PENDAFTARAN

Kembali Gelar Salat Jumat, Badan Pengelola Masjid Al Hijrah Kota Baru Pimpinan Nasrullah Yusuf Tegaskan Kesiapan Makmurkan Masjid

Untuk kesekian kalinya Badan Pengelola Masjid Al Hijrah Kota Baru yang diketuai Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr HM Nasrullah Yusuf SE MBA menggelar salat jumat.

Sebelumnya, Badan Pengelola sudah melaksanakan salat jumat beberapa kali di masjid ini.

Masjid sendiri sudah layak menyelenggarakan salat jumat di ruang utama ibadah masjid ini.

Baca juga : Cerita Unik di Balik Nama Duta Teknokrat Gerilyana Tryo Putri, Kini Bersiap Pemilihan Muli Mekhanai Provinsi Lampung 2025

Ikut hadir dan mengikuti salat ini antara lain Dr. KH Andi Warisno, M.Pd. (Rektor Islam An Nur Lampung/Sekretaris I Badan Pengelola Masjid Al Hijrah Kota Baru), Dr. Sc. Dedi Darwis, S.Kom., M.Kom. (Dekan FTIK UTI/Bidang Pelaksana Pembangunan Masjid Al Hijrah Kota Baru), Dr. KH Abdullah Adib (Sekretaris II Badan Pengelola Masjid Al Hijrah Kota Baru), dan Yusup (Pelaksana Pembangunan Masjid Al Hijrah Kota Baru).

Nasrullah mengatakan, progres pembangunan masjid sejauh ini menggembirakan. Mahasiswa Teknokrat, khususnya dari Teknik Sipil dan Teknik Elektro juga dikerahkan untuk membantu pelaksanaan pembangunan.

Magang mereka di pembangunan masjid dipercaya bisa mengakselerasi proses pembangunan masjid.

Nasrullah bersyukur pelaksanaan salat jumat ini mulai konsisten diadakan. Ia berkeinginan bisa setiap jumat mengadakan salat di sini.

Ia juga mendorong para dekan untuk mengajak mahasiswanya salat jumat di Masjid Al Hijrah.

Progres pembangunan masjid, kata Nasrullah, sangat signifikan. Beberapa bangunan utama sudah selesai dan terus dalam proses penyempurnaan.

Nasrullah sendiri menjadi ketua Badan Pengelola Masjid Al Hijrah berdasarkan surat keputusan gubernur. Ia dibantu beberapa tokoh masyarakat lainnya untuk meneruskan pembangunan masjid.

Baca juga : Perpustakaan Universitas Teknokrat Indonesia Terima Buku Baru, Rektor Dorong Dosen Rajin Penelitian dan Menulis Karya Ilmiah

Masjid ini sendiri adalah bagian dari rencana Kota Baru yang diiniisasi mantan Gubernur Lampung dua periode, Komjen Pol (Purn) Sjachroedin ZP.

Usai Sjachroedin menjadi gubernur tahun 2014, proses pembangunan tidak diteruskan sampai dengan masa kepemimpinan Penjabat Gubernur Samsudin tahun lalu (2024).

Nasrullah kemudian dipercaya untuk menjadi ketua tim pembangunan kemudian berubah menjadi ketua Badan Pengelola Masjid Al Hijrah.