Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Kampus Berdampak terbaik di Lampung kembali dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional yang berfokus pada pengembangan kapasitas generasi muda. Kali ini, Kampus Sang Juara menjadi penyelenggara Youth Dialogue Studio (YDS) Lampung 2026, sebuah forum seminar dan dialog kepemudaan yang mempertemukan mahasiswa, organisasi kepemudaan, komunitas sosial, media, hingga pelaku usaha muda untuk berdiskusi mengenai kepemimpinan, inovasi sosial, dan pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan ini merupakan inisiatif United in Diversity (UID) Foundation atau Yayasan Upaya Indonesia Damai, sebuah organisasi non-pemerintah yang sejak tahun 2003 konsisten mengembangkan kepemimpinan lintas sektor, memperkuat kolaborasi, serta mendorong percepatan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.
Youth Dialogue Studio menjadi bagian dari rangkaian menuju Youth Action Forum (YAF) 6.0, yang diselenggarakan UID Foundation bersama Sustainable Development Solutions Network (SDSN) Southeast Asia. Forum nasional tersebut dijadwalkan berlangsung di Bali pada Oktober 2026 dan akan mempertemukan para pemimpin muda dari berbagai daerah di Indonesia untuk merancang solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan.
Kegiatan di Universitas Teknokrat Indonesia dihadiri oleh Wakil Gubernur Provinsi Lampung dr. Jihan Nurlela, M.M., yang diwakili oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Lampung Meiry Harika Sari, S.STP., M.M. Turut hadir pula Wali Kota Bandar Lampung yang diwakili oleh Sekretaris Kota Bandar Lampung Iwan Gunawan, S.P., M.A., beserta jajaran pimpinan Universitas Teknokrat Indonesia yang terdiri atas wakil rektor, dekan, ketua program studi, dosen, dan sivitas akademika.
Mewakili Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Wakil Rektor Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menyampaikan bahwa kepercayaan menjadi tuan rumah Youth Dialogue Studio merupakan bentuk pengakuan terhadap komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam mendukung pengembangan kepemimpinan generasi muda.
“Kami merasa bangga Universitas Teknokrat Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Youth Dialogue Studio Lampung 2026. Kegiatan ini memberikan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari para pemimpin muda, praktisi, dan pegiat sosial yang telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kami berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga membangun jejaring, memperluas wawasan global, serta terinspirasi menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi inovatif bagi berbagai persoalan bangsa,” ujar Mahathir.
Sebanyak 203 peserta mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari Universitas Teknokrat Indonesia, berbagai perguruan tinggi di Provinsi Lampung, organisasi kepemudaan, komunitas sosial, media, serta kalangan wirausahawan muda. Keberagaman latar belakang peserta menciptakan ruang diskusi yang inklusif sekaligus memperkaya pertukaran gagasan mengenai berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda di era transformasi digital.
Sesi seminar dan talkshow dipandu oleh Barry Afriando, M.B.A., selaku Program and Partnership Manager United in Diversity Foundation. Dalam forum tersebut, tiga narasumber inspiratif berbagi pengalaman mengenai kepemimpinan, inovasi sosial, dan pemberdayaan masyarakat, yaitu Muh Rifai Sahida, S.E., Founder Garis Hitam Indonesia sekaligus Youth Action Forum (YAF) 4.0 Fellow, Aprilidia, REALM Specialist Save the Children Indonesia, serta Devan Ahmad Pramudia, Chairperson Leuweung Hub Foundation yang juga merupakan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia.
Selain sesi seminar, peserta juga mengikuti small group discussion yang dirancang untuk memperdalam pembahasan berbagai isu strategis. Melalui diskusi kelompok tersebut, para peserta dapat saling bertukar pengalaman, memperluas jejaring profesional, serta menjajaki peluang kolaborasi dalam berbagai program sosial yang dapat diimplementasikan di daerah masing-masing.
Menariknya, penyelenggaraan Youth Dialogue Studio Lampung 2026 didukung sepenuhnya oleh mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia yang tergabung dalam UKM Teknokrat English Club (TEC), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris, dan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris. Keterlibatan mahasiswa sebagai panitia menunjukkan kemampuan mereka dalam mengelola kegiatan berskala nasional sekaligus membangun kolaborasi dengan organisasi internasional dan berbagai pemangku kepentingan.
Keberhasilan Universitas Teknokrat Indonesia menjadi tuan rumah kegiatan ini semakin memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan kepemimpinan, kolaborasi, dan inovasi bagi generasi muda. Melalui kegiatan semacam ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga mengembangkan keterampilan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, serta kemampuan berpikir kritis yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan global.
Universitas Teknokrat Indonesia berharap penyelenggaraan Youth Dialogue Studio Lampung 2026 mampu melahirkan lebih banyak pemimpin muda yang adaptif, kolaboratif, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap pembangunan masyarakat. Kampus juga berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai institusi nasional maupun internasional guna menciptakan ekosistem pembelajaran yang inovatif dan berdampak.
YDS Lampung sendiri merupakan bagian dari rangkaian Youth Dialogue Studio 2026 yang dilaksanakan di delapan kota di Indonesia, yakni Palembang, Bengkulu, Lampung, Papua Barat, Maluku, Gorontalo, Bali, dan Jakarta. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi wadah bagi generasi muda Indonesia untuk memperluas jejaring, bertukar gagasan, serta mempersiapkan diri mengikuti Youth Action Forum (YAF) 6.0 di Bali.
Penyelenggaraan Youth Dialogue Studio Lampung 2026 sejalan dengan komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Kegiatan ini berkontribusi langsung terhadap SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kompetensi kepemimpinan, komunikasi, dan literasi global mahasiswa. Selain itu, forum ini juga mendukung SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, organisasi masyarakat sipil, media, dan sektor swasta dalam membangun ekosistem pembangunan yang inklusif. Di sisi lain, semangat pemberdayaan generasi muda yang diusung dalam kegiatan ini turut mendukung SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui pembentukan pemimpin muda yang berintegritas, kolaboratif, dan berorientasi pada solusi bagi kemajuan masyarakat.
#KampusBerdampak
#KampusTerbaikdiLampung