PENDAFTARAN
ID ID
EN EN

Pangdam XXI/Radin Intan Gelorakan Semangat Bela Negara untuk Mahasiswa Baru Teknokrat Pada Kuliah Umum PKKMB 2026 Universitas Teknokrat Indonesia

Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Berdampak Terbaik di Lampung kembali menghadirkan kuliah kebangsaan sebagai bagian dari rangkaian Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026). Mengangkat tema “Bela Negara Zaman Now: Relevansi & Strategi Bela Negara untuk Generasi Z – Bukan Lagi Senapan, Tapi Keyboard & Karakter”, kegiatan tersebut menghadirkan Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si.(Han)., sebagai narasumber utama.

Baca Juga: LUAR BIASA !! PKKMB Sang Juara 2026: Universitas Teknokrat Indonesia Gandeng Lima Universitas Korea Selatan, Buka Jalan Mahasiswa dan Dosen Go International

Kuliah kebangsaan tersebut berlangsung pada Kamis, 17 September 2026, di Gelanggang Mahasiswa Dr. HM. Nasrullah Yusuf, M.B.A., dan diikuti oleh 1.350 mahasiswa baru Universitas Teknokrat Indonesia.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan perspektif bela negara yang relevan dengan perkembangan zaman, khususnya bagi generasi muda yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital, media sosial, kecerdasan artifisial, dan arus informasi yang sangat cepat.

Tidak hanya membahas aspek pertahanan secara konvensional, kuliah kebangsaan tersebut mengajak mahasiswa memahami bahwa bela negara pada era digital juga dapat diwujudkan melalui kemampuan menjaga ruang digital, melawan disinformasi, memperkuat karakter kebangsaan, menjaga keamanan data, serta menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

Pimpinan Universitas Hadir Lengkap, Tegaskan Komitmen Pendidikan Kebangsaan

Kuliah umum tersebut dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. H.M. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., bersama jajaran pimpinan universitas.

Hadir pula Wakil Rektor Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., Wakil Rektor Bidang Kerjasama Dr. Sampurna Dadi Riskiono, S.Kom., M.Eng., para Dekan dan Wakil Dekan, Ketua Program Studi, dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan Universitas Teknokrat Indonesia.

Kehadiran jajaran pimpinan tersebut menunjukkan perhatian Universitas Teknokrat Indonesia terhadap pembentukan mahasiswa yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan teknologi, tetapi juga mempunyai karakter kebangsaan, rasa tanggung jawab, serta kesadaran sebagai bagian dari masyarakat Indonesia.

Antusiasme mahasiswa baru terlihat sepanjang kegiatan. Hal tersebut ditandai dengan banyaknya mahasiswa yang mengajukan pertanyaan secara langsung kepada Pangdam XXI/Radin Inten dalam sesi dialog kebangsaan.

Interaksi tersebut menunjukkan tingginya ketertarikan mahasiswa terhadap isu bela negara, keamanan digital, perkembangan teknologi, serta peran generasi muda dalam menghadapi tantangan bangsa di masa mendatang.

Rektor: Bela Negara Menjadi Fondasi Mahasiswa Sang Juara

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H.M. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., menyambut kehadiran Pangdam XXI/Radin Inten dan menyampaikan apresiasi atas kesediaannya memberikan pembekalan kebangsaan kepada mahasiswa baru.

Menurut Rektor, pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan dan kesiapan menjadi pemimpin masa depan.

“Merupakan kehormatan bagi Universitas Teknokrat Indonesia dapat menerima langsung Bapak Pangdam XXI/Radin Inten. Kehadiran beliau di tengah 1.350 mahasiswa baru menunjukkan betapa pentingnya pembinaan bela negara bagi generasi muda. Kami ingin mahasiswa Teknokrat menjadi Sang Juara bukan hanya dalam bidang akademik, tetapi juga menjadi juara dalam karakter kebangsaan, literasi digital, serta kepemimpinan,” ujar Nasrullah Yusuf.

Ia menambahkan bahwa nilai-nilai bela negara perlu diintegrasikan dengan proses pendidikan dan pembinaan mahasiswa agar menjadi bagian dari kehidupan akademik sehari-hari.

Menurutnya, perkembangan teknologi memberikan peluang besar bagi mahasiswa untuk berkarya dan berinovasi, tetapi pada saat yang sama juga menghadirkan tantangan yang membutuhkan kecakapan digital dan karakter yang kuat.

“Sebagai perguruan tinggi yang mengembangkan pendidikan berbasis teknologi, kami terus mendorong agar nilai bela negara hadir dalam pembelajaran dan pembinaan kemahasiswaan. Mahasiswa harus memiliki kemampuan teknologi sekaligus tanggung jawab dalam menggunakannya untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa,” tambahnya.

Pangdam: Medan Bela Negara Telah Bergeser ke Ruang Digital

Dalam paparannya, Mayjen TNI Kristomei Sianturi menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah membawa perubahan terhadap bentuk ancaman dan tantangan yang dihadapi sebuah negara.

Menurutnya, perjuangan mempertahankan bangsa pada masa kini tidak hanya berkaitan dengan penggunaan kekuatan fisik atau senjata. Ruang digital telah menjadi salah satu arena penting yang memengaruhi keamanan, ketahanan sosial, ekonomi, dan persatuan bangsa.

Ia mengingatkan bahwa mahasiswa sebagai generasi yang sangat dekat dengan teknologi memiliki posisi strategis dalam menjaga ruang digital Indonesia.

Landasan hukum bela negara tetap memiliki pijakan konstitusional, antara lain UUD 1945 Pasal 27 ayat (3) serta Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, yang menegaskan keterlibatan warga negara dalam upaya pembelaan negara.

Dalam konteks kekinian, bentuk kontribusi tersebut dapat diwujudkan melalui penggunaan teknologi secara bertanggung jawab, menjaga keamanan informasi, meningkatkan literasi digital, serta tidak ikut menyebarkan informasi yang dapat merusak persatuan.

Baca Juga: PKKMB Sang Juara 2026 Dukung UI GreenMetric: Universitas Teknokrat Indonesia Tanam 30 Bibit Herbal, Pupuk Tanaman Buah dan Tebar 1.200 Benih Ikan

Generasi Z: Digital Native dengan Potensi Besar

Pangdam juga menguraikan karakteristik Generasi Z, yang dalam materi tersebut mencakup kelompok kelahiran sekitar 1997–2012 dan disebut mencapai sekitar 27 persen populasi Indonesia.

Generasi ini memiliki sejumlah potensi, seperti kemampuan beradaptasi dengan teknologi, terbiasa dengan lingkungan digital, kreatif, serta memiliki kemampuan berkolaborasi.

Namun, perkembangan teknologi juga menghadirkan kerentanan. Mahasiswa dan generasi muda dapat menghadapi berbagai persoalan seperti hoaks, distraksi digital, manipulasi informasi, hingga radikalisasi melalui ruang daring.

Karena itu, kemampuan menggunakan teknologi perlu disertai kemampuan berpikir kritis. Mahasiswa tidak cukup hanya cepat memperoleh informasi, tetapi juga harus mampu menilai sumber, memeriksa kebenaran, dan memahami konteks sebelum menyebarkannya.

Ancaman Digital Menjadi Tantangan Baru

Dalam kuliah kebangsaan tersebut, Pangdam juga mengajak mahasiswa mengenali berbagai bentuk ancaman yang berkembang di ruang digital.

Ancaman tersebut antara lain disinformasi, serangan siber terhadap infrastruktur kritis, proxy war berbasis ideologi, manipulasi algoritma, serta pencurian dan penyalahgunaan data.

Arus informasi yang begitu cepat membuat informasi yang salah dapat menyebar luas dalam waktu singkat. Kondisi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membangun persepsi tertentu, memecah masyarakat, maupun menimbulkan keresahan.

Oleh sebab itu, mahasiswa didorong untuk tidak menjadi bagian dari rantai penyebaran informasi yang tidak terverifikasi.

Pesan utama yang ditekankan adalah pentingnya membangun kebiasaan “cek dulu sebelum share” sebagai bentuk sederhana bela negara di ruang digital.

Lima Nilai Bela Negara dalam Konteks Generasi Digital

Pangdam XXI/Radin Inten kemudian mengajak mahasiswa memahami kembali lima komponen bela negara dan menerapkannya sesuai tantangan generasi saat ini.

Pertama, cinta Tanah Air. Nilai tersebut dapat diwujudkan dengan menghargai produk lokal, menjaga lingkungan, serta ikut memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas.

Kedua, sadar berbangsa dan bernegara. Mahasiswa dapat menerapkannya melalui partisipasi konstruktif dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam demokrasi digital.

Ketiga, setia kepada Pancasila. Dalam ruang digital, nilai tersebut dapat diwujudkan dengan menjaga toleransi, memperkuat persatuan, serta tidak ikut menyebarkan narasi yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

Keempat, rela berkorban. Generasi muda dapat mengambil peran melalui kegiatan sosial, menjadi relawan, membantu masyarakat, serta berkontribusi dalam meningkatkan literasi digital.

Kelima, memiliki kemampuan awal bela negara. Pada era teknologi, kemampuan tersebut dapat diperkuat melalui literasi digital, kesadaran keamanan siber, kemampuan melindungi data, dan kecakapan menghadapi berbagai ancaman di ruang digital.

Baca Juga: PKKMB Sang Juara 2026: Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Ajak Maba PKKMB 2026 Bangun Literasi Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial

Bela Negara Generasi Z Perlu Dikemas secara Kreatif

Menurut Pangdam, strategi pendidikan bela negara untuk generasi muda juga harus menyesuaikan karakter dan kebiasaan generasi digital.

Beberapa pendekatan yang dapat dikembangkan antara lain melalui gamifikasi dan digital war gaming, menjadikan literasi digital sebagai bagian penting dari pendidikan, menggunakan storytelling untuk menyampaikan nilai-nilai Pancasila, mendorong riset teknologi tepat guna, serta mengembangkan program Duta Digital Pancasila.

Pendekatan kreatif tersebut diharapkan dapat membuat pendidikan kebangsaan lebih dekat dengan kehidupan generasi muda.

Bela negara tidak harus selalu disampaikan dalam bentuk pendekatan konvensional, tetapi dapat dikembangkan melalui media dan teknologi yang sehari-hari digunakan oleh mahasiswa.

Mahasiswa Teknokrat Dipersiapkan Menjadi Penjaga Ruang Digital

Dalam konteks menuju Indonesia Emas 2045, mahasiswa memiliki peran penting sebagai generasi yang akan mengisi berbagai bidang pembangunan.

Pangdam mendorong mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia untuk mengambil peran sebagai wirausahawan digital, ilmuwan dan inovator, pemimpin berintegritas, guardian digital, serta agen pembangunan daerah.

Peran tersebut membutuhkan kombinasi antara kompetensi akademik, penguasaan teknologi, karakter, integritas, serta kepedulian terhadap masyarakat.

Mahasiswa diharapkan tidak hanya menggunakan teknologi untuk kepentingan pribadi, tetapi juga mengembangkan inovasi yang mampu menjawab persoalan masyarakat dan mendukung pembangunan daerah.

Pangdam Dorong Mahasiswa Bijak Bermedia Sosial

Sebagai bagian dari pesan penutup, Pangdam mengajak mahasiswa baru membangun kebiasaan sederhana namun penting dalam kehidupan digital.

Mahasiswa diminta untuk melakukan verifikasi sebelum membagikan informasi, membangun narasi positif mengenai daerah, serta aktif dalam komunitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Universitas juga didorong untuk terus mengembangkan literasi siber dalam proses pendidikan, termasuk mengintegrasikannya ke dalam mata kuliah Kewarganegaraan melalui pendekatan project-based learning.

Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa dapat mempelajari nilai kebangsaan tidak hanya melalui teori, tetapi juga melalui proyek nyata yang berkaitan dengan persoalan masyarakat dan lingkungan digital.

Baca Juga:

Selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs)

Pelaksanaan kuliah kebangsaan dalam PKKMB 2026 juga memiliki keterkaitan dengan sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam aspek pendidikan, pembangunan masyarakat, perdamaian, dan kemitraan.

Kegiatan ini mendukung SDG 4 – Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui pembekalan mahasiswa dengan pengetahuan mengenai bela negara, literasi digital, keamanan siber, berpikir kritis, dan karakter kebangsaan. Pendidikan berkualitas tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga membentuk warga negara yang bertanggung jawab dan mampu menghadapi perubahan zaman.

Materi mengenai keamanan digital, ketahanan informasi, serta kemampuan menghadapi disinformasi juga relevan dengan SDG 16 – Peace, Justice and Strong Institutions (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). Mahasiswa didorong menggunakan ruang digital secara bertanggung jawab, menjaga persatuan, serta berpartisipasi secara konstruktif dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, pengembangan mahasiswa sebagai inovator, wirausahawan digital, ilmuwan, dan agen pembangunan memiliki keterkaitan dengan SDG 8 – Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kompetensi yang dapat mendukung kesiapan generasi muda memasuki dunia kerja dan menciptakan peluang ekonomi berbasis inovasi.

Semangat kolaborasi antara Universitas Teknokrat Indonesia, TNI, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memberikan pendidikan kebangsaan juga dapat dikaitkan dengan SDG 17 – Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), khususnya melalui sinergi antarlembaga dalam membangun kualitas sumber daya manusia generasi muda.

Keyboard, Karakter, dan Kontribusi Nyata Menuju Indonesia Emas 2045

Kuliah kebangsaan bersama Pangdam XXI/Radin Inten dalam rangkaian PKKMB 2026 menjadi momentum bagi 1.350 mahasiswa baru Universitas Teknokrat Indonesia untuk memahami bahwa makna bela negara terus berkembang mengikuti perubahan zaman.

Jika dahulu bela negara sering dipahami dalam konteks perjuangan fisik, maka generasi digital memiliki ruang perjuangan yang semakin luas, mulai dari menjaga informasi, melindungi data, melawan disinformasi, memperkuat persatuan, menciptakan inovasi, hingga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Melalui pembekalan tersebut, Universitas Teknokrat Indonesia terus mendorong lahirnya Sang Juara yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan, integritas, kepedulian sosial, serta kesadaran untuk menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

Dengan semangat “Bela Negara Zaman Now”, keyboard menjadi salah satu alat perjuangan generasi digital, sementara karakter menjadi fondasi agar setiap inovasi dan aktivitas di ruang digital tetap diarahkan untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan masa depan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: PKKMB Sang Juara 2026: POLDA Lampung Beri Kuliah Umum Kepada Mahasiswa Teknokrat, Perkuat Budaya Anti Narkoba, Anti Korupsi, Anti Kekerasan dan Bijak Bermedia Sosial