Bandar Lampung – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa berdampak Universitas Teknokrat Indonesia (UTI). Mahasiswi Center of Excellence (COE) Metaverse Universitas Teknokrat Indonesia, Risma Oktaviani, berhasil meraih Juara I Lomba Kreatif Video AI Kategori Umum yang diselenggarakan oleh Humas Polda Lampung. Kompetisi yang berlangsung pada 18–28 Juni 2026 tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Setelah melalui proses penilaian yang kompetitif, Risma Oktaviani dinobatkan sebagai juara pertama, disusul oleh Aldo Wijaya sebagai Juara II dan Noviya, S.Pd., Gr. sebagai Juara III.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia mampu bersaing dalam pengembangan karya kreatif berbasis teknologi digital dan kecerdasan buatan, sekaligus memperkuat reputasi kampus sebagai salah satu perguruan tinggi yang konsisten mendorong inovasi di bidang teknologi masa depan.
Dalam kompetisi tersebut, Risma Oktaviani didampingi oleh Yuri Rahmanto, M.Kom., yang bertindak sebagai dosen pembimbing sekaligus Ketua Center of Excellence Metaverse Universitas Teknokrat Indonesia.
Karya video berjudul “Benang Merah Pengabdian” berhasil menarik perhatian dewan juri melalui konsep visual yang kuat, teknik storytelling yang menyentuh, serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai media produksi kreatif.
Video tersebut mengangkat filosofi benang merah sebagai simbol kehadiran Kepolisian Negara Republik Indonesia yang senantiasa hadir di tengah masyarakat, memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan dalam berbagai dinamika kehidupan.
Melalui visualisasi yang kreatif, benang merah digambarkan mengalir melewati berbagai aktivitas masyarakat hingga akhirnya membentuk Lambang POLRI. Simbol tersebut menjadi representasi dari semangat pengabdian, persatuan, serta komitmen menjaga keamanan dan keutuhan bangsa.
Konsep visual yang dipadukan dengan teknologi AI mampu menghadirkan pengalaman sinematik yang kuat sekaligus menyampaikan pesan sosial secara efektif, sehingga berhasil mengantarkan karya tersebut meraih penghargaan tertinggi pada kompetisi.
Ketua Center of Excellence Metaverse Universitas Teknokrat Indonesia, Yuri Rahmanto, M.Kom., mengungkapkan bahwa prestasi yang diraih Risma merupakan hasil dari proses pembinaan yang berkelanjutan dalam pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang teknologi digital kreatif.
Menurutnya, mahasiswa saat ini tidak hanya dituntut mampu menguasai teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan mengolah ide, menyusun narasi, dan menghadirkan karya yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia mampu mengintegrasikan kecerdasan buatan dengan kreativitas dan kemampuan bercerita (storytelling) sehingga menghasilkan karya yang tidak hanya memiliki nilai artistik tinggi, tetapi juga mampu menyampaikan pesan sosial yang kuat. Kami berharap keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi, berkarya, dan mengharumkan nama kampus di berbagai kompetisi tingkat regional maupun nasional,” ujar Yuri Rahmanto.
Ia menambahkan bahwa COE Metaverse Universitas Teknokrat Indonesia terus mengembangkan berbagai program pembinaan di bidang Artificial Intelligence, Metaverse, Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), immersive technology, serta produksi konten digital kreatif yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., turut menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian yang diraih oleh Risma Oktaviani.
Menurutnya, kemenangan tersebut menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara kreatif sekaligus menghasilkan karya yang memberikan nilai edukatif dan sosial.
“Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih Risma Oktaviani pada kompetisi tingkat nasional ini. Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia tidak hanya menguasai teknologi kecerdasan buatan, tetapi juga mampu menggunakannya sebagai sarana inovasi dan komunikasi yang berdampak positif bagi masyarakat. Kampus akan terus mendukung pengembangan talenta-talenta muda melalui pembelajaran berbasis teknologi, riset, dan inovasi agar semakin banyak mahasiswa yang mampu mengharumkan nama Universitas Teknokrat Indonesia di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Dr. H. Mahathir Muhammad.
Ia juga menegaskan bahwa budaya inovasi yang terus dibangun di lingkungan kampus menjadi salah satu fondasi utama dalam mencetak lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global.
Prestasi yang diraih Risma Oktaviani menjadi salah satu bukti keberhasilan Universitas Teknokrat Indonesia dalam membangun ekosistem pembelajaran berbasis inovasi.
Melalui Center of Excellence Metaverse, mahasiswa memperoleh ruang untuk mengembangkan kemampuan teknis maupun kreativitas dalam memanfaatkan teknologi digital modern, mulai dari pengembangan konten berbasis AI, desain metaverse, virtual reality, augmented reality, hingga berbagai aplikasi teknologi immersive lainnya.
Universitas Teknokrat Indonesia juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Pendidikan Teknokrat, pimpinan universitas, dosen pembimbing, serta seluruh sivitas akademika yang telah memberikan dukungan, pendampingan, dan motivasi sehingga prestasi tersebut dapat diraih.
Keberhasilan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia dalam kompetisi ini turut mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Prestasi tersebut sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kompetensi mahasiswa dalam bidang teknologi digital, kecerdasan buatan, dan industri kreatif berbasis inovasi. Selain itu, karya yang memanfaatkan AI untuk menghasilkan media komunikasi yang edukatif mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong lahirnya inovasi teknologi yang aplikatif dan bernilai tambah.
Di sisi lain, pesan mengenai pengabdian kepada masyarakat yang diangkat dalam video “Benang Merah Pengabdian” turut mencerminkan semangat membangun institusi yang kuat, inklusif, dan melayani masyarakat, selaras dengan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh).
Prestasi yang diraih Risma Oktaviani semakin mempertegas komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam melahirkan generasi muda yang inovatif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus menghasilkan karya-karya berbasis teknologi yang tidak hanya unggul dari sisi inovasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat budaya prestasi yang menjadi ciri khas Universitas Teknokrat Indonesia sebagai kampus yang konsisten mencetak talenta unggul di era transformasi digital.
#MahasiswaBerprestasi
#MahasiswaBerdampak
#MahasiswaTerbaikdiLampung
#KampusTerbaikdiLampung