ID
EN
Melalui program “SMK Nusantara Goes to Campus”, puluhan siswa mendapatkan pengalaman belajar langsung merakit dan mengendalikan robot berkaki menggunakan smartphone. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Teknokrat dalam memperluas literasi teknologi dan menghadirkan pembelajaran yang berdampak bagi masyarakat.
Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Kampus Berdampak Terbaik di Lampung menerima kunjungan siswa SMKS Nusantara Pesawaran dalam kegiatan pengenalan dan praktik teknologi robotika melalui program “SMK Nusantara Goes to Campus” yang berlangsung di Kampus Universitas Teknokrat Indonesia, Bandar Lampung.
Kegiatan yang diikuti puluhan siswa tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan perkembangan teknologi robotika sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran secara langsung. Tidak hanya mendapatkan materi teori, para siswa juga berkesempatan merakit robot berkaki hingga mempraktikkan cara mengendalikannya menggunakan smartphone.
Melalui kegiatan ini, Universitas Teknokrat Indonesia berupaya mendekatkan dunia pendidikan menengah dengan lingkungan perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Wakil Rektor I Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. Ryan Randy Suryono, S.Kom., M.Kom., menyambut baik kunjungan SMKS Nusantara Pesawaran. Ia menyampaikan bahwa Universitas Teknokrat Indonesia senantiasa membuka kesempatan bagi siswa sekolah untuk mengenal lingkungan perguruan tinggi sekaligus memperoleh pengalaman belajar teknologi secara langsung.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa robotika telah menjadi bagian dari perkembangan teknologi masa kini sehingga generasi muda perlu mulai mengenal dan memahami penerapannya sejak dini.
“Selamat datang di Kampus Universitas Teknokrat Indonesia, Kampus Sang Juara. Kami sangat senang SMKS Nusantara Pesawaran memilih Teknokrat sebagai tempat belajar. Robotika bukan lagi masa depan, tetapi sudah menjadi bagian dari kehidupan hari ini. Melalui kegiatan ini, kami ingin adik-adik tidak hanya melihat robot, tetapi merasakan langsung bagaimana robot itu dibuat, dirakit, dan dikendalikan,” ujar Dr. Ryan.
Ia juga menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis praktik atau learning by doing merupakan pendekatan yang terus didorong Universitas Teknokrat Indonesia. Melalui metode tersebut, siswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mencoba, bereksperimen, dan mengembangkan keterampilan secara langsung.
“Kami ingin siswa berani bermimpi lebih tinggi. Siapa tahu, dari kegiatan sederhana hari ini akan lahir inovator, engineer, dan peneliti robotik masa depan dari Pesawaran,” tambahnya.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menegaskan bahwa kegiatan pengenalan dan pendampingan robotika tersebut merupakan implementasi nyata dari konsep Kampus Berdampak.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya mengembangkan keunggulan akademik di lingkungan kampus, tetapi juga perlu memastikan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki dapat memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat.
“Inilah yang kami sebut Kampus Berdampak. Kampus hadir untuk memberi dampak. Ketika mahasiswa kami mendampingi siswa SMK merakit robot, itu artinya ilmu yang ada di kampus ini sudah mengalir dan bermanfaat bagi masyarakat. Teknokrat berkomitmen menjadi kampus yang melahirkan lulusan unggul sekaligus berkontribusi bagi pembangunan daerah dan nasional,” tegas Dr. Mahathir.
Ia menambahkan, kegiatan seperti ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam memperluas akses pengetahuan teknologi bagi generasi muda. Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan sekolah diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak peserta didik memperoleh kesempatan mengenal teknologi secara aplikatif.
Kepala SMKS Nusantara Pesawaran, Firsta Primordiyanti, S.S., M.Hum., GR., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas Teknokrat Indonesia atas sambutan serta kesempatan belajar yang diberikan kepada para siswanya.
Ia menjelaskan bahwa program SMK Nusantara Goes to Campus merupakan bagian dari upaya sekolah untuk memperluas wawasan peserta didik, memperkenalkan lingkungan pendidikan tinggi, serta membangun kedekatan antara pembelajaran di sekolah dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di perguruan tinggi.
“Terima kasih kepada Teknokrat yang telah menerima siswa kami. Kegiatan SMK Nusantara Goes to Campus ini merupakan upaya untuk memperluas wawasan peserta didik, memperkenalkan lingkungan perguruan tinggi, sekaligus mendekatkan dunia pendidikan sekolah dengan dunia akademik dan teknologi di Universitas Teknokrat Indonesia,” ujar Firsta.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kegiatan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, menumbuhkan kreativitas, mengasah kemampuan berpikir kritis, serta membangun keberanian untuk memiliki cita-cita yang lebih tinggi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi dasar mengenai pengenalan robotika dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Materi disampaikan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Center of Excellence (CoE) Robotics dan UKM Robotics Universitas Teknokrat Indonesia.
Kegiatan tersebut didampingi oleh dosen pembimbing robotik, Jaka Persada Sembiring, S.Kom., M.Cs., serta mahasiswa berprestasi Asshiddiqi Mei Fakhrurozi dan Alfarabi.
Dalam sesi pengenalan, para siswa mendapatkan penjelasan mengenai konsep dasar robotika, komponen penyusun robot, serta pemanfaatan teknologi robot dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, industri, hingga aktivitas kehidupan sehari-hari.
Setelah memperoleh pemahaman dasar, para siswa diajak mengikuti praktik perakitan robot berkaki. Dengan pendampingan langsung dari Tim Robotik Universitas Teknokrat Indonesia, mereka belajar mengenali komponen, memahami tahapan perakitan, serta mempraktikkan sistem kendali robot menggunakan smartphone.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa tidak hanya menyaksikan demonstrasi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembuatan hingga pengoperasian robot.
Salah satu capaian menarik dalam kegiatan tersebut adalah keberhasilan para siswa SMKS Nusantara Pesawaran merakit tiga unit robot berkaki. Robot hasil rakitan kemudian didemonstrasikan secara langsung dan dicoba pengoperasiannya menggunakan smartphone.
Pengalaman ini memberikan pemahaman praktis kepada siswa mengenai keterkaitan antara perangkat keras (hardware), sistem kendali, dan teknologi digital dalam pengembangan robotika.
Melalui proses tersebut, siswa dapat melihat bahwa pengembangan teknologi robot tidak hanya membutuhkan pemahaman teori, tetapi juga keterampilan teknis, ketelitian, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, dan kerja sama.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembelajaran teknologi dapat dikemas secara menarik dan aplikatif. Pendekatan praktik langsung memungkinkan siswa memahami materi dengan lebih konkret sekaligus mendorong rasa ingin tahu untuk terus mengeksplorasi bidang elektronika dan robotika.
Kegiatan SMK Nusantara Goes to Campus turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui perluasan akses pembelajaran teknologi dan pemberian pengalaman praktik bagi siswa. Kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui pengenalan robotika serta penguatan literasi inovasi dan teknologi sejak dini, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dosen, dan mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Melalui kunjungan ini, Universitas Teknokrat Indonesia berharap dapat menumbuhkan minat, kreativitas, dan semangat inovasi siswa SMKS Nusantara Pesawaran, khususnya dalam bidang teknologi, elektronika, dan robotika.
Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa melalui Center of Excellence Robotics dan UKM Robotics dalam membagikan pengetahuan, pengalaman, serta inspirasi kepada generasi muda.
Sebagai Kampus Berdampak, Universitas Teknokrat Indonesia terus mendorong pemanfaatan keunggulan ilmu pengetahuan dan teknologi agar tidak hanya berkembang di lingkungan akademik, tetapi juga dapat dirasakan manfaatnya oleh sekolah dan masyarakat luas. Dengan demikian, semakin banyak generasi muda yang memiliki kesempatan untuk mengenal teknologi, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan diri menjadi inovator masa depan.
Baca Juga: HITEKMASI Teknokrat Gelar Team Building Camp, Cetak Mahasiswa yang Unggul dan Berjiwa Kepemimpinan