PENDAFTARAN
ID ID
EN EN

LUAR BIASA !! Universitas Teknokrat Indonesia Hadirkan Peneliti dari University of Copenhagen dalam Seminar Internasional AI Skills for the Future

Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Berdampak Terbaik di Lampung kembali memperkuat komitmennya sebagai kampus berdampak dengan menghadirkan wawasan akademik internasional melalui Seminar Internasional “AI Skills for the Future” yang berlangsung di Auditorium Universitas Teknokrat Indonesia, Sabtu (30/8/2026).

Baca Juga: KAMPUS BERDAMPAK !! Universitas Teknokrat Indonesia Melaksanakan Kegiatan PKM Internasional Bersama Parul University India Di SMKN 1 Bandar Lampung

Seminar internasional tersebut menghadirkan Theresia Veronika Rampisela, Ph.D., peneliti dari University of Copenhagen, Denmark, sebagai narasumber utama. Kegiatan diikuti oleh civitas akademika dan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta membekali generasi muda dengan keterampilan yang relevan menghadapi transformasi digital.

Kehadiran akademisi dari salah satu universitas riset terkemuka di Eropa tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Universitas Teknokrat Indonesia memperluas jejaring akademik internasional dan menghadirkan perspektif global ke lingkungan kampus.

Dibuka Wakil Rektor Bidang Akademik

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. Ryan Randy Suryono, S.Kom., M.Kom.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar internasional yang dinilai relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan kompetensi mahasiswa di masa depan.

Menurutnya, perkembangan AI yang semakin cepat menuntut perguruan tinggi untuk tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan praktis, kritis, dan etis dalam memanfaatkan teknologi.

Seminar ini menjadi salah satu ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan AI secara lebih luas sekaligus melihat bagaimana teknologi tersebut diterapkan dalam lingkungan akademik, penelitian, maupun dunia profesional.

Peneliti University of Copenhagen Bagikan Wawasan AI

Dalam sesi utama, Dr. Theresia Veronika Rampisela membagikan pengalaman serta gambaran mengenai lingkungan akademik dan penelitian di University of Copenhagen, Denmark.

Ia juga memaparkan bidang keahliannya yang berkaitan dengan perkembangan teknologi AI, antara lain Artificial Intelligence, Information Retrieval, Generative AI, Recommender Systems, dan Responsible AI.

Paparan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami AI bukan sekadar sebagai teknologi yang mampu menghasilkan informasi atau konten, tetapi sebagai teknologi yang perlu dipahami cara kerja, keterbatasan, serta aspek etika penggunaannya.

Peserta juga mendapatkan wawasan mengenai perkembangan Generative AI dan penerapannya dalam pendidikan, penelitian, pekerjaan, hingga kehidupan sehari-hari.

Lima Keterampilan Penting Menghadapi Era AI

Salah satu materi yang menjadi perhatian dalam seminar adalah konsep “5 Know-How AI Skills” yang perlu dikuasai pengguna AI.

Pertama, memahami bagaimana AI bekerja. Kedua, memahami potensi kegagalan atau keterbatasan AI. Ketiga, mampu memanfaatkan AI secara optimal sesuai kebutuhan. Keempat, memiliki kemampuan mengevaluasi hasil yang diberikan AI. Kelima, mampu menjelaskan konsep dan penggunaan AI kepada masyarakat yang tidak memiliki latar belakang teknis.

Kemampuan tersebut dinilai penting karena penggunaan AI tidak cukup hanya dengan mengetahui cara menggunakan sebuah aplikasi. Pengguna juga perlu memahami bagaimana memeriksa hasil, mengenali kemungkinan kesalahan, serta memastikan teknologi digunakan secara tepat.

Seminar juga membahas strategi pemanfaatan AI pada berbagai tahapan pekerjaan, termasuk bagaimana menyusun prompt dan menerapkan context engineering agar sistem AI dapat menghasilkan keluaran yang lebih relevan dan akurat.

Baca Juga: KAMPUS BERDAMPAK !! Universitas Teknokrat Indonesia Perkuat Kompetensi Guru SMA Perintis 2 Bandar Lampung di Era Pembelajaran Digital

Dorong Penggunaan AI secara Bertanggung Jawab

Selain aspek produktivitas, seminar turut memberikan perhatian terhadap evaluasi dan penggunaan AI secara bertanggung jawab.

Peserta dikenalkan dengan sejumlah aspek yang perlu diperhatikan dalam mengevaluasi sistem AI, mulai dari efektivitas dan efisiensi hingga potensi bias, diskriminasi, serta keberagaman.

Pembahasan tersebut memperkuat pentingnya penerapan prinsip Responsible AI, sehingga perkembangan teknologi tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan inovasi, tetapi juga tetap memperhatikan aspek etika, kemanusiaan, keadilan, dan dampaknya terhadap masyarakat.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan di tengah semakin luasnya penggunaan AI oleh pelajar, mahasiswa, akademisi, maupun masyarakat umum.

Teknokrat Dorong Mahasiswa Jadi Pengembang AI yang Bertanggung Jawab

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H.M. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., menyampaikan harapan besar terhadap pelaksanaan seminar internasional tersebut.

Menurutnya, penguasaan AI menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki generasi muda agar mampu menghadapi perubahan dunia pendidikan dan dunia kerja.

“Kami ingin mahasiswa terbaik dan dosen terbaik Universitas Teknokrat Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pengembang AI yang bertanggung jawab,” ujar Nasrullah.

Ia menegaskan bahwa penguasaan teknologi harus berjalan beriringan dengan kemampuan berpikir kritis dan kesadaran terhadap aspek etika.

“Melalui seminar ini, kami berharap mahasiswa mampu menguasai AI Skills for the Future, berpikir kritis, serta berkompetisi di kancah global dengan tetap menjunjung tinggi nilai etika dan kemanusiaan,” tambahnya.

Menurut Nasrullah, kolaborasi akademik dengan University of Copenhagen juga menjadi langkah strategis untuk memperluas jejaring internasional Universitas Teknokrat Indonesia.

“Kami terus membuka ruang kolaborasi internasional agar mahasiswa dan dosen dapat memperoleh wawasan global secara langsung. Ini merupakan bagian dari komitmen Teknokrat dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan mampu memberikan karya nyata di era transformasi digital,” tegasnya.

Wakil Rektor: AI Harus Menjadi Kompetensi Masa Depan

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., turut menyambut baik pelaksanaan Seminar Internasional “AI Skills for the Future”.

Mahathir menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan AI dari perspektif akademik dan global.

“Kami menyambut baik seminar internasional ini karena AI telah menjadi bagian penting dari perkembangan pendidikan, penelitian, industri, dan kehidupan masyarakat. Mahasiswa perlu dipersiapkan agar tidak hanya mampu menggunakan AI, tetapi juga memahami cara mengevaluasi dan memanfaatkannya secara bertanggung jawab,” ujar Mahathir.

Ia menambahkan, keterampilan AI perlu dikombinasikan dengan kemampuan komunikasi, kreativitas, berpikir kritis, dan pemecahan masalah.

“Teknologi akan terus berkembang, tetapi kemampuan manusia untuk berpikir kritis, berinovasi, dan mengambil keputusan secara etis tetap menjadi fondasi. Karena itu, Universitas Teknokrat Indonesia akan terus menghadirkan kegiatan akademik dan kolaborasi internasional yang memperkuat kompetensi tersebut,” tambahnya.

Kolaborasi Internasional Perluas Wawasan Akademik

Kehadiran peneliti dari University of Copenhagen dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi Universitas Teknokrat Indonesia dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi.

Interaksi antara akademisi dan mahasiswa melalui forum seminar memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh wawasan mengenai perkembangan riset dan teknologi AI dari perspektif global.

Kolaborasi seperti ini juga membuka peluang bagi pengembangan jejaring akademik yang lebih luas pada masa mendatang, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Dengan menghadirkan narasumber internasional secara langsung ke lingkungan kampus, mahasiswa diharapkan semakin terbiasa dengan diskursus akademik global dan memiliki kepercayaan diri untuk berinteraksi dalam lingkungan pendidikan serta profesional yang semakin terhubung secara internasional.

Baca Juga: MEMBANGGAKAN !! Mahasiswa Teknokrat Raih Juara Nasional Kompetisi Keamanan Siber “Rise The Ranger 2”

Kontribusi Nyata terhadap Pencapaian SDGs

Seminar Internasional “AI Skills for the Future” juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Pertama, kegiatan ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan literasi AI, kompetensi digital, serta akses mahasiswa terhadap pengetahuan dan perspektif akademik internasional.

Kedua, kegiatan ini berkontribusi terhadap SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan membekali mahasiswa dengan keterampilan teknologi yang semakin dibutuhkan dalam dunia kerja masa kini dan masa depan. Penguasaan AI diharapkan dapat meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi perubahan kebutuhan industri serta menciptakan peluang inovasi dan produktivitas baru.

Ketiga, kegiatan ini sejalan dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur karena mendorong pemanfaatan AI sebagai bagian dari pengembangan inovasi sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai penggunaan teknologi secara efektif dan bertanggung jawab.

Keempat, keterlibatan University of Copenhagen dalam kegiatan akademik ini memperkuat kontribusi terhadap SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, khususnya melalui pengembangan jejaring dan kolaborasi pendidikan tinggi lintas negara.

Dengan demikian, seminar ini tidak hanya menjadi forum berbagi pengetahuan, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam membangun ekosistem pendidikan, inovasi, dan kemitraan yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.

Menyiapkan Talenta Digital untuk Masa Depan

Seminar Internasional “AI Skills for the Future” menjadi salah satu langkah Universitas Teknokrat Indonesia dalam menjawab tantangan transformasi digital yang berlangsung semakin cepat.

Melalui penguatan literasi AI, mahasiswa diharapkan mampu menjadi pengguna teknologi yang cerdas sekaligus calon inovator yang mampu menghasilkan solusi bagi berbagai persoalan di masyarakat.

Semangat tersebut sejalan dengan komitmen Universitas Teknokrat Indonesia sebagai kampus berdampak untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun karakter, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan kesiapan menghadapi persaingan global.

Dengan semangat “Kuasai AI di Era Digital, Raih Masa Depan dengan Karya Nyata”, Universitas Teknokrat Indonesia terus memperkuat langkah mencetak lulusan unggul, berkarakter, adaptif, dan siap menjadi talenta sekaligus pemimpin di era transformasi digital.

Baca Juga: KAMPUS BERDAMPAK !! Universitas Teknokrat Indonesia Melaksanakan Kegiatan PKM Internasional Bersama Parul University India Di SMKN 1 Bandar Lampung

#KampusBerdampakTerbaikdiLampung
#KampusBerdampak