Bandar Lampung – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) sebagai Kampus Terbaik di Lampung. Kali ini, Siti Novita Sari, mahasiswi Program Studi S1 Pendidikan Olahraga Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan (FSIP), berhasil menembus panggung internasional dengan menjadi narasumber dalam produksi dokumenter FIFA bertajuk FIFA Women’s Football Coaches – Success Story.
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara FIFA dan PSSI dalam rangka mengangkat kisah inspiratif para pelatih sepak bola wanita di Indonesia, khususnya pelatih penjaga gawang (goalkeeper coach). Keterlibatan Siti Novita Sari dalam program ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Teknokrat memiliki kompetensi, dedikasi, serta daya saing yang mampu diakui di tingkat global.
Dokumenter ini tidak hanya menampilkan perjalanan karier para pelatih wanita, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan inspirasi bagi generasi muda, khususnya perempuan, untuk berani mengambil peran strategis di dunia olahraga profesional.
Program FIFA Coach Education Scholarship yang melatarbelakangi kegiatan ini memiliki tiga misi utama, yaitu meningkatkan kualitas pelatih kiper wanita, mengembangkan sepak bola wanita di Indonesia, serta memberdayakan perempuan dalam dunia kepelatihan.
Melalui program ini, para peserta mendapatkan pelatihan komprehensif, mulai dari teknik dasar hingga lanjutan, metode latihan modern, hingga analisis performa berbasis data. Hal ini bertujuan untuk menyetarakan kualitas pelatih lokal dengan standar internasional.
Kehadiran Siti Novita Sari dalam dokumenter tersebut mencerminkan keberhasilan mahasiswa dalam memanfaatkan peluang global sekaligus menunjukkan bahwa perempuan Indonesia mampu berperan aktif dalam membangun ekosistem olahraga yang profesional dan inklusif.
Baca Juga: Mahasiswi Teknokrat Raih Medali Emas Nasional, Buktikan Keunggulan Akademik di Bidang Matematika
Pihak Universitas Teknokrat Indonesia menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Prestasi ini dinilai sebagai hasil dari kerja keras mahasiswa, dukungan lingkungan akademik, serta kualitas pembinaan yang berkelanjutan di lingkungan kampus.
“Pencapaian ini membuktikan bahwa mahasiswa Teknokrat mampu bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. Kami berharap ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan potensi diri,” ujar perwakilan FSIP.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., juga menyampaikan rasa bangga atas kontribusi mahasiswa di kancah global.
“Kami sangat mengapresiasi dedikasi Siti Novita Sari. Prestasi ini bukan hanya kebanggaan bagi kampus, tetapi juga menjadi inspirasi bagi perempuan untuk berani mengambil peran dalam dunia olahraga. Kami ingin mahasiswa Teknokrat menjadi agen perubahan di bidangnya masing-masing,” ungkapnya.
Keberhasilan ini semakin memperkuat posisi Universitas Teknokrat Indonesia sebagai “Kampus Sang Juara” yang konsisten mencetak generasi unggul, adaptif, dan berdaya saing tinggi di berbagai bidang, termasuk dalam dunia olahraga profesional.
Partisipasi mahasiswa dalam program internasional seperti ini juga menjadi indikator bahwa proses pembelajaran di kampus tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada praktik nyata dan pengembangan kompetensi global.
Prestasi yang diraih Siti Novita Sari turut memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), di antaranya:
SDG 4 – Pendidikan Berkualitas (Quality Education):
Keterlibatan dalam program pelatihan internasional menunjukkan bahwa pendidikan tinggi mampu menghasilkan lulusan dengan kompetensi global, khususnya dalam bidang olahraga dan kepelatihan.
SDG 5 – Kesetaraan Gender (Gender Equality):
Partisipasi aktif perempuan dalam dunia kepelatihan sepak bola menjadi langkah penting dalam mengurangi kesenjangan gender serta mendorong peran perempuan di sektor yang selama ini didominasi laki-laki.
SDG 10 – Berkurangnya Kesenjangan (Reduced Inequalities):
Program ini membuka akses yang lebih luas bagi perempuan untuk berkembang secara profesional, sekaligus menciptakan ekosistem olahraga yang inklusif dan setara.
Melalui pencapaian ini, Universitas Teknokrat Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan dunia.
Ke depan, diharapkan semakin banyak mahasiswa yang berani mengambil peluang, menembus batas, serta berkontribusi nyata dalam berbagai sektor strategis, baik di tingkat nasional maupun internasional.