Bandar Lampung – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa terbaik Universitas Teknokrat Indonesia di tingkat nasional. Tim keamanan siber Universitas Teknokrat Indonesia yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Programming Teknokrat (PROTEK) berhasil menjadi finalis nasional Kompetisi Keamanan Siber “Rise The Ranger 2” kategori Attack and Defense yang diselenggarakan oleh Satuan Siber (Satsiber) TNI.
Capaian tersebut semakin mempertegas kemampuan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia dalam menguasai teknologi keamanan siber sekaligus menunjukkan kesiapan generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan digital yang semakin kompleks.
Tim PROTEK Teknokrat menunjukkan performa gemilang sejak babak penyisihan. Dari enam tim yang dinyatakan lolos ke babak final, tim Universitas Teknokrat Indonesia berhasil menempati peringkat pertama.
Pencapaian tersebut menjadi modal penting bagi tim untuk melanjutkan perjuangan di babak final sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia mampu bersaing dengan tim-tim terbaik dalam kompetisi keamanan siber tingkat nasional.
Kompetisi Attack and Defense sendiri dirancang untuk menguji kemampuan peserta dalam menghadapi berbagai skenario dan tantangan keamanan siber. Peserta tidak hanya dituntut mampu mengidentifikasi serta mengeksploitasi celah keamanan, tetapi juga harus mampu mempertahankan sistem dari serangan yang dilakukan oleh tim lawan.
Format kompetisi tersebut menuntut peserta memiliki kemampuan teknis, analitis, kecepatan berpikir, strategi, serta koordinasi tim yang kuat.
Tim keamanan siber Universitas Teknokrat Indonesia diperkuat oleh tiga mahasiswa terbaik, yakni Erwin Wijaya, Angelica Christiani Susanto, dan Rizki Dwi Saputra.
Ketiganya mengikuti kompetisi di bawah bimbingan dosen terbaik Universitas Teknokrat Indonesia, Yuri Rahmanto, M.Kom., yang secara aktif mendampingi proses persiapan dan pengembangan kompetensi tim.
Keterlibatan mahasiswa dalam kompetisi tersebut menjadi bagian dari upaya Universitas Teknokrat Indonesia dalam memberikan ruang kepada mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan teknologi melalui pengalaman kompetisi yang bersifat praktis dan kompetitif.
Dosen terbaik sekaligus pembimbing tim, Yuri Rahmanto, M.Kom., mengapresiasi kerja keras dan perjuangan Erwin, Angelica, serta Rizki hingga mampu meraih posisi teratas pada babak penyisihan.
Menurut Yuri, keberhasilan menjadi peringkat pertama sekaligus lolos sebagai salah satu dari enam finalis merupakan capaian yang patut dibanggakan.
“Kami sangat mengapresiasi perjuangan Erwin, Angelica, dan Rizki. Menjadi peringkat pertama pada tahap penyisihan dan lolos sebagai salah satu dari enam finalis merupakan capaian yang membanggakan. Semoga pada babak final mereka dapat memberikan kemampuan terbaik dan membawa nama Universitas Teknokrat Indonesia semakin dikenal di bidang keamanan siber,” ujar Yuri.
Ia menilai pengalaman mengikuti kompetisi nasional seperti Rise The Ranger 2 memberikan nilai tambah bagi mahasiswa karena mereka dapat menguji kemampuan teknis dalam situasi yang mendekati tantangan nyata di bidang keamanan siber.
Yuri menjelaskan bahwa dunia keamanan siber tidak hanya membutuhkan penguasaan terhadap teknologi, tetapi juga kemampuan berpikir cepat, analitis, bekerja dalam tim, serta mengambil keputusan secara tepat dalam situasi yang dinamis.
“Dunia keamanan siber membutuhkan kemampuan teknis yang kuat, tetapi juga kemampuan berpikir cepat, analitis, bekerja dalam tim, dan mengambil keputusan dalam situasi yang dinamis. Kompetisi seperti ini memberikan pengalaman nyata yang sangat berharga bagi mahasiswa,” tambahnya.
Menurutnya, pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menghadapi perkembangan industri keamanan siber yang terus berubah serta semakin membutuhkan talenta digital dengan kompetensi yang kuat.
Keberhasilan tim PROTEK Universitas Teknokrat Indonesia melaju ke babak final semakin memperkuat komitmen kampus dalam mendorong mahasiswa mengembangkan kompetensi di bidang teknologi informasi, khususnya cyber security, ethical hacking, dan keamanan sistem digital.
Universitas Teknokrat Indonesia terus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan melalui organisasi kemahasiswaan, kompetisi, proyek teknologi, maupun kegiatan pembelajaran berbasis praktik.
Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga mendapatkan kesempatan menguji kemampuan mereka dalam menghadapi persoalan teknologi secara langsung.
Dengan keberhasilan menempati peringkat pertama pada tahap penyisihan, tim keamanan siber Universitas Teknokrat Indonesia kini bersiap menghadapi babak final Rise The Ranger 2 yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Agustus 2026 di Markas Besar (Mabes) TNI, Cilangkap.
Babak final akan menjadi tantangan berikutnya bagi Erwin Wijaya, Angelica Christiani Susanto, dan Rizki Dwi Saputra untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sekaligus membawa nama Universitas Teknokrat Indonesia dalam kompetisi keamanan siber tingkat nasional.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tim PROTEK yang mampu menjadi peringkat pertama pada babak penyisihan dan melaju ke final nasional.
Mahathir berharap capaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi tim yang bertanding, tetapi juga dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia lainnya untuk terus mengembangkan kompetensi dan berani mengambil kesempatan dalam berbagai kompetisi tingkat nasional.
“Prestasi yang diraih tim keamanan siber Universitas Teknokrat Indonesia menjadi bukti bahwa mahasiswa memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat nasional. Kami berharap pencapaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus belajar, berinovasi, mengembangkan kemampuan teknologi, dan berani berkompetisi. Semoga tim PROTEK dapat memberikan performa terbaik pada babak final dan membawa nama Universitas Teknokrat Indonesia semakin harum,” ujar Mahathir.
Ia menambahkan bahwa perkembangan teknologi digital harus diimbangi dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusia, khususnya generasi muda yang memiliki kompetensi di bidang keamanan sistem dan perlindungan data.
Prestasi tim keamanan siber Universitas Teknokrat Indonesia juga sejalan dengan komitmen kampus dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
Melalui pembelajaran berbasis praktik, kompetisi nasional, serta pengembangan kompetensi teknologi, mahasiswa memperoleh pengalaman yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri digital.
Capaian ini juga mendukung SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, terutama melalui penguatan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang teknologi informasi, keamanan siber, dan inovasi digital.
Pengembangan talenta cyber security menjadi semakin penting di tengah meningkatnya ketergantungan masyarakat, pemerintah, dan industri terhadap infrastruktur digital. Karena itu, mahasiswa yang memiliki kemampuan keamanan siber diharapkan mampu berkontribusi dalam menciptakan ekosistem digital yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan.
Melaju sebagai peringkat pertama babak penyisihan menjadi pencapaian penting bagi tim keamanan siber Universitas Teknokrat Indonesia. Namun, perjuangan belum berakhir.
Erwin Wijaya, Angelica Christiani Susanto, dan Rizki Dwi Saputra kini membawa semangat dan kepercayaan diri untuk menghadapi babak final Rise The Ranger 2 di Mabes TNI Cilangkap.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia tidak hanya dibekali pengetahuan akademik, tetapi juga didorong untuk memiliki keberanian berkompetisi, kemampuan memecahkan masalah, keterampilan bekerja dalam tim, serta kesiapan menghadapi tantangan teknologi masa depan.
#MahasiswaBerprestasi
#MahasiswaBerdampak
#KampusBerdampak
#MahasiswaTerbaikdiLampung