PENDAFTARAN

Mahasiswa Teknokrat Serahkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Off Grid Sistem Pencahayaan Kumbung Jamur Pak Yoyok Bandar Lampung

Bandar Lampung – Mahasiswa Program Studi S1 Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia kembali menunjukkan komitmen dan kreativitasnya dalam pengembangan teknologi energi terbarukan. Melalui tugas akhir yang berorientasi pada penerapan teknologi tepat guna, mahasiswa berhasil menghadirkan inovasi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Baca Juga: Prestasi Gemilang! Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Raih Emas PON di Cabang Pencak Silat

Salah satu mahasiswi Teknik Elektro, Ayu Septira, melaksanakan kegiatan serah terima alat hasil tugas akhirnya yang berjudul “Rancang Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya Off Grid untuk Sistem Pencahayaan pada Kumbung Jamur Pak Yoyok”. Penyerahan alat tersebut berlangsung di Kumbung Jamur Pak Yoyok, Kelurahan Korpri Jaya, Bandar Lampung, pada hari Kamis (kemarin).

Proses penelitian dan perancangan alat ini dilakukan di bawah bimbingan Elka Pranita, S.Pd., M.T., yang merupakan dosen sekaligus Kepala Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) Universitas Teknokrat Indonesia.

Dalam proyek ini, mahasiswa berupaya menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang budi daya jamur tiram. Melalui sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off grid, pencahayaan pada kumbung jamur kini dapat berjalan secara mandiri tanpa bergantung pada pasokan listrik konvensional. Dengan demikian, sistem ini diharapkan dapat membantu menghemat biaya listrik sekaligus mendukung efisiensi energi.

Menurut Elka Pranita, kegiatan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya dibekali dengan teori, tetapi juga dituntut untuk mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam bentuk inovasi yang berguna bagi masyarakat luas.

“Kami ingin mahasiswa tidak sekadar menyelesaikan studi dengan teori di kelas, melainkan mampu menghadirkan solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan mendukung program energi bersih,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan FTIK, Dr.Sc. Dedi Darwis, S.Kom., M.Kom., CDSP., turut memberikan apresiasi tinggi atas karya tersebut. Ia menilai, hasil tugas akhir seperti ini menjadi wujud nyata semangat inovasi yang terus dikembangkan di lingkungan Universitas Teknokrat Indonesia.

“Karya mahasiswa ini menunjukkan bahwa Teknokrat tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada penerapan ilmu yang berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., juga menyambut baik terobosan ini. Ia berharap agar setiap mahasiswa dapat menghasilkan karya akhir yang aplikatif dan memiliki nilai manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami mendorong dosen pembimbing untuk terus mendampingi mahasiswa dalam menciptakan inovasi yang bisa diimplementasikan di dunia nyata, khususnya untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan produktivitas dan menekan biaya operasional, termasuk kebutuhan energi listrik,” tuturnya.

Proyek PLTS off grid ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dalam bidang energi terbarukan. Melalui penerapan teknologi hijau, mahasiswa tidak hanya berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan, tetapi juga mendukung agenda nasional dalam mewujudkan transisi energi bersih dan berkelanjutan.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, Universitas Teknokrat Indonesia menegaskan posisinya sebagai kampus yang berkomitmen terhadap pengembangan inovasi dan pengabdian masyarakat. Hal ini sejalan dengan visi UTI sebagai “Kampus Terbaik di ASEAN yang Unggul dalam Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat.”

Baca Juga: FEB Universitas Teknokrat Indonesia Gelar Seminar Investasi Corporate Action in the Modern Capital Market

#KampusBerdampak
#MahasiswaBerdampak
#DosenBerdampak