Blog

  • Home
  • Kecam Tindakan Terorisme di Makassar, Ini Pernyataan Lengkap Forum Rektor Indonesia

Kecam Tindakan Terorisme di Makassar, Ini Pernyataan Lengkap Forum Rektor Indonesia

Bandarlampung, – Kecaman terhadap teror bom di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Minggu (28/3/2021), terus berdatangan. Kali ini disampaikan oleh Forum Rektor Indonesia (FRI). “Menyikapi kejadian peledakan bom di depan Gereja Katedral di Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada hari Minggu, 28 Maret 2021, Forum Rektor Indonesia menyampaikan hal-hal berikut,” demikian surat pernyataan FRI.

Surat pernyataan tersebut diteken Ketua Forum Rektor Indonesia Prof. Arif Satria dan Wakil Ketua yang juga Rektor Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) HM. Nasrullah Yusuf,  Adapun enam pernyataan sikap FRI sebagai berikut:

1. Menyalakan keprihatinan yang mendalam dan mengecam keras tindakan yang telah menimbulkan ketakutan, kekacauan, mengancam dan mengorbankan nyawa manusia, serta merusak sendi-sendi persatuan bangsa Indonesia; 

2.  Mendukung Kepolisian Republik Indonesia untuk segera menginvestigasi dan mengusut tuntas secara objektif pelaku, motif hingga jaringan dan aktor di balik tindakan kekerasan tersebut;

3. Menghimbau kepada masyarakat luas untuk tetap tenang, tidak terpancing oleh isu-isu yang akan mengembangkan berbagai prasangka, serta tidak menyebarkan informasi yang berpotensi memperkeruh keadaan;

4. Mendorong seluruh pimpinan perguruan tinggi untuk lebih pro-aktif untuk mencegah berkernbangnya ideolagi yang membahayakan Negara Kesatuan Republik Indonesia;

5. Mengajak kepada semua pihak untuk terus memperkuat saling pengertian, menghormati, memnercayai dan semangal kebersamaan anlarsemua golongan di negeri ini, demni keutuhan dan persatuan Indonesia;

6. Mengimbau media massa dan pengguna media sosial untuk menyampaikan pemberitaan atau komentar yang meneduhkan dan menenteramkan.  “Demikianlah penyataan Forum Rektor Indonesia. Semoga kita semua senantiasa menjaga keutuhan untuk bersama-sama mewujudkan kemajuan bangsa,” demikian bunyi surat tersebut.