PENDAFTARAN
ID ID
EN EN

TEMBUS 4 BESAR NASIONAL !! Universitas Teknokrat Indonesia Loloskan 21 Produk Inovasi ke KSTI 2026 Mengungguli Beberapa Kampus Top di Indonesia

Ungguli Sejumlah Perguruan Tinggi Ternama, Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Ini Buktikan Kekuatan Riset dan Inovasi Dosen serta Mahasiswa di Tingkat Nasional.

Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Kampus Berdampak Terbaik di Lampung kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kampus terbaik di Lampung ini berhasil menempati posisi empat besar perguruan tinggi dengan jumlah produk inovasi terbanyak yang lolos kurasi untuk mengikuti Pameran Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026.

Baca Juga: MENDUNIA !! Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Ditetapkan sebagai Chair Professor di Dua Universitas Korea Selatan

Berdasarkan data panitia KSTI Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Universitas Teknokrat Indonesia yang dipimpin Rektor Prof. Dr. HM. Nasrullah Yusuf, S.E., MBA., berhasil meloloskan 21 produk inovasi karya dosen dan mahasiswa. Capaian tersebut menempatkan UTI di jajaran perguruan tinggi dengan kontribusi inovasi terbesar di Indonesia, bersanding dengan sejumlah universitas terkemuka, baik negeri maupun swasta.

Prestasi ini sekaligus mempertegas kapasitas Universitas Teknokrat Indonesia dalam mengembangkan riset dan teknologi yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memiliki potensi penerapan dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Masuk Empat Besar Nasional, Bersaing dengan Perguruan Tinggi Ternama

Dalam daftar 10 besar perguruan tinggi berdasarkan jumlah produk inovasi yang diundang mengikuti KSTI 2026, Universitas Teknokrat Indonesia menempati peringkat keempat dengan 21 produk inovasi.

Berikut daftar perguruan tinggi dengan jumlah produk inovasi terbanyak yang tercantum dalam data panitia KSTI 2026:

1. Peringkat 1: Universitas Andalas – 58 produk inovasi.

2. Peringkat 2: Universitas Airlangga – 23 produk inovasi.

3. Peringkat 3: Universitas Muhammadiyah Surakarta – 22 produk inovasi.

4. Peringkat 4: Universitas Teknokrat Indonesia – 21 produk inovasi.

5. Peringkat 5: Institut Pertanian Bogor – 21 produk inovasi.

6. Peringkat 6: Universitas Brawijaya – 13 produk inovasi.

7. Peringkat 6: Universitas Padjadjaran – 13 produk inovasi.

8. Peringkat 8: Universitas Indonesia – 12 produk inovasi.

9. Peringkat 9: Institut Teknologi Bandung – 10 produk inovasi.

10. Peringkat 10: Universitas Bina Nusantara – 9 produk inovasi.

11. Peringkat 10: Universitas Gadjah Mada – 9 produk inovasi.

Dengan jumlah 21 produk inovasi, UTI berhasil melampaui sejumlah perguruan tinggi ternama yang selama ini dikenal memiliki kekuatan dalam bidang riset dan pengembangan teknologi. Capaian ini menjadi bukti semakin kuatnya ekosistem inovasi yang dibangun Universitas Teknokrat Indonesia melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa.

21 Produk Lolos Kurasi, Siap Tampil di Panggung Inovasi Nasional

Sebanyak 21 produk inovasi karya dosen dan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia dinyatakan lolos proses seleksi dan kurasi oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek.

Seluruh produk tersebut dijadwalkan tampil dalam KSTI 2026 yang berlangsung pada 10–13 November 2026 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya.

Keberhasilan meloloskan 21 produk sekaligus menjadi pencapaian penting bagi UTI. Jumlah tersebut melampaui batas usulan maksimal dua produk unggulan per bidang sebagaimana ketentuan yang disampaikan dalam materi seleksi KSTI.

Capaian ini juga menunjukkan perkembangan kapasitas riset Universitas Teknokrat Indonesia, mulai dari pengembangan teknologi, kesiapan penerapan hasil penelitian, kolaborasi dengan sektor industri, hingga potensi hilirisasi dan komersialisasi produk inovasi.

KSTI 2026, Ajang Strategis Mempertemukan Inovator dan Industri

Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia merupakan forum nasional strategis yang diinisiasi sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian sains, teknologi, dan industri Indonesia. Forum ini mempertemukan para inventor, inovator, akademisi, pelaku industri, investor, serta pemangku kepentingan pemerintah untuk mendorong pemanfaatan hasil riset dan pengembangan teknologi.

Rangkaian KSTI 2026 telah diawali melalui Sarasehan Kebangsaan yang diselenggarakan di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada 26–28 Juni 2026 dengan tema “Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia”.

Selanjutnya, kegiatan berlanjut pada agenda utama di ITS Surabaya pada 10–13 November 2026. Berbagai kegiatan strategis akan diselenggarakan, mulai dari pameran dan demonstrasi produk inovasi, CEO Forum, business matching, hingga peluncuran produk.

Keikutsertaan Universitas Teknokrat Indonesia dalam forum tersebut menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan hasil riset kepada masyarakat luas, sekaligus membuka peluang kerja sama dengan dunia industri, pemerintah, dan mitra strategis lainnya.

Baca Juga: LUAR BIASA !! BEM FTIK Universitas Teknokrat Indonesia Lolos Program Aksara Mahasiswa Berdampak Kemdiktisaintek 2026

Inovasi UTI Menjawab Kebutuhan Pangan, Energi, Digitalisasi, hingga Pariwisata

Sebanyak 21 produk inovasi yang berhasil lolos kurasi KSTI 2026 mencerminkan keberagaman bidang penelitian dan pengembangan teknologi di Universitas Teknokrat Indonesia. Produk-produk tersebut dikelompokkan ke dalam empat klaster prioritas yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan pembangunan nasional.

1. Pangan, Peternakan, dan Lingkungan

Pada klaster ini, UTI menghadirkan inovasi yang berorientasi pada peningkatan produktivitas, efisiensi pengelolaan sumber daya, serta penguatan teknologi di bidang pangan dan lingkungan.

Produk yang masuk dalam klaster ini meliputi:

- Digital Smart Collar dan RFID Monitoring Pertumbuhan Sapi.

- Agrobot Feed.

- Alat Komposter Cerdas V2, karya Dr. Dedi Darwis.

- Smart Food Waste Berbasis AI, karya Rohmat Indra Borman.

- Tekno Plasting, karya Lilik Ariyanto.

Berbagai inovasi tersebut menunjukkan upaya pengembangan teknologi yang dapat mendukung sektor peternakan, pengelolaan limbah, dan pemanfaatan sumber daya secara lebih efektif.

2. Energi Terbarukan dan Mobilitas Hijau

Dalam mendukung pengembangan energi alternatif dan teknologi ramah lingkungan, Universitas Teknokrat Indonesia menghadirkan sejumlah inovasi yang memanfaatkan energi terbarukan serta mendukung mobilitas berkelanjutan.

Produk dalam klaster ini meliputi:

- Mobil Listrik Tenaga Surya.

- Skuter Listrik.

- PLTB Archimedes 3 Sudu.

- Pohon Energi Hibrida Surya-Angin.

- Robot Mobil Pemotong Rumput Tenaga Surya.

- Sepeda Statis, karya Elka Pranita.

Inovasi tersebut menjadi bagian dari kontribusi UTI dalam mendorong pengembangan teknologi energi bersih dan solusi transportasi yang lebih ramah lingkungan.

3. Kecerdasan Artifisial dan Transformasi Digital

Perkembangan kecerdasan buatan dan teknologi digital juga menjadi perhatian dalam pengembangan riset Universitas Teknokrat Indonesia. Melalui klaster ini, UTI menghadirkan produk yang memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung layanan, pengelolaan data, perdagangan digital, hingga pengembangan karya kreatif.

Produk inovasi yang masuk dalam klaster ini antara lain:

- CekInfo dan Desa Kita AI, karya Ridwan Mahenra.

- SIG-PELAS, karya Erliyan Redy Susanto dan Dimas Fitri Prasetyo.

- V-Commerce 2.0, karya Ryan Randy Suryono.

- Produksi Video Musikalisasi Puisi Aksara Pegon Berbasis AI Generatif, karya Faruk Ulum.

Kehadiran produk-produk tersebut memperlihatkan potensi pemanfaatan teknologi digital dan AI dalam menjawab kebutuhan masyarakat serta memperluas ruang inovasi di berbagai sektor.

4. Pariwisata Cerdas dan Edukasi Imersif

UTI juga mengembangkan inovasi yang mengintegrasikan teknologi digital dengan sektor pariwisata dan pendidikan. Klaster ini menghadirkan pendekatan baru dalam penyampaian informasi, pengalaman wisata, serta pembelajaran interaktif berbasis teknologi.

Produk yang termasuk dalam klaster ini meliputi:

- AI Instruktur Berbasis Roblox.

- Edufarm Berbasis Roblox.

- Metatourism Way Kambas, karya Yuri Rahmanto dan Qadhli Jafar Adrian.

- BeachFinder, karya Nirwana Hendrastuty, Damayanti, dan tim.

- MutunTrip, karya Auliya Rahman Isnain.

Inovasi tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan pariwisata cerdas, memperkenalkan potensi destinasi unggulan daerah, serta menghadirkan pengalaman edukasi yang lebih interaktif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Baca Juga: KEREN !! HIMA Manajemen Universitas Teknokrat Indonesia Gandeng BSI, Bekali Mahasiswa Kesiapan Karier dan Jiwa Kewirausahaan

Lompatan Signifikan: Dari Satu Produk pada 2025 Menjadi 21 Produk pada 2026

Keikutsertaan dalam KSTI 2026 merupakan kali kedua bagi Universitas Teknokrat Indonesia mengikuti ajang inovasi berskala nasional tersebut.

Pada penyelenggaraan KSTI 2025 di Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, UTI berpartisipasi dengan membawa satu produk unggulan, yakni Digital Smart Composter karya Deka Ramadani dan Fadhlurohman Mergo Penateh di bawah bimbingan Dr. Dedi Darwis. Inovasi tersebut memperoleh apresiasi dari Rektor IPB University, Prof. Dr. Arif Satria.

Dalam kurun waktu satu tahun, jumlah produk inovasi UTI yang berhasil lolos kurasi meningkat dari satu produk pada 2025 menjadi 21 produk pada 2026. Peningkatan ini menjadi gambaran perkembangan ekosistem riset dan inovasi di lingkungan kampus.

Keberhasilan tersebut sekaligus mengantarkan Universitas Teknokrat Indonesia, perguruan tinggi swasta asal Lampung, masuk dalam jajaran lima besar nasional berdasarkan jumlah produk inovasi yang diundang dalam KSTI 2026.

Rektor UTI: Riset Harus Menghasilkan Dampak Nyata bagi Masyarakat

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Prof. Dr. HM. Nasrullah Yusuf, S.E., MBA., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas keberhasilan dosen dan mahasiswa UTI dalam menghasilkan karya inovasi yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari komitmen kampus dalam menjadikan riset dan pengembangan teknologi sebagai bagian penting dari arah pengembangan institusi.

“Sejak awal kami menempatkan riset dan teknologi sebagai jantung pengembangan Universitas Teknokrat Indonesia. Lolosnya 21 produk ke KSTI 2026 dan masuk lima besar penyumbang inovasi terbanyak secara nasional menegaskan bahwa riset di Teknokrat tidak boleh berhenti di rak perpustakaan. Riset harus memberikan dampak bagi peternak, petani, nelayan, dan masyarakat luas,” tutur Prof. Nasrullah.

Ia menegaskan bahwa Universitas Teknokrat Indonesia akan terus memperkuat dukungan terhadap pengembangan inovasi melalui berbagai aspek, mulai dari pendanaan penelitian, perlindungan kekayaan intelektual, hingga pendampingan hilirisasi hasil riset.

“Kami akan terus mendukung mulai dari pendanaan riset, perlindungan kekayaan intelektual, hingga pendampingan hilirisasi. Kami ingin karya Teknokrat dikenal dan dimanfaatkan di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Perluas Kolaborasi dan Hilirisasi Inovasi untuk Indonesia

Partisipasi Universitas Teknokrat Indonesia dalam KSTI 2026 tidak hanya menjadi ajang untuk memamerkan hasil penelitian, tetapi juga membuka peluang lebih luas dalam membangun kolaborasi dengan mitra industri, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan.

Melalui pameran, demonstrasi produk, serta agenda business matching, UTI berupaya memperkenalkan inovasi yang telah dikembangkan agar memiliki peluang untuk diterapkan, dimanfaatkan, dan dikembangkan lebih lanjut.

Langkah ini sejalan dengan komitmen Universitas Teknokrat Indonesia sebagai kampus berdampak, yakni mendorong agar hasil penelitian dan inovasi perguruan tinggi tidak berhenti sebagai luaran akademik, tetapi mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Dukung Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)

Keberhasilan Universitas Teknokrat Indonesia meloloskan 21 produk inovasi ke KSTI 2026 turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan teknologi dan penguatan ekosistem riset; SDG 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau melalui inovasi energi terbarukan; SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui teknologi pengelolaan limbah dan sumber daya; serta SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peluang hilirisasi, komersialisasi, dan kolaborasi industri. Capaian ini memperkuat peran Universitas Teknokrat Indonesia dalam menghadirkan inovasi yang tidak hanya membanggakan institusi, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan Indonesia.

Universitas Teknokrat Indonesia – Kampus Berdampak, Kampusnya Sang Juara!

Baca Juga: KAMPUS BERDAMPAK !! Universitas Teknokrat Indonesia Latih Perangkat Pekon Sridadi Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Efisiensi Administrasi dan Pelayanan Publik