PENDAFTARAN

Dosen Universitas Teknokrat Indonesia Kembangkan Riset AI untuk Tingkatkan Kualitas Feedback Pembelajaran

Bandar Lampung – Salah satu dosen Universitas Teknokrat Indonesia, Ahmad Ari Aldino, tengah menorehkan prestasi akademik membanggakan melalui penelitian doktoralnya di Monash University, Australia, salah satu kampus terbaik di dunia. Dalam studi S3 yang dijalaninya, Aldino mengembangkan riset inovatif mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan learning analytics untuk meningkatkan kualitas feedback yang diberikan dosen kepada mahasiswa.

Baca Juga: Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Raih Juara Nasional Lomba Esai Matematika LEMNAS 2025

Penelitian ini berangkat dari kebutuhan akan learner-centered feedback, yakni umpan balik yang bukan hanya berfungsi sebagai evaluasi, tetapi juga menjadi panduan komprehensif bagi mahasiswa dalam memahami performa belajar serta langkah-langkah perbaikan yang lebih terarah.

AI untuk Feedback Lebih Personal, Efektif, dan Mudah Dipahami

Aldino menjelaskan bahwa peningkatan jumlah mahasiswa dan beragamnya karakter pembelajar menjadi tantangan besar bagi dosen di perguruan tinggi. Menurutnya, dosen dituntut untuk memberi feedback yang informatif, personal, serta mendalam—yang seringkali membutuhkan waktu dan tenaga besar.

“Dosen menghadapi tuntutan untuk memberikan feedback yang tidak hanya lengkap dan akurat, tetapi juga mudah dipahami dan relevan bagi perkembangan mahasiswa. Teknologi AI dapat menjadi solusi untuk menjawab tantangan tersebut lebih efisien,” ujar Aldino.

Dalam risetnya, ia memanfaatkan dua teknologi AI utama:

1. Predictive Modeling

Digunakan untuk mengidentifikasi bagian-bagian feedback yang belum lengkap atau kurang mendalam. Teknologi ini membantu dosen melihat area mana yang perlu diperbaiki dalam pemberian umpan balik.

2. Generative AI

Berperan dalam memparafrasekan kalimat, menyederhanakan bahasa, dan memperjelas isi feedback agar lebih mudah dipahami mahasiswa tanpa mengubah esensi akademiknya.

Penelitian ini tidak hanya menilai kemampuan teknologi tersebut dalam membantu penyusunan feedback, tetapi juga mengukur dampaknya terhadap kualitas umpan balik, pemahaman mahasiswa, serta efektivitas pembelajaran secara keseluruhan.

Rangkaian Lima Studi Saling Terhubung

Program doktoral Aldino mencakup lima penelitian inti yang saling melengkapi, mulai dari:

– Pemetaan praktik pemberian feedback dosen di perguruan tinggi,

– Pengembangan model AI pendukung,

– Uji coba teknologi pada berbagai konteks pembelajaran,

– Analisis pengaruh AI terhadap proses belajar mahasiswa,

– Evaluasi efektivitas dan kendala implementasi AI dalam pendidikan tinggi.

Rektor Apresiasi: “AI Memperkuat Peran Dosen, Bukan Menggantikan”

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. HM Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., memberikan apresiasi yang tinggi atas capaian Aldino serta kontribusinya dalam pengembangan inovasi pendidikan.

“Kami bangga memiliki dosen yang menempuh studi doktoral di Monash University. Pemanfaatan AI dalam pendidikan merupakan langkah strategis menuju pembelajaran yang lebih maju dan berkualitas di Indonesia,” ujar Nasrullah.

Ia juga menekankan bahwa teknologi AI harus dipandang sebagai alat bantu yang memperkuat kompetensi dosen, bukan sebagai ancaman.

“AI tidak menggantikan dosen. Justru AI membantu meningkatkan efektivitas kerja, memperkaya kualitas feedback, dan memudahkan dosen dalam memberikan pendampingan akademik yang lebih baik,” tegasnya.

Komitmen Teknokrat Dorong Inovasi Pendidikan

Universitas Teknokrat Indonesia terus mendorong dosen-dosennya untuk aktif berkontribusi dalam penelitian internasional, sekaligus membawa pulang inovasi yang dapat diterapkan dalam peningkatan kualitas pembelajaran di kampus.

Riset yang dikembangkan Aldino diharapkan menjadi salah satu model pengembangan AI dalam dunia pendidikan yang dapat memberi dampak signifikan bagi pembelajaran tinggi di Indonesia.

Baca Juga: BEM UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA Implementasikan Teknologi Smart Cow Farming di Lampung Selatan

#DosenBerdampak
#KampusBerdampak