Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia kembali memperkuat implementasi konsep #KAMPUSBERDAMPAK melalui program magang mahasiswa di lingkungan instansi pemerintah. Dua mahasiswa terbaik Program Studi S1 Informatika Universitas Teknokrat Indonesia berhasil menyelesaikan program magang di Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung selama lebih dari tiga bulan, terhitung sejak 2 Maret hingga 13 Juni 2026.
Kedua mahasiswa terbaik tersebut adalah Anisa Setia Ningsih dan Apriliya Ananta. Selama menjalani program magang, keduanya ditempatkan pada bagian yang menangani pengelolaan kependudukan dan memperoleh kesempatan untuk berkontribusi secara langsung dalam bidang teknologi informasi, desain digital, serta komunikasi publik.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Universitas Teknokrat Indonesia dalam memberikan pengalaman kerja nyata kepada mahasiswa sekaligus memperkuat keterhubungan antara pembelajaran di perguruan tinggi dengan kebutuhan instansi dan dunia profesional.
Selama menjalani magang, Anisa Setia Ningsih mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam pengelolaan dan pengembangan website BKKBN. Ia turut membantu pembuatan tampilan website serta pengembangan desain User Interface/User Experience (UI/UX) agar informasi yang disajikan dapat tampil lebih menarik, terstruktur, dan mudah diakses oleh masyarakat.
Tidak hanya berkutat pada aspek teknis, Anisa juga dipercaya untuk membuat berbagai materi visual berupa pamflet dan konten edukasi yang dipublikasikan melalui media sosial Instagram BKKBN.
Pengalaman tersebut memberikan kesempatan kepada Anisa untuk memahami bahwa teknologi informasi dan desain digital memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi publik, khususnya informasi yang berkaitan dengan kependudukan dan kesehatan.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah ketika mendapat kesempatan mewakili BKKBN dalam kompetisi “Aku Kamu” tingkat pusat melalui pembuatan komik edukasi mengenai kesehatan organ reproduksi.
“Saya banyak belajar bagaimana teknologi dan desain dapat digunakan untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat. Pegawai BKKBN juga sangat membantu dan membimbing kami selama menjalankan tugas,” ujar Anisa.
Sementara itu, mahasiswa terbaik S1 Informatika lainnya, Apriliya Ananta, juga memperoleh pengalaman yang beragam selama mengikuti program magang.
Ia terlibat dalam pengelolaan dan penginputan konten website, pembuatan desain pamflet, serta turut mempelajari proses pengembangan website dari sisi UI/UX.
Menurut Apriliya, pengalaman berada di lingkungan instansi pemerintah membuat dirinya memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai alur kerja profesional, pembagian tugas, koordinasi, serta tanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan.
“Lingkungan kerjanya ramah dan suportif. Pembimbing selalu memberikan arahan. Saya belajar banyak, mulai dari pengelolaan website, dasar UI/UX, desain grafis, sampai penyusunan alur sistem,” jelas Apriliya.
Selain meningkatkan kemampuan teknis atau hard skill, program magang tersebut juga menjadi sarana bagi Apriliya untuk mengembangkan berbagai kemampuan nonteknis atau soft skill, seperti komunikasi, manajemen waktu, kerja sama tim, kedisiplinan, serta tanggung jawab terhadap pekerjaan.
Bagi kedua mahasiswa, program magang di BKKBN Provinsi Lampung memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan proses pembelajaran di ruang kelas.
Keterlibatan langsung dalam pekerjaan membuat mereka dapat memahami bagaimana pengetahuan di bidang Informatika diterapkan untuk mendukung kebutuhan komunikasi dan pelayanan informasi publik.
Pengalaman tersebut juga memberikan gambaran mengenai pentingnya kemampuan adaptasi bagi mahasiswa ketika memasuki lingkungan kerja yang memiliki karakteristik, prosedur, dan kebutuhan berbeda.
Di akhir program, keduanya menyampaikan kesan positif dan berharap program magang serupa dapat terus dikembangkan agar semakin banyak mahasiswa memperoleh kesempatan untuk belajar secara langsung di dunia kerja.
“Kesan kami sangat positif karena mendapatkan ilmu dan pengalaman baru yang tidak didapatkan di kelas. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi mahasiswa,” ungkap Apriliya.
Program magang mahasiswa S1 Informatika di Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung juga mendapat apresiasi dari Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M.
Mahathir menilai pengalaman mahasiswa berkontribusi langsung di lingkungan instansi pemerintah merupakan bagian penting dari implementasi semangat #KAMPUSBERDAMPAK yang terus didorong Universitas Teknokrat Indonesia.
“Saya sangat mengapresiasi mahasiswa S1 Informatika Universitas Teknokrat Indonesia yang telah menyelesaikan magang di Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung. Ini adalah wujud nyata semangat #KAMPUSBERDAMPAK,” ujar Mahathir.
Menurutnya, pengalaman tersebut tidak hanya memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengasah kemampuan teknis, tetapi juga memperlihatkan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung program yang berkaitan dengan kependudukan dan kesehatan masyarakat.
“Mahasiswa kami tidak hanya mengasah kemampuan teknis seperti pengelolaan website, desain UI/UX, dan konten digital, tetapi juga belajar bagaimana teknologi digunakan untuk mendukung program kependudukan dan kesehatan masyarakat,” katanya.
Mahathir juga memberikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa dalam menghasilkan berbagai produk komunikasi digital selama menjalani magang.
“Kami bangga melihat mahasiswa UTI mampu berkontribusi membuat website lebih informatif, mendesain pamflet edukasi, bahkan ikut dalam lomba komik edukasi tingkat nasional,” tambahnya.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi sekaligus memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial di lingkungan masyarakat.
“Pengalaman ini membuktikan bahwa lulusan Informatika UTI siap menjadi talenta digital yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan siap memberi dampak bagi Indonesia,” tegas Mahathir.
Program magang di Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang menghubungkan kompetensi akademik mahasiswa dengan kebutuhan dunia kerja.
Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa tidak hanya mempraktikkan pengetahuan mengenai pengembangan website, UI/UX, desain grafis, dan teknologi informasi, tetapi juga belajar memahami kebutuhan pengguna serta bagaimana teknologi dapat digunakan sebagai sarana komunikasi publik yang efektif.
Bagi Universitas Teknokrat Indonesia, pengalaman dua mahasiswa terbaik tersebut sekaligus memperkuat komitmen untuk menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata ketika memasuki dunia kerja.
Kegiatan magang ini juga memiliki keterkaitan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan pengalaman pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Pengembangan kompetensi teknologi informasi, komunikasi digital, dan keterampilan profesional mahasiswa juga mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, karena memberikan bekal kepada generasi muda untuk memasuki dunia kerja dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri maupun instansi pemerintah.
Sementara itu, pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung penyebaran informasi kependudukan dan kesehatan kepada masyarakat turut memperkuat semangat SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, khususnya dalam mendorong pemanfaatan inovasi dan teknologi digital untuk mendukung pelayanan informasi yang lebih efektif.
Melalui program magang tersebut, Universitas Teknokrat Indonesia kembali menunjukkan bahwa pembelajaran di perguruan tinggi dapat memberikan dampak yang lebih luas ketika mahasiswa diberi ruang untuk menerapkan ilmu, berkolaborasi dengan institusi, serta terlibat langsung dalam menyelesaikan kebutuhan nyata di masyarakat.
#PengabdianKepadaMasyarakat
#KampusBerdampak
#DosenBerdampak
#MahasiswaBerdampak