Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Berdampak Terbaik di Lampung kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong peningkatan kualitas tata kelola pendidikan tinggi melalui penguatan budaya mutu berbasis teknologi. Komitmen tersebut diwujudkan dengan menerima kunjungan benchmarking dari Universitas Dehasen Bengkulu yang berlangsung pada Jumat (31/7/2026) di Ruang Pertemuan Gedung Serbaguna (GSG) Universitas Teknokrat Indonesia.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Teknokrat Indonesia tersebut menjadi wadah strategis untuk berbagi praktik baik (best practices) dalam implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), khususnya melalui inovasi Digitalisasi Sistem Audit Mutu Internal (AMI) yang dikembangkan Universitas Teknokrat Indonesia.
Benchmarking yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga 11.40 WIB itu juga menjadi momentum memperkuat jejaring kerja sama antarperguruan tinggi dalam menghadapi tantangan transformasi digital di bidang penjaminan mutu pendidikan tinggi.
Fokus utama benchmarking adalah pemaparan mengenai Digitalisasi Sistem Audit Mutu LPM Universitas Teknokrat Indonesia, sebuah inovasi yang secara resmi diluncurkan pada 29 Juni 2026.
Sistem digital tersebut dirancang untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, serta akuntabilitas pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) melalui proses yang terintegrasi, mulai dari pengunggahan dokumen, pelaksanaan audit, penyusunan temuan, tindak lanjut hasil audit, hingga penyusunan laporan secara digital.
Dengan sistem tersebut, seluruh proses penjaminan mutu dapat dilakukan secara lebih cepat, terdokumentasi dengan baik, mudah dipantau, serta menghasilkan data yang lebih akurat sebagai dasar pengambilan keputusan strategis di lingkungan perguruan tinggi.
Delegasi Universitas Dehasen Bengkulu dipimpin oleh Dr. Imma Rachayu, M.TPd. selaku Koordinator SPMI Universitas Dehasen Bengkulu.
Turut hadir dalam rombongan, Dr. Silvia Erlin Aditya, S.M., M.Hum. selaku Koordinator SPME, Dr. Agus Riyanto, M.TPd. sebagai Anggota SPMI, serta Dr. Naomi Pura, M.TPd. sebagai Anggota SPME.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta memperoleh pemaparan mengenai strategi pengembangan sistem audit digital, tata kelola pelaksanaan Audit Mutu Internal berbasis teknologi informasi, mekanisme monitoring dan evaluasi, hingga diskusi mengenai tantangan dan peluang pengembangan penjaminan mutu di era transformasi digital.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan melalui sesi tanya jawab, berbagi pengalaman, serta diskusi mengenai implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal di masing-masing institusi.
Dari Universitas Teknokrat Indonesia, kegiatan benchmarking dihadiri oleh Dr. Ryan Randy Suryono, S.Kom., M.Kom., Wakil Rektor Bidang Akademik; Dr. Sampurna Dadi Riskiono, S.Kom., M.Eng., Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Umum; Dr.Sc. Dedi Darwis, S.Kom., M.Kom., CDSP., Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK); Dr. Heri Kuswoyo, S.S., M.Hum., Dekan Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan (FSIP); Dr. E. Ngestirosa, S.Pd., S.S., M.A., Wakil Dekan Bidang Akademik FSIP; Shiwi Angelica Cindiyasari Sihono, S.Ak., M.B.A., Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB); serta Dr. Afrianto, S.S., M.Hum., Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris sekaligus Penanggung Jawab Pemeringkatan Universitas.
Turut hadir pula Ketua Lembaga Penjaminan Mutu beserta seluruh jajaran tim LPM Universitas Teknokrat Indonesia.Kehadiran jajaran pimpinan universitas menjadi bukti nyata komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan melalui kolaborasi, inovasi, dan transformasi digital.
Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. Laila Ulsi Qodriani, S.S., M.A., menjelaskan bahwa digitalisasi sistem audit merupakan bagian dari strategi universitas dalam memperkuat budaya mutu yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi informasi tidak hanya mempercepat proses audit, tetapi juga menghasilkan dokumentasi yang lebih sistematis sehingga memudahkan proses evaluasi dan pengambilan keputusan berbasis data.
“Digitalisasi audit mutu merupakan langkah strategis untuk menciptakan sistem penjaminan mutu yang lebih efektif, transparan, terdokumentasi dengan baik, dan mampu mendukung peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan. Melalui sistem ini, seluruh proses audit dapat dipantau secara real time sehingga setiap rekomendasi perbaikan dapat segera ditindaklanjuti,” jelas Dr. Laila Ulsi Qodriani.
Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H.M. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan benchmarking tersebut.
Menurutnya, Universitas Teknokrat Indonesia senantiasa membuka ruang kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi untuk saling berbagi pengalaman, inovasi, dan praktik terbaik dalam pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Internal.
“Kami meyakini bahwa budaya mutu akan semakin kuat apabila dibangun melalui semangat kolaborasi, saling berbagi praktik baik, serta pengembangan inovasi secara berkelanjutan. Universitas Teknokrat Indonesia berkomitmen menjadi perguruan tinggi yang terbuka dalam berbagi pengalaman dan inovasi, sehingga transformasi digital di bidang penjaminan mutu dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia,” ujar Nasrullah Yusuf.
Ia menambahkan bahwa transformasi digital dalam penjaminan mutu bukan sekadar perubahan sistem administrasi, melainkan bagian dari strategi besar universitas dalam menciptakan tata kelola perguruan tinggi yang profesional, adaptif, akuntabel, serta berorientasi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Selain menjadi forum berbagi pengalaman, benchmarking ini juga diharapkan mampu mempererat hubungan kelembagaan antara Universitas Teknokrat Indonesia dan Universitas Dehasen Bengkulu.
Melalui kolaborasi tersebut, kedua perguruan tinggi diharapkan dapat terus saling mendukung dalam pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Internal, peningkatan kualitas tata kelola institusi, serta penguatan budaya mutu yang berorientasi pada peningkatan daya saing pendidikan tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi presentasi, demonstrasi penggunaan sistem digital audit mutu, diskusi kelompok, serta pertukaran pengalaman mengenai implementasi penjaminan mutu di masing-masing perguruan tinggi.
Pelaksanaan benchmarking antara Universitas Teknokrat Indonesia dan Universitas Dehasen Bengkulu menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan sistem penjaminan mutu yang mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan tinggi secara berkelanjutan. Selain itu, inovasi digitalisasi Audit Mutu Internal juga mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi informasi dalam tata kelola perguruan tinggi yang modern, efektif, dan berbasis data.
Di sisi lain, kolaborasi benchmarking antarperguruan tinggi turut memperkuat implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), karena menghadirkan sinergi antarinstitusi dalam berbagi pengetahuan, inovasi, serta praktik terbaik guna mempercepat transformasi pendidikan tinggi yang adaptif, berkualitas, dan berdaya saing global.
#KampusBerdampak
#DosenBerdampak
#KampusBerdampakTerbaikdiLampung