Bandar Lampung – Komitmen dalam membangun budaya riset dan inovasi di kalangan generasi muda kembali diperkuat melalui penyelenggaraan Talkshow Innovation Expo 2026 yang menghadirkan narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kegiatan yang berlangsung di Gelanggang Mahasiswa Dr. HM Nasrullah Yusuf Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), Jumat (12/6/2026), menjadi momentum penting untuk menumbuhkan semangat inovasi mahasiswa dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional di era transformasi digital.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Pusat Riset Teknologi Mineral BRIN, Dr. Fajar Nurjaman, S.T., M.T., memaparkan berbagai peluang dan tantangan pengembangan riset di Indonesia serta pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
Menurut Fajar, BRIN memiliki mandat strategis untuk menyelenggarakan penelitian, pengembangan, pengkajian, penerapan, invensi, dan inovasi guna mendukung pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Riset dan inovasi merupakan fondasi penting bagi kemajuan bangsa. Generasi muda harus menjadi pelaku utama dalam menciptakan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari sektor pangan, energi, kesehatan, hingga lingkungan,” ujarnya di hadapan ratusan peserta.
Dalam pemaparannya, Fajar juga memperkenalkan keberadaan kawasan riset BRIN di Lampung yang berlokasi di Jalan Ir. Sutami Km 15, Tanjung Bintang, Lampung Selatan. Kawasan tersebut menjadi salah satu pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh akademisi, mahasiswa, dan peneliti untuk melakukan kolaborasi riset.
Ia menjelaskan bahwa Pusat Riset Teknologi Mineral BRIN memiliki sejumlah kelompok riset strategis, meliputi teknologi mineral logam tanah jarang, logam dasar dan logam mulia, mineral nonlogam, pengelolaan dampak pengolahan mineral, hingga pemanfaatan batubara nonbahan bakar.
Menurutnya, potensi sumber daya alam Indonesia yang sangat besar membutuhkan dukungan penelitian dan inovasi agar dapat memberikan nilai tambah yang optimal bagi pembangunan ekonomi nasional.
Pada sesi motivasi, peserta diajak memahami bahwa berbagai penemuan besar dunia pada dasarnya lahir dari kebutuhan masyarakat terhadap solusi yang lebih efektif.
Fajar mencontohkan berbagai inovasi sederhana yang kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, seperti lampu listrik dan sedotan modern, yang awalnya muncul sebagai jawaban atas keterbatasan teknologi pada masanya.
“Setiap inovasi berawal dari masalah. Karena itu, mahasiswa harus memiliki kepekaan terhadap persoalan di sekitar mereka. Dari sanalah ide-ide besar akan lahir,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kreativitas, rasa ingin tahu, dan keberanian untuk mencoba merupakan modal penting yang harus dimiliki generasi muda agar mampu menjadi inovator masa depan.
Dalam kesempatan tersebut, BRIN juga menyoroti masih rendahnya jumlah peneliti di Indonesia. Saat ini, jumlah periset Indonesia tercatat masih berada di bawah 300 orang per satu juta penduduk, jauh tertinggal dibandingkan negara-negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan yang memiliki ribuan peneliti untuk jumlah penduduk yang sama.
Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya bersama dari pemerintah, perguruan tinggi, dunia industri, dan masyarakat untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap dunia penelitian dan inovasi.
Selain itu, Indonesia saat ini tengah memasuki era bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncaknya pada periode 2020–2030 dan akan berakhir sekitar tahun 2036. Momentum ini dinilai sebagai peluang emas untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional apabila didukung oleh sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan inovatif.
“Bonus demografi dapat menjadi kekuatan besar apabila generasi mudanya memiliki kompetensi dan daya saing. Namun sebaliknya, dapat menjadi tantangan apabila tidak dibarengi peningkatan kualitas SDM,” tegas Fajar.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas kehadiran BRIN dalam rangkaian Innovation Expo 2026.
Ia menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional sangat penting dalam membangun ekosistem inovasi yang mampu menghasilkan talenta-talenta unggul dan berdaya saing global.
“Kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada BRIN yang telah berbagi wawasan, pengalaman, dan inspirasi kepada mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia. Kehadiran BRIN memberikan motivasi besar bagi mahasiswa untuk semakin aktif melakukan penelitian dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Mahathir.
Menurutnya, Innovation Expo 2026 merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis proyek dan outcome-based education yang diterapkan Universitas Teknokrat Indonesia untuk mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan bangsa.
“Kami ingin mahasiswa menjadi problem solver yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan melalui riset, teknologi, dan inovasi. Kampus harus menjadi pusat lahirnya gagasan-gagasan baru yang memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. HM. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., menyambut baik terselenggaranya talkshow bersama BRIN tersebut.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menciptakan budaya akademik yang mendorong lahirnya inovasi dan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan zaman.
“Kami percaya bahwa kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas riset dan inovasi yang dihasilkan generasi mudanya. Karena itu, Universitas Teknokrat Indonesia terus mendorong mahasiswa untuk aktif melakukan penelitian, mengembangkan kreativitas, serta berkolaborasi dengan berbagai lembaga nasional maupun internasional. Kehadiran BRIN menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi mahasiswa untuk berani menciptakan solusi bagi masa depan Indonesia,” ujar Nasrullah Yusuf.
Pimpinan Universitas Teknokrat Indonesia menilai bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan BRIN menjadi langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui berbagai program akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kegiatan inovasi mahasiswa, Universitas Teknokrat Indonesia terus memperkuat perannya sebagai kampus yang berorientasi pada pengembangan teknologi, kreativitas, dan kewirausahaan.
Penyelenggaraan Talkshow Innovation Expo 2026 bersama BRIN juga sejalan dengan komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini berkontribusi pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan literasi riset, inovasi, dan kompetensi mahasiswa. Selain itu, mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan mempersiapkan generasi muda yang kompeten dan produktif menghadapi dunia kerja masa depan. Kegiatan ini juga relevan dengan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan budaya penelitian dan pengembangan teknologi, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional.
Melalui kegiatan ini, Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung berharap semakin banyak mahasiswa yang terinspirasi untuk menjadi peneliti, inovator, dan agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, nasional, maupun global. Kolaborasi dengan BRIN diharapkan menjadi langkah awal lahirnya berbagai penelitian dan inovasi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di masa depan.
#KampusInovasi
#KampusTerbaikdiLampung
#KampusBerdampak