utama pengembangan institusi. Berbagai program strategis terus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas riset dosen dan mahasiswa.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui pendampingan publikasi internasional bereputasi, penyediaan hibah penelitian internal, penguatan kerja sama riset dengan berbagai institusi nasional dan internasional, serta pelaksanaan berbagai seminar, konferensi, dan forum ilmiah yang mendukung pengembangan kompetensi akademik.
Dalam beberapa tahun terakhir, Universitas Teknokrat Indonesia mencatat peningkatan signifikan pada jumlah publikasi ilmiah internasional, perolehan hibah penelitian kompetitif, serta pengembangan berbagai produk inovasi berbasis teknologi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Prestasi yang diraih Dr. Rohmat Indra Borman juga sejalan dengan komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Keberhasilan ini mendukung SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan mutu pendidikan tinggi berbasis riset, publikasi ilmiah, dan pengembangan sumber daya manusia yang unggul di bidang sains dan teknologi.
Selain itu, capaian tersebut juga berkontribusi pada SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan penelitian di bidang Artificial Intelligence dan Computer Vision yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong inovasi teknologi, transformasi digital, serta peningkatan daya saing industri.
Di sisi lain, kolaborasi penelitian yang dilakukan bersama berbagai mitra nasional dan internasional turut mendukung SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan memperkuat jejaring akademik global guna mempercepat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi yang berkelanjutan.
#DosenTerbaikdiLampung
#DosenBerdampak
#KampusBerdampak