Bandar Lampung – Ikatan Beasiswa Teknokrat (IBATEK) Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung menggelar kegiatan buka puasa bersama bertajuk SERASI “Semarak Ramadan Insan Berprestasi”, Minggu (8/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gelanggang Mahasiswa Dr. HM Nasrullah Yusuf Universitas Teknokrat Indonesia ini diikuti sekitar 250 mahasiswa penerima Beasiswa KIP Kuliah dan Beasiswa Pendidikan Yayasan Teknokrat.
Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan sekaligus mempererat tali silaturahmi antar mahasiswa penerima beasiswa di lingkungan kampus. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana penguatan nilai spiritual serta pembinaan karakter mahasiswa agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan spiritual yang kuat.
Acara dibuka dengan penampilan minat dan bakat mahasiswa melalui lantunan sholawat Nabi Muhammad SAW yang menghadirkan suasana religius dan penuh kekhusyukan. Penampilan tersebut menjadi pembuka yang menggugah semangat serta menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW di kalangan mahasiswa.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kajian Ramadan yang memberikan motivasi dan penguatan nilai-nilai keislaman kepada para peserta. Kajian tersebut mengajak mahasiswa untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, serta menjaga komitmen sebagai mahasiswa penerima beasiswa yang berprestasi dan bermanfaat bagi masyarakat.
Memasuki waktu berbuka puasa, seluruh peserta melaksanakan buka puasa bersama, dilanjutkan dengan salat Maghrib berjamaah. Setelah itu, para mahasiswa menikmati makan malam bersama dalam suasana kebersamaan yang hangat dan penuh kekeluargaan.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan salat Tarawih berjamaah, sehingga kegiatan SERASI tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan kualitas ibadah di bulan suci Ramadan.
Setelah salat Maghrib, kegiatan dilanjutkan dengan kajian yang disampaikan oleh Ustadz Aliyudin, S.H., M.H. Dalam tausiyahnya, ia menjelaskan sejarah turunnya Al-Qur’an yang berkaitan dengan peringatan Nuzulul Qur’an.
Ia mengisahkan bagaimana wahyu pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira melalui perantara Malaikat Jibril dengan perintah “Iqra” (Bacalah) sebagaimana diriwayatkan dalam hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim.
Menurutnya, terdapat banyak pelajaran penting dari peristiwa turunnya Al-Qur’an.
Pertama, Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang ummi (tidak bisa membaca dan menulis), sehingga menjadi bukti kuat keaslian wahyu ilahi yang tidak mungkin dibuat oleh manusia.
Kedua, Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW yang tetap relevan sepanjang zaman karena di dalamnya terkandung berbagai ilmu pengetahuan, petunjuk kehidupan, serta pedoman moral bagi umat manusia.
“Al-Qur’an bukan hanya kitab suci, tetapi juga sumber ilmu, petunjuk hidup, dan jalan menuju kebenaran bagi umat manusia,” ujar Ustadz Aliyudin dalam kajiannya.
Ia juga mengingatkan bahwa umat Islam saat ini hidup di akhir zaman yang ditandai dengan berbagai fenomena sosial sebagaimana disampaikan Rasulullah SAW dalam berbagai hadis, seperti berkurangnya ulama, meningkatnya kebodohan, maraknya fitnah, serta hilangnya amanah.
Oleh karena itu, Ramadan menjadi momentum penting untuk memperbanyak amal saleh dan mempersiapkan bekal kehidupan di akhirat.
“Sesungguhnya kehidupan dunia ini sangat singkat, sedangkan kehidupan akhirat adalah kehidupan yang sesungguhnya. Maka Ramadan harus menjadi kesempatan terbaik bagi kita untuk memperbanyak amal dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah,” jelasnya
Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa juga diingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an yang menegaskan bahwa setiap makhluk pasti akan merasakan kematian dan kehidupan akhirat adalah kehidupan yang kekal.
Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan untuk mempersiapkan bekal terbaik, yakni ketakwaan kepada Allah SWT, sebagaimana firman-Nya:
“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” (QS. Al-Baqarah: 197).
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para mahasiswa agar tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga menjaga kualitas iman dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. HM Nasrullah Yusuf, SE., MBA., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan SERASI yang dinilai mampu memperkuat karakter mahasiswa.
Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan moral yang kuat.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena mampu memperkuat nilai keagamaan, mempererat persaudaraan antar mahasiswa, serta menumbuhkan kesadaran spiritual di kalangan generasi muda,” ujar Nasrullah.
Ia juga mengajak generasi muda, khususnya generasi Z, untuk memanfaatkan momentum Ramadan sebagai sarana memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas kehidupan.
“Saya berharap generasi muda mampu menjadi pribadi yang tangguh, bijak dalam menyerap informasi, serta tetap menjaga nilai-nilai moral dan spiritual di tengah perkembangan zaman,” tambahnya.
Rektor Universitas Teknokrat Indonesia juga menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan komitmen kampus dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs).
Kegiatan SERASI dinilai mendukung beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan, di antaranya:
SDG 4: Pendidikan Berkualitas
Melalui kegiatan kajian keagamaan dan penguatan nilai spiritual, kampus turut berkontribusi dalam meningkatkan literasi keagamaan serta membangun karakter mahasiswa yang berintegritas.
SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh
Pemahaman agama yang moderat dan komprehensif membantu mencegah munculnya radikalisme serta memperkuat harmoni sosial di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat nilai kebersamaan, toleransi, dan solidaritas sosial yang menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang damai dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan SERASI “Semarak Ramadan Insan Berprestasi”, Universitas Teknokrat Indonesia berharap para mahasiswa penerima beasiswa dapat terus meningkatkan kualitas diri baik secara akademik maupun spiritual.
Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk mahasiswa yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter kuat, akhlak mulia, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Dengan semangat Ramadan, para mahasiswa diharapkan mampu menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai pedoman hidup sekaligus bekal dalam menghadapi tantangan masa depan.