PENDAFTARAN

Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia bangun Sistem IoT untuk Perternakan Jangkrik

Mahasiswa dari program studi Teknik Komputer di Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) yang bernama Angga Saputra Dinata telah menciptakan sebuah sistem untuk mengendalikan suhu dan kelembaban dalam kotak tempat jangkrik menggunakan sensor DHT22 dan mikrokontroler ESP32 berbasis Internet of Things (IoT) pada tanggal 29 Juli 2023 di Zain Mulya Farm.

Zain Mulya Farm merupakan salah satu peternakan yang fokus pada budidaya jangkrik. Lokasinya berada di Jl. Zulkarnaen Subing, Kec. Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung, Lampung. Meskipun peternakan ini telah mencapai tingkat produksi yang baik, tetap ada upaya untuk meningkatkan efisiensi produksi. Salah satu permasalahan utama yang dihadapi adalah kurangnya pengaturan suhu dan kelembaban yang dapat mempengaruhi produktivitas dan biaya operasional.

Baca juga : Universitas Teknokrat Indonesia Gelar PKM Sekolah Binaan di SMK Negeri 7 Bandar Lampung

Proyek ini adalah contoh bagaimana teknologi Internet of Things (IoT) dapat diterapkan dalam sektor perternakan. Dengan menggunakan sensor DHT22 dan mikrokontroler ESP32, dibantu oleh dosen pembimbing Ajeng Savitri Puspa Ningrum, M.Kom., Angga Saputra Dinata berhasil merancang sistem otomatis untuk mengontrol suhu dan kelembaban dalam kotak jangkrik. Pengaturan yang tepat dapat meningkatkan kualitas dan produksi jangkrik yang berperan penting dalam berbagai sektor termasuk pakan hewan peliharaan.

Pengenalan inovatif ilmu dan teknologi dalam pemeliharaan jangkrik di peternakan Zain Mulya Farm adalah langkah baru. Oleh karena itu, Pengabdian Kepada Masyarakat dilakukan dengan tujuan mengembangkan peternakan tersebut dengan memberikan pengetahuan kepada peternak untuk mempermudah proses budidaya jangkrik dan meningkatkan pendapatan. Pendekatan melalui implementasi, penyuluhan, dan contoh nyata di lapangan dianggap sebagai metode terbaik dalam memberikan pengetahuan teknis pemeliharaan ternak jangkrik. Dalam hal ini, bimbingan dan pembinaan diberikan kepada peternak yang menerapkan kegiatan ini secara periodik melalui koordinasi langsung dengan pemilik peternakan.

Baca juga : Inovasi Teknologi Universitas Teknokrat Bantu Pengusaha Budidaya Perairan

Untuk memastikan keberhasilan proyek ini, diskusi, konsultasi, penyuluhan, pelatihan, dan pembinaan secara berkala diadakan. Evaluasi dilakukan dalam tiga tahap, dimulai dari studi karakteristik lingkungan yang ideal bagi jangkrik sebelum proyek dimulai. Melalui program ini, peternak diberikan pemahaman tentang pentingnya pengaturan suhu dan kelembaban yang tepat serta penggunaan peralatan dengan benar. Setelah pelatihan, tim mendampingi peternak untuk mengoptimalkan penggunaan peralatan dan melakukan evaluasi berkala untuk meningkatkan efektivitas penggunaannya.

Hasil dari program pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan penyuluhan dan pembinaan, peternak dapat mengambil kesimpulan bahwa program ini sangat efektif dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi pemeliharaan jangkrik secara umum. Dr. Mahathir, Wakil Rektor UTI, memberikan apresiasi atas usaha dan prestasi Angga Saputra dalam mengembangkan solusi inovatif dan praktis. Harapannya, karya ini tidak hanya memberikan dampak positif dalam sektor pertanian, tetapi juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk menerapkan teknologi dalam konteks yang bermanfaat bagi masyarakat.