Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia secara resmi memulai kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2025 dengan semangat dan antusias tinggi pada Rabu, 17 September 2025, bertempat di Gelanggang Mahasiswa Dr. HM Nasrullah Yusuf.
Mahasiswa baru dari berbagai program studi, tidak hanya dari jenjang strata satu (S1) kelas reguler, tetapi juga dari kelas karyawan serta kelas Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), disambut hangat oleh jajaran pimpinan Universitas Teknokrat Indonesia.

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. HM Nasrullah Yusuf, SE., MBA., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas bergabungnya para mahasiswa baru di kampus yang dikenal sebagai “Kampus Sang Juara”.
“Hari ini, kami sangat gembira menyambut adik-adik semua sebagai anggota baru dari keluarga besar Universitas Teknokrat Indonesia. Mulai saat ini, kalian resmi menyandang status sebagai mahasiswa dan menjadi bagian dari Civitas Akademika yang memiliki peran penting dalam menggali, mengembangkan, serta mengamalkan ilmu pengetahuan melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujar beliau.
Dr. Nasrullah Yusuf menegaskan bahwa Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) berkomitmen penuh dalam menjalankan amanah yang tertuang dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 serta Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, UTI berupaya mencetak lulusan yang inovatif, kreatif, memiliki daya saing tinggi, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa.

Kegiatan PKKMB 2025 juga dihadiri oleh Kepala Balitbangda Provinsi Lampung, Yurnalis, S.IP., M.Si., yang hadir mewakili Gubernur Lampung. Dalam sambutannya, Yurnalis memberikan motivasi kepada para mahasiswa baru untuk menikmati proses perkuliahan dengan semangat dan kegembiraan.
“Seperti sebuah wahana permainan, dunia kampus adalah tempat untuk mengasah diri. Bukan hanya melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga lewat pengalaman kepemimpinan, kerja sama tim, ketangguhan mental, serta kepedulian terhadap sesama,” ujar Yurnalis.
Yurnalis juga membagikan kisah inspiratif tentang perjalanan Universitas Teknokrat Indonesia yang didirikan oleh Rektor Dr. HM Nasrullah Yusuf bersama sang istri, Hj. Hernaini. Ia mengisahkan bahwa kampus ini berawal dari sebuah lembaga kursus sederhana, dan kini telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
“Ini adalah bukti nyata bahwa seorang pemimpin lahir melalui proses panjang, bukan dari zona nyaman. Karena itu, para mahasiswa harus berani memiliki mimpi besar dan memanfaatkan masa kuliah sebaik mungkin,” pesannya.

Kepala LLDIKTI Wilayah II, Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc., juga memberikan arahan penting kepada para mahasiswa baru. Dalam pesannya, beliau menekankan bahwa dunia perkuliahan memiliki perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan masa sekolah.
“Di jenjang perguruan tinggi, mahasiswa dituntut untuk mandiri dan mampu mengelola dirinya sendiri. Ini adalah fase kehidupan baru yang memerlukan kemandirian secara menyeluruh,” tegasnya.
Prof. Iskhaq juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kecerdasan akademik dan non-akademik. Ia mengingatkan bahwa menjadi mahasiswa tidak cukup hanya unggul dalam bidang akademik. Soft skills seperti kepemimpinan, kemampuan negosiasi, kerja sama tim, dan berpikir kritis harus terus diasah melalui keaktifan dalam organisasi serta kegiatan di luar kelas.
“Mahasiswa sebenarnya memiliki waktu luang sekitar 20 hingga 30 jam per minggu untuk mengembangkan potensi diri. Manfaatkan waktu tersebut untuk terlibat dalam organisasi dan meningkatkan keterampilan hidup,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan mengenai program Kampus Berdampak yang merupakan lanjutan dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Program ini bertujuan mendorong perguruan tinggi untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
“Dosen dan mahasiswa perlu langsung terjun ke lapangan, menghadirkan solusi, memberikan manfaat, serta menciptakan dampak sosial yang nyata. Ilmu yang dipelajari di kampus harus dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutup Prof. Iskhaq.
Kegiatan PKKMB 2025 yang mengusung tema “Mahasiswa Teknokrat Berdampak untuk Indonesia Emas” ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru Universitas Teknokrat Indonesia dalam memulai perjalanan akademik mereka.
“Diharapkan dengan pembekalan yang diberikan, para mahasiswa bisa berkembang menjadi generasi pemimpin masa depan yang kuat, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” ujarnya.
#PKKMBUniversitasTeknokratIndonesia
#KampusBerdampak
#MahasiswaBerdampak
#DosenBerdampak