ID
EN
Bandar Lampung – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), ASEAN’s Best Private University dan Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Sumatera, di tingkat nasional. Tim mahasiswa Program Studi S1 Teknik Komputer, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) Universitas Teknokrat Indonesia, berhasil meraih Juara 1 Nasional Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) AGROFEST 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Bangka Belitung pada Senin, 5 Oktober 2026.
Prestasi tersebut diraih melalui karya inovatif berjudul “SI-SEMAI: Teknologi Pertanian untuk Optimalisasi Persemaian Portabel Berbasis Internet of Things” yang menawarkan solusi teknologi untuk meningkatkan efektivitas proses persemaian bibit tanaman.
Keberhasilan ini semakin memperkuat kiprah mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia dalam kompetisi ilmiah nasional sekaligus menunjukkan bahwa penguasaan teknologi dapat diarahkan untuk menjawab berbagai persoalan nyata di sektor pertanian.
LKTI AGROFEST 2026 menjadi ajang kompetisi ilmiah yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Sebanyak 123 tim mengikuti kompetisi tersebut dan menjalani proses seleksi yang ketat. Dari keseluruhan peserta, kemudian terpilih 10 tim sebagai finalis terbaik nasional.
Sepuluh finalis tersebut berasal dari sejumlah perguruan tinggi, yakni Universitas Teknokrat Indonesia, IPB University, Universitas Brawijaya, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Politeknik Siber dan Sandi Negara, Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung, Universitas Bangka Belitung yang mengirimkan dua tim, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, serta Universitas Hasanuddin.
Pada babak final, tim Universitas Teknokrat Indonesia berhasil menduduki posisi teratas.
Hasil akhir LKTI AGROFEST 2026:
- Juara 1: Universitas Teknokrat Indonesia
- Juara 2: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
- Juara 3: Universitas Brawijaya
Capaian tersebut menjadi prestasi penting bagi Program Studi S1 Teknik Komputer UTI karena mahasiswa mampu bersaing dengan tim dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.
Tim yang berhasil membawa pulang Juara 1 Nasional tersebut terdiri atas tiga mahasiswa Program Studi S1 Teknik Komputer Universitas Teknokrat Indonesia, yaitu:
Tim tersebut mendapatkan bimbingan dari Tri Widodo, S.T., M.Kom. selaku dosen pembimbing.
Proses pengembangan karya juga mendapatkan dukungan dari jajaran Program Studi dan FTIK Universitas Teknokrat Indonesia, termasuk Kaprodi S1 Teknik Komputer Yuri Rahmanto, M.Kom., Wakil Dekan III FTIK Qadhli Jafar Adrian, BMM., M.IT., serta Dekan FTIK Dr. Sc. Dedi Darwis, M.Kom., CDSP.
Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembinaan mahasiswa, mulai dari pengembangan ide, penyusunan karya ilmiah, penguatan aspek teknologi, hingga persiapan menghadapi kompetisi nasional.
Karya yang mengantarkan tim UTI menjadi juara nasional adalah SI-SEMAI, sebuah konsep teknologi pertanian portabel yang dirancang untuk mengoptimalkan proses persemaian bibit tanaman dengan memanfaatkan Internet of Things (IoT).
Gagasan tersebut berangkat dari berbagai persoalan yang sering dihadapi dalam proses persemaian tanaman, seperti kegagalan persemaian, etiolasi, serangan hama dan penyakit, serta kondisi lingkungan yang tidak selalu sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan bibit.
Melalui teknologi SI-SEMAI, mahasiswa Teknik Komputer UTI mencoba menghadirkan sistem persemaian yang lebih terkontrol, terukur, efisien, dan dapat dipantau secara digital.
Konsep tersebut menunjukkan bagaimana kompetensi di bidang Teknik Komputer dapat diterapkan untuk mendukung sektor pertanian melalui integrasi perangkat keras, sensor, sistem kendali, konektivitas, serta pemantauan berbasis teknologi digital.
SI-SEMAI dirancang dalam bentuk sistem persemaian portabel dengan kapasitas hingga 400 bibit untuk satu siklus persemaian.
Sistem tersebut dilengkapi dengan berbagai perangkat pendukung, antara lain sensor suhu, sensor kelembapan udara, sensor kelembapan tanah, sensor cahaya, lampu grow light, kipas sirkulasi, serta aktuator.
Berbagai parameter lingkungan tersebut memungkinkan kondisi persemaian dipantau dan dikendalikan secara lebih terukur.
Keunggulan lainnya adalah sistem dapat dipantau melalui smartphone secara real-time, sehingga pengguna dapat memperoleh informasi mengenai kondisi lingkungan persemaian tanpa harus melakukan pemantauan secara manual setiap saat.
Integrasi IoT tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam inovasi SI-SEMAI karena memungkinkan proses persemaian dikembangkan menuju sistem pertanian yang lebih cerdas dan berbasis data.
Inovasi SI-SEMAI tidak hanya dikembangkan pada tataran konsep, tetapi juga melalui proses pengujian terhadap sejumlah jenis tanaman sayuran.
Uji coba dilakukan pada tanaman selada, pakcoy, dan bayam.
Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan tim, penggunaan SI-SEMAI mampu mempercepat proses persemaian sekitar 2 hingga 4 hari dibandingkan proses persemaian konvensional.
Sistem tersebut juga menghasilkan tingkat keberhasilan bibit siap tanam sebesar 94,6 persen, lebih tinggi dibandingkan tingkat keberhasilan persemaian konvensional yang berada pada angka 85 persen.
Hasil tersebut menunjukkan potensi SI-SEMAI dalam membantu meningkatkan efisiensi proses pembibitan sekaligus menjaga kesinambungan siklus tanam.
Dengan pendekatan tersebut, teknologi yang dikembangkan mahasiswa Teknik Komputer UTI tidak hanya berorientasi pada inovasi perangkat, tetapi juga diarahkan untuk memberikan solusi terhadap kebutuhan nyata di sektor pertanian.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas keberhasilan tim mahasiswa Teknik Komputer UTI meraih Juara 1 Nasional LKTI AGROFEST 2026.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia mampu menghasilkan karya ilmiah yang kompetitif sekaligus memiliki relevansi dengan kebutuhan masyarakat.
“Alhamdulillah, selamat dan sukses kepada Imam Syaifudin, Desvita Anggraini, dan Ahmad Yusuf Darmansah yang berhasil meraih Juara 1 Nasional LKTI AGROFEST 2026. Prestasi ini sangat membanggakan karena mereka mampu bersaing dengan 123 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia,” ujar Mahathir.
Ia menilai inovasi SI-SEMAI menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan keilmuan Teknik Komputer dengan kebutuhan sektor pertanian.
“SI-SEMAI berbasis Internet of Things merupakan karya yang sangat relevan dengan tantangan pertanian modern. Teknologi seperti ini menunjukkan bahwa kompetensi mahasiswa Teknik Komputer dapat diarahkan untuk menghasilkan solusi yang nyata, efisien, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tambahnya.
Mahathir juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Pendidikan Teknokrat, Rektor, Dekan FTIK, Kaprodi Teknik Komputer, dosen pembimbing, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap proses pembinaan mahasiswa.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Pendidikan Teknokrat, Bapak Rektor, Dekan FTIK, Kaprodi, dan dosen pembimbing Tri Widodo yang telah mendampingi mahasiswa hingga berhasil menjadi juara nasional. Universitas Teknokrat Indonesia akan terus memberikan dukungan kepada mahasiswa untuk menghasilkan karya inovatif yang berdampak bagi masyarakat,” tuturnya.
Prestasi SI-SEMAI sekaligus memperlihatkan bagaimana pembelajaran di bidang Teknik Komputer dapat dikembangkan untuk menjawab kebutuhan berbagai sektor.
Teknologi komputer saat ini tidak lagi terbatas pada pengembangan perangkat lunak atau perangkat keras, tetapi telah berkembang menjadi bagian penting dalam transformasi berbagai bidang, termasuk pertanian.
Melalui IoT, sensor, sistem monitoring, otomasi, dan pengolahan data, mahasiswa Teknik Komputer memiliki peluang untuk menciptakan teknologi yang membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
Karya SI-SEMAI menjadi salah satu contoh bahwa mahasiswa dapat mengembangkan kompetensi tersebut melalui penelitian, kreativitas, dan kompetisi ilmiah.
Keberhasilan tim Teknik Komputer UTI dalam LKTI AGROFEST 2026 juga menjadi bagian dari komitmen Universitas Teknokrat Indonesia sebagai Kampus Berdampak.
Prestasi mahasiswa tidak hanya diukur dari penghargaan yang diperoleh, tetapi juga dari kemampuan menghasilkan karya yang memiliki nilai manfaat dan berpotensi diterapkan dalam kehidupan masyarakat.
SI-SEMAI menjadi contoh bagaimana proses pendidikan, penelitian, pembinaan mahasiswa, dan inovasi teknologi dapat berjalan secara beriringan.
Melalui ekosistem akademik yang mendukung, Universitas Teknokrat Indonesia terus mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pencipta dan inovator teknologi yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di masyarakat.
Prestasi dan inovasi SI-SEMAI memiliki keterkaitan dengan sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Pertama, SDG 2: Zero Hunger atau Tanpa Kelaparan. Teknologi SI-SEMAI dirancang untuk meningkatkan efektivitas proses persemaian berbagai tanaman sayuran seperti selada, pakcoy, dan bayam. Peningkatan keberhasilan bibit dan efisiensi proses persemaian berpotensi mendukung produktivitas sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Kedua, SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure. Penggunaan Internet of Things, sensor lingkungan, sistem kendali, serta pemantauan secara real-time melalui smartphone merupakan bentuk inovasi teknologi yang dapat mendukung transformasi menuju pertanian cerdas.
Ketiga, SDG 12: Responsible Consumption and Production. Konsep persemaian portabel dengan sistem yang terukur dan efisien mendukung upaya penerapan teknologi pertanian yang lebih presisi dan berkelanjutan.
Keempat, SDG 4: Quality Education. Prestasi ini juga menunjukkan hasil dari proses pendidikan dan pembinaan mahasiswa yang mendorong kemampuan penelitian, berpikir kritis, inovasi, serta penerapan ilmu pengetahuan untuk menyelesaikan persoalan nyata.
Keberhasilan Imam Syaifudin, Desvita Anggraini, dan Ahmad Yusuf Darmansah meraih Juara 1 Nasional LKTI AGROFEST 2026 menjadi pencapaian yang membanggakan bagi Program Studi S1 Teknik Komputer dan Universitas Teknokrat Indonesia.
Di tengah persaingan yang diikuti 123 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, karya SI-SEMAI berhasil tampil sebagai inovasi terbaik melalui perpaduan antara teknologi Internet of Things dan kebutuhan sektor pertanian.
Capaian tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus melakukan penelitian, mengembangkan inovasi, mengikuti kompetisi, serta menghasilkan karya yang memiliki manfaat bagi masyarakat.
Universitas Teknokrat Indonesia akan terus memperkuat pembinaan mahasiswa melalui sinergi program studi, fakultas, dosen, organisasi kemahasiswaan, dan berbagai fasilitas pendukung agar semakin banyak lahir inovator muda yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Kampus Berdampak, Kampusnya Sang Juara.
#MahasiswaBerprestasi
#MahasiswaBerdampak
#MahasiswaTerbaikdiLampung