Bandar Lampung – Semangat inovasi, kreativitas, dan kolaborasi kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Kampus Berdampak Terbaik di Lampung melalui gelaran Innovation Expo 2026 yang berlangsung di Gelanggang Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia, Jumat (12/6/2026). Kegiatan ini menjadi ajang strategis bagi mahasiswa untuk memamerkan berbagai karya dan solusi berbasis teknologi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah.
Lebih dari sekadar pameran hasil karya, Innovation Expo 2026 menjadi representasi nyata dari implementasi sistem pembelajaran modern yang diterapkan Universitas Teknokrat Indonesia. Berbagai inovasi yang dipamerkan lahir dari proses pembelajaran yang menekankan kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi masalah, merancang solusi, serta menghasilkan karya yang dapat diterapkan secara langsung di tengah masyarakat.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menjelaskan bahwa Innovation Expo merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mengembangkan pendidikan berbasis kompetensi melalui pendekatan Outcome-Based Education (OBE), Project-Based Learning, dan Experiential Learning.
“Mahasiswa tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga didorong untuk menghasilkan karya nyata yang mampu menjawab berbagai persoalan di masyarakat. Kami ingin mencetak lulusan yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif, sekaligus mampu menjadi problem solver bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Mahathir.
Menurutnya, pendekatan pembelajaran tersebut menempatkan mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan inovasi bagi pembangunan daerah dan nasional. Oleh karena itu, proses pembelajaran di Universitas Teknokrat Indonesia selalu mendorong kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan dunia industri agar inovasi yang dihasilkan memiliki dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.
Dalam Innovation Expo 2026, karya mahasiswa dikelompokkan ke dalam empat tema besar yang relevan dengan kebutuhan pembangunan saat ini, yaitu Smart Farming, Smart Village, Tourism Village, serta Conservation and Disaster Resilient Village.
Berbagai karya yang ditampilkan tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga diarahkan untuk menyelesaikan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, mulai dari sektor pertanian, pengembangan desa berbasis teknologi, pariwisata berkelanjutan, hingga mitigasi bencana dan pelestarian lingkungan.
Mahathir menilai berbagai inovasi yang dipamerkan memiliki potensi besar untuk mendukung pembangunan Provinsi Lampung yang lebih maju, cerdas, berdaya saing, dan berkelanjutan.
“Kampus harus menjadi pusat lahirnya solusi bagi daerah dan bangsa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menghasilkan produk inovasi, tetapi juga membangun kepedulian sosial serta kemampuan untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan tersebut turut mendapat apresiasi dari Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Lampung, Yurnalis, yang menilai kreativitas generasi muda merupakan modal penting dalam mendorong kemajuan daerah.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi tantangan masa depan sekaligus menghasilkan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi pembangunan daerah.
“Generasi muda memiliki ide-ide segar yang sangat dibutuhkan dalam mendukung pembangunan daerah. Pemerintah Provinsi Lampung terus membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk mengembangkan berbagai inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia mencontohkan pentingnya pengembangan teknologi pengolahan hasil pertanian, seperti penggunaan teknologi pengering (dryer) untuk komoditas pertanian. Teknologi tersebut dinilai mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal sehingga sejalan dengan program hilirisasi dan penguatan sektor industri berbasis sumber daya daerah.
Sementara itu, Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. HM. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., menyampaikan apresiasi atas semangat inovasi yang ditunjukkan mahasiswa melalui Innovation Expo 2026.
Menurutnya, inovasi merupakan salah satu kunci utama dalam menghadapi perubahan zaman dan tantangan global yang semakin kompleks.
“Universitas Teknokrat Indonesia terus mendorong budaya inovasi, riset, dan kolaborasi di kalangan mahasiswa. Melalui kegiatan seperti Innovation Expo, mahasiswa diberikan ruang untuk mengembangkan ide kreatif menjadi solusi nyata yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami ingin melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menciptakan perubahan melalui inovasi,” ujar Nasrullah Yusuf.
Ia menambahkan bahwa kampus akan terus memperkuat ekosistem inovasi melalui berbagai program riset, inkubasi bisnis, kompetisi, serta kolaborasi dengan pemerintah dan industri agar karya mahasiswa dapat berkembang hingga tahap implementasi.
Pelaksanaan Innovation Expo 2026 juga sejalan dengan komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Kegiatan ini berkontribusi langsung pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penerapan pembelajaran berbasis proyek dan inovasi yang meningkatkan kompetensi mahasiswa. Selain itu, berbagai karya yang dipamerkan mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan solusi yang berpotensi menciptakan peluang usaha dan meningkatkan produktivitas masyarakat.
Tema-tema yang diangkat dalam expo juga mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan teknologi tepat guna, SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui konsep desa cerdas dan desa tangguh bencana, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui inovasi di bidang konservasi lingkungan dan mitigasi bencana.
Melalui Innovation Expo 2026, Universitas Teknokrat Indonesia menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga berkontribusi aktif dalam menghasilkan solusi inovatif bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Kampus berharap berbagai karya yang ditampilkan tidak berhenti pada tahap pameran semata, tetapi dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan pemerintah, industri, dan masyarakat sehingga memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan bagi Provinsi Lampung maupun Indonesia.
#KampusBerdampak
#KampusInovasi
#KampusTerbaikdiLampung