ID
EN
Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Kampus Berdampak Terbaik di Lampung, melalui Program Studi Magister Ilmu Komputer kembali memperkuat jejaring kerja sama internasional di bidang pendidikan dan teknologi. Bekerja sama dengan University of Copenhagen, Denmark, UTI menyelenggarakan kegiatan International Community Service di SMK Negeri 4 Bandar Lampung, Jumat (4/9/2026).
Baca Juga: MEMBANGGAKAN !! Mahasiswa Informatika Teknokrat Lolos Beasiswa TECH INTENSIF ASAH 2026 Dari DICODING
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB tersebut menjadi bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat berskala internasional dengan fokus pada pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan. Kegiatan ini dirancang untuk memperluas wawasan tenaga pendidik dan peserta didik mengenai perkembangan teknologi kecerdasan buatan sekaligus mendorong pemanfaatannya secara tepat, bijak, dan produktif dalam proses pembelajaran.
Kolaborasi tersebut juga menunjukkan komitmen Universitas Teknokrat Indonesia untuk membawa pengetahuan, riset, dan inovasi dari lingkungan perguruan tinggi serta mitra global agar dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya institusi pendidikan menengah kejuruan.
International Community Service ini menghadirkan dua pemateri dengan kompetensi di bidang kecerdasan buatan dan pendidikan.
Pemateri pertama adalah Theresia Veronika Rampisela, S.Si., M.Kom., Ph.D., peneliti dari University of Copenhagen, Denmark, yang menyampaikan materi bertajuk “Artificial Intelligence for Teaching”.
Sementara itu, materi kedua bertajuk “Artificial Intelligence for Education” disampaikan oleh Dr. Ryan Randy Suryono, M.Kom., Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Teknokrat Indonesia.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala SMK Negeri 4 Bandar Lampung, Dr. Hj. Dewi Ningsih, S.Pd., M.Pd., beserta jajaran, civitas akademika Universitas Teknokrat Indonesia, serta mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Komputer Universitas Teknokrat Indonesia.
Kehadiran akademisi, peneliti, guru, dan mahasiswa dalam satu forum menciptakan ruang pertukaran pengetahuan yang mempertemukan perspektif akademik dengan kebutuhan nyata dunia pendidikan di tingkat sekolah.
Kegiatan secara resmi dibuka melalui sambutan Dr. Ryan Randy Suryono, M.Kom., selaku Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Teknokrat Indonesia.
Dalam sambutannya, Ryan menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan pengabdian kepada masyarakat internasional tersebut. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara Universitas Teknokrat Indonesia dan University of Copenhagen merupakan langkah strategis untuk memperluas manfaat riset dan inovasi di bidang kecerdasan buatan kepada masyarakat.
Menurutnya, dunia pendidikan merupakan salah satu sektor yang perlu terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Karena itu, pemahaman yang baik mengenai AI menjadi penting bagi guru maupun siswa agar teknologi tersebut dapat digunakan untuk mendukung proses pembelajaran, bukan sekadar menjadi teknologi yang digunakan tanpa pemahaman yang memadai.
Ryan juga menyampaikan apresiasi kepada SMK Negeri 4 Bandar Lampung, University of Copenhagen, serta mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Komputer yang telah berkontribusi dalam kegiatan tersebut.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat membuka wawasan baru mengenai pemanfaatan AI dalam proses belajar-mengajar sekaligus memperkuat jejaring kerja sama internasional Universitas Teknokrat Indonesia dengan berbagai mitra global.
Kepala SMK Negeri 4 Bandar Lampung, Dr. Hj. Dewi Ningsih, S.Pd., M.Pd., turut menyampaikan sambutan dan menyambut baik pelaksanaan International Community Service tersebut.
Ia mengapresiasi kepercayaan yang diberikan Universitas Teknokrat Indonesia dan University of Copenhagen kepada SMK Negeri 4 Bandar Lampung sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat internasional.
Kolaborasi tersebut dinilai memberikan kesempatan bagi lingkungan sekolah untuk memperoleh wawasan dan pengetahuan baru mengenai perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang semakin relevan dengan kebutuhan pendidikan dan dunia kerja.
Bagi sekolah menengah kejuruan, pengenalan terhadap perkembangan teknologi menjadi semakin penting karena peserta didik dipersiapkan tidak hanya untuk melanjutkan pendidikan, tetapi juga memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan industri dan kebutuhan masyarakat.
Sebagai tindak lanjut dari kolaborasi internasional tersebut, Universitas Teknokrat Indonesia, University of Copenhagen, dan SMK Negeri 4 Bandar Lampung juga melakukan penandatanganan Implementation Agreement.
Dokumen kerja sama tersebut ditandatangani oleh Dr. Ryan Randy Suryono, M.Kom., Theresia Veronika Rampisela, S.Si., M.Kom., Ph.D., dan Dr. Hj. Dewi Ningsih, S.Pd., M.Pd.
Penandatanganan Implementation Agreement menjadi penanda komitmen ketiga pihak untuk melanjutkan dan mengembangkan kerja sama secara berkelanjutan, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat berkembang menjadi berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat lebih luas bagi sivitas akademika, tenaga pendidik, peserta didik, serta masyarakat.
Dalam sesi pemaparan, Theresia Veronika Rampisela, S.Si., M.Kom., Ph.D., membawakan materi “Artificial Intelligence for Teaching”.
Materi tersebut membahas pemanfaatan kecerdasan buatan oleh pendidik untuk mendukung berbagai aspek kegiatan pengajaran. AI dapat dimanfaatkan antara lain dalam membantu penyusunan materi ajar, mengembangkan pendekatan pembelajaran yang lebih personal, serta mendukung efektivitas interaksi antara guru dan siswa.
Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu pendidik menghadapi kebutuhan pembelajaran di era digital. Namun, penggunaan AI juga membutuhkan pemahaman dan pertimbangan yang tepat agar teknologi tetap menjadi alat pendukung pembelajaran dan tidak menghilangkan peran penting guru sebagai pendidik.
Materi berikutnya disampaikan oleh Dr. Ryan Randy Suryono, M.Kom., dengan tema “Artificial Intelligence for Education”.
Dalam paparannya, Ryan membahas penerapan kecerdasan buatan dalam ekosistem pendidikan secara lebih luas. Tidak hanya dalam proses pengajaran, AI memiliki potensi untuk mendukung berbagai aktivitas pendidikan seiring dengan berlangsungnya transformasi digital.
Di sisi lain, perkembangan AI juga menghadirkan sejumlah tantangan yang perlu dipahami oleh institusi pendidikan. Karena itu, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan perlu dilakukan secara bertanggung jawab, kritis, dan sesuai dengan tujuan pendidikan.
Pemahaman tersebut menjadi penting agar guru dan siswa mampu memanfaatkan perkembangan AI untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memiliki kesadaran terhadap aspek etika, akurasi informasi, dan penggunaan teknologi secara bijak.
Kegiatan juga diisi dengan sharing session yang melibatkan mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Komputer Universitas Teknokrat Indonesia.
Dalam sesi tersebut, para mahasiswa berbagi pengalaman dan wawasan mengenai penelitian serta penerapan teknologi kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan kepada para guru SMK Negeri 4 Bandar Lampung.
Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memberikan nilai tambah tersendiri karena mahasiswa tidak hanya berperan sebagai peserta pembelajaran, tetapi juga menjadi bagian dari proses transfer pengetahuan kepada masyarakat.
Sharing session tersebut sekaligus memperluas manfaat kegiatan kepada tenaga pendidik dari lingkungan sekolah menengah kejuruan di Bandar Lampung sehingga pengetahuan mengenai perkembangan AI dapat semakin tersebar dan diterapkan sesuai kebutuhan masing-masing institusi pendidikan.
Dr. Ryan Randy Suryono, M.Kom., menegaskan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat internasional tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas dampak ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat internasional ini, kami berharap dapat membuka wawasan baru bagi para guru dan siswa SMK Negeri 4 Bandar Lampung mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan, sekaligus memperkuat jejaring kerja sama internasional Program Studi Magister Ilmu Komputer Universitas Teknokrat Indonesia dengan mitra global seperti University of Copenhagen,” ujar Ryan.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang memiliki dampak langsung dan berkelanjutan.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya International Community Service yang melibatkan University of Copenhagen dan SMK Negeri 4 Bandar Lampung.
Menurut Mahathir, kolaborasi internasional semacam ini memiliki peran penting dalam memperkuat kualitas pendidikan sekaligus memperluas manfaat keilmuan yang dimiliki perguruan tinggi kepada masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi Universitas Teknokrat Indonesia dengan University of Copenhagen dan SMK Negeri 4 Bandar Lampung. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kerja sama internasional tidak hanya menghasilkan hubungan kelembagaan, tetapi juga dapat menghadirkan manfaat nyata melalui transfer pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan,” ujar Mahathir.
Ia menambahkan bahwa perkembangan kecerdasan buatan harus direspons oleh perguruan tinggi dengan memperkuat literasi teknologi dan memastikan mahasiswa maupun tenaga pendidik memiliki kemampuan untuk memanfaatkan AI secara produktif dan bertanggung jawab.
“Universitas Teknokrat Indonesia akan terus mendorong kegiatan kolaboratif yang mempertemukan perguruan tinggi, mitra internasional, dan sekolah. Kami berharap sinergi seperti ini dapat melahirkan ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus tetap mengedepankan nilai, etika, dan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dari Universitas Teknokrat Indonesia kepada Kepala SMK Negeri 4 Bandar Lampung.
Cinderamata diserahkan langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. Ryan Randy Suryono, M.Kom.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang melibatkan pemateri, pimpinan sekolah, civitas akademika, mahasiswa, serta seluruh peserta yang hadir.
Momen tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus memperkuat semangat kolaborasi antara Universitas Teknokrat Indonesia, University of Copenhagen, dan SMK Negeri 4 Bandar Lampung.
Pelaksanaan International Community Service ini memiliki keterkaitan erat dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas).
Pemanfaatan AI dalam pendidikan dapat mendukung terciptanya proses pembelajaran yang lebih adaptif dan inovatif. Melalui kegiatan ini, guru dan siswa memperoleh akses terhadap pengetahuan serta wawasan mengenai perkembangan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Transfer pengetahuan yang melibatkan akademisi, peneliti, mahasiswa, dan tenaga pendidik juga menjadi bentuk penguatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pendidikan.
Kegiatan tersebut juga selaras dengan SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) karena mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan sebagai bagian dari inovasi dalam dunia pendidikan.
Pengenalan teknologi AI kepada lingkungan sekolah dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya inovasi dan meningkatkan kesiapan institusi pendidikan menghadapi transformasi digital.
Selain itu, kerja sama antara Universitas Teknokrat Indonesia dan University of Copenhagen turut memperlihatkan pentingnya pertukaran pengetahuan dan pengalaman lintas negara dalam mempercepat pengembangan inovasi berbasis teknologi.
Penandatanganan Implementation Agreement antara Universitas Teknokrat Indonesia, University of Copenhagen, dan SMK Negeri 4 Bandar Lampung juga memiliki relevansi kuat dengan SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Kolaborasi antara perguruan tinggi, institusi pendidikan sekolah, dan mitra internasional menunjukkan bahwa pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan membutuhkan sinergi lintas institusi dan lintas negara.
Melalui kerja sama tersebut, pengetahuan, pengalaman, dan sumber daya dapat dipertukarkan untuk menghasilkan program yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Melalui kegiatan International Community Service ini, Universitas Teknokrat Indonesia kembali menunjukkan komitmennya untuk memperluas dampak pendidikan tinggi melalui kolaborasi internasional.
Sinergi dengan University of Copenhagen dan SMK Negeri 4 Bandar Lampung tidak hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan mengenai kecerdasan buatan, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Universitas Teknokrat Indonesia berkomitmen untuk terus memperluas jejaring kerja sama internasional dengan berbagai perguruan tinggi dan institusi global. Melalui kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, UTI berupaya memastikan bahwa inovasi dan pengetahuan yang berkembang di lingkungan akademik dapat memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan dan masyarakat luas.
Dengan semakin kuatnya kolaborasi antara perguruan tinggi, mitra internasional, dan sekolah, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan diharapkan dapat berkembang secara bijak, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
#PKMInternasional
#PengabdianKepadaMasyarakat
#KampusBerdampak
#DosenBerdampak