PENDAFTARAN

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Kolaborasi dengan Balai Bahasa Lampung Kembangkan Buku Pengayaan Tiga Bahasa

Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung kembali menunjukkan komitmennya sebagai perguruan tinggi unggulan dalam menciptakan pembelajaran inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Teknokrat Indonesia menjalin kolaborasi strategis bersama Balai Bahasa Provinsi Lampung dalam proyek pengembangan bahan ajar multibahasa yang melibatkan mahasiswa secara langsung.

Baca Juga: Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Raih Peringkat 1 Dunia di WURI 2026, Bukti Inovasi Global Berbasis SDGs dan ESG

Program kolaboratif tersebut berlangsung selama tiga bulan, mulai 1 April hingga 30 Juni 2026. Dalam kegiatan ini, mahasiswa diberikan kesempatan untuk terlibat dalam proyek profesional yang berfokus pada penyusunan buku pengayaan berbasis tiga bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Lampung.

Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa karena tidak hanya memperkuat kompetensi akademik, tetapi juga memberikan gambaran nyata mengenai dunia kerja profesional, khususnya dalam bidang pengembangan literasi, pendidikan bahasa, dan pelestarian budaya daerah.

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. HM Nasrullah Yusuf, memberikan apresiasi tinggi terhadap keterlibatan mahasiswa dalam proyek tersebut. Menurutnya, pengembangan bahan ajar multibahasa merupakan langkah strategis dalam menjaga eksistensi bahasa daerah di tengah perkembangan globalisasi dan modernisasi pendidikan.

“Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia telah membuktikan bahwa generasi muda mampu menghasilkan karya kreatif yang tidak hanya mendukung peningkatan literasi, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga dan melestarikan Bahasa Lampung agar tetap relevan dalam dunia pendidikan modern,” ujar Nasrullah Yusuf.

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Dr. Afrianto, menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam proyek nyata seperti ini merupakan bagian dari implementasi kurikulum adaptif yang diterapkan di Universitas Teknokrat Indonesia.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dibekali teori di ruang kelas, tetapi juga didorong untuk terjun langsung ke lapangan agar memiliki pengalaman profesional, kemampuan komunikasi yang baik, serta keterampilan kolaboratif yang dibutuhkan di dunia kerja.

Senada dengan itu, Dekan Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan, Dr. Heri Kuswoyo, menilai program ini menjadi salah satu bentuk nyata pembelajaran berbasis proyek yang mampu meningkatkan kreativitas sekaligus rasa tanggung jawab mahasiswa terhadap pelestarian budaya lokal.

Baca Juga: Dosen Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Raih Penghargaan “Top 20 Rising AI Leaders” di Malaysia

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, turut menyampaikan dukungan penuh terhadap program inovatif tersebut. Ia menegaskan bahwa universitas akan terus mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya nyata sebelum menyelesaikan pendidikan.

“Kami ingin mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia memiliki pengalaman dan portofolio nyata sebelum lulus. Inovasi buku pengayaan tiga bahasa ini menunjukkan bahwa mahasiswa kami mampu menghadirkan solusi kreatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia pendidikan,” ungkap Mahathir.

Ia juga berharap kolaborasi seperti ini dapat terus diperluas dengan berbagai lembaga pemerintah maupun institusi lainnya guna meningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi lulusan di masa depan.

Program pengembangan bahan ajar multibahasa ini sekaligus menjadi bukti bahwa Universitas Teknokrat Indonesia terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berorientasi pada kontribusi sosial dan budaya.

Kegiatan kolaboratif antara Universitas Teknokrat Indonesia dan Balai Bahasa Provinsi Lampung ini juga selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan bahan ajar yang inklusif dan inovatif, SDG 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan melalui pelestarian Bahasa Lampung sebagai warisan budaya daerah, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pemerintah dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan literasi masyarakat.

Baca Juga: Mahasiswi Universitas Teknokrat Indonesia sekaligus Miss Lampung Ambassador 2026 Sukses Debut sebagai Model Runway di Ajang Fashion Say Waway

#MahasiswaBerdampak
#MahasiswaTerbaikdiLampung