ID
EN
Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Kampus Berdampak Terbaik di Lampung, kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tiga mahasiswa Program Studi Informatika, yakni Dika Ramadhani, Muhammad Defrizal, dan Akbar Vabiansyah, berhasil lolos dalam seleksi Beasiswa Tech Intensif Asah 2026 yang diselenggarakan oleh Dicoding Indonesia.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia memiliki kompetensi dan daya saing yang mampu bersaing dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, khususnya dalam bidang teknologi informasi dan pengembangan talenta digital.
Capaian ini sekaligus memperkuat komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang selaras dengan perkembangan industri teknologi serta memberikan ruang luas bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar di luar lingkungan perkuliahan konvensional.
Program Asah 2026 led by Dicoding merupakan bootcamp daring intensif dalam format Studi Independen Bersertifikat (MSIB) – Mandiri yang dilaksanakan selama satu semester pada periode semester ganjil, mulai Agustus 2026 hingga Januari 2027.
Program tersebut dirancang untuk membentuk talenta digital yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri melalui proses pembelajaran intensif berbasis proyek. Materi dan kurikulum yang diberikan juga disusun dengan mempertimbangkan perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.
Untuk dapat mengikuti program tersebut, Dika, Muhammad Defrizal, dan Akbar harus melewati proses seleksi yang kompetitif bersama ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Tahapan seleksi mencakup seleksi administrasi, tes kemampuan teknikal berdasarkan learning path yang dipilih, psikotes, serta penilaian terhadap komitmen peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian program secara penuh selama satu semester.
Keberhasilan menembus rangkaian seleksi tersebut menunjukkan bahwa ketiga mahasiswa Informatika UTI tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan untuk mengikuti pembelajaran intensif yang menuntut kedisiplinan, konsistensi, dan kemampuan teknis.
Capaian ketiga mahasiswa tersebut tidak terlepas dari proses pembelajaran dan pendampingan yang diberikan oleh Program Studi Informatika Universitas Teknokrat Indonesia.
Ketua Program Studi Informatika UTI, Dr. Heni Sulistiani, M.Kom., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan ketiga mahasiswa tersebut. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari kerja keras dan konsistensi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi.
“Ini adalah hasil dari kerja keras, konsistensi, dan semangat belajar yang tinggi dari ketiga mahasiswa kami. Bersaing dengan ribuan peserta dari seluruh Indonesia bukanlah hal yang mudah, namun mereka mampu membuktikan bahwa mahasiswa Teknokrat memiliki daya saing yang tidak kalah dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lain di Indonesia,” ujar Dr. Heni.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk semakin aktif mengembangkan kompetensi, khususnya di bidang teknologi digital yang berkembang sangat pesat.
Menurutnya, peluang mengikuti program pembelajaran berbasis industri seperti Asah 2026 juga menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk memperluas pengalaman sekaligus menguji kemampuan mereka dalam menghadapi tuntutan dunia kerja yang sesungguhnya.
Selama mengikuti Studi Independen Bersertifikat Asah 2026, ketiga mahasiswa UTI akan mendapatkan pengalaman pembelajaran yang dirancang mendekati situasi kerja di industri teknologi.
Peserta akan mendapatkan pendampingan dari mentor berpengalaman yang berasal dari Dicoding maupun mitra industri. Selain pembelajaran teknis, mahasiswa juga akan terlibat dalam pengerjaan berbagai proyek yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Model pembelajaran tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh ke dalam proyek nyata. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan praktis yang dibutuhkan ketika memasuki dunia profesional.
Keikutsertaan dalam program ini juga menjadi bagian dari upaya pengembangan kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran di luar kampus, sehingga pengalaman akademik yang diperoleh dapat semakin dekat dengan kebutuhan dunia kerja.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menyampaikan dukungan dan apresiasi atas keberhasilan Dika Ramadhani, Muhammad Defrizal, dan Akbar Vabiansyah.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis kebutuhan industri yang diterapkan UTI mampu memberikan dampak positif terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa.
“Kami dari pihak universitas sangat mendukung dan mengapresiasi pencapaian luar biasa dari ketiga mahasiswa Informatika. Ini membuktikan bahwa program-program unggulan yang kami rancang, mulai dari kurikulum berbasis industri hingga pendampingan intensif dari para dosen, mampu menghasilkan mahasiswa yang kompetitif di tingkat nasional,” tegas Dr. Mahathir.
Ia menambahkan bahwa Universitas Teknokrat Indonesia akan terus mendorong dan memfasilitasi mahasiswa agar aktif memanfaatkan berbagai peluang pengembangan kompetensi, termasuk program sertifikasi, beasiswa, maupun pembelajaran yang diselenggarakan bersama mitra industri.
“Universitas Teknokrat Indonesia akan terus mendorong dan memfasilitasi mahasiswa untuk aktif mengikuti program-program sertifikasi dan beasiswa bergengsi seperti ini, sebagai bagian dari komitmen kami mencetak sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan industri 4.0 dan revolusi digital,” lanjutnya.
Prestasi tiga mahasiswa Informatika UTI tersebut juga sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak yang digaungkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Konsep tersebut mendorong perguruan tinggi untuk menghadirkan pendidikan yang memberikan dampak nyata bagi mahasiswa, masyarakat, dan dunia industri. Kolaborasi antara perguruan tinggi dengan mitra industri melalui program pembelajaran, sertifikasi, dan pengembangan kompetensi menjadi salah satu bentuk nyata upaya tersebut.
Melalui keikutsertaan mahasiswa dalam program Asah 2026, proses pendidikan tidak berhenti pada pembelajaran di ruang kelas. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk berinteraksi dengan ekosistem industri, mengembangkan keterampilan teknis, mengerjakan proyek, serta membangun kesiapan profesional sejak masih berada di bangku kuliah.
Keberhasilan Dika Ramadhani, Muhammad Defrizal, dan Akbar Vabiansyah dalam program Asah 2026 juga memiliki keterkaitan erat dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Program ini secara langsung mendukung SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pembelajaran tambahan yang berkualitas, relevan, dan berbasis kebutuhan perkembangan teknologi digital.
Melalui metode pembelajaran intensif dan berbasis proyek, mahasiswa mendapatkan pengalaman yang melengkapi pendidikan akademik di perguruan tinggi. Penguatan kompetensi teknis, kemampuan menyelesaikan permasalahan, serta pengalaman mengerjakan proyek menjadi bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
Selain itu, program tersebut juga mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Kompetensi digital yang diperoleh mahasiswa dapat menjadi modal penting untuk meningkatkan kesiapan mereka memasuki dunia kerja, membangun karier di industri teknologi, maupun mengembangkan peluang kewirausahaan berbasis digital.
Dengan demikian, keterlibatan mahasiswa dalam program pengembangan talenta digital tidak hanya memberikan manfaat bagi individu peserta, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam menghadapi transformasi ekonomi digital.
Prestasi ketiga mahasiswa Informatika tersebut semakin memperkuat komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa secara berkelanjutan.
Dengan mengedepankan nilai Disiplin, Bermutu, Kreatif, dan Inovatif, UTI terus mendorong mahasiswa untuk berani mengambil berbagai peluang pengembangan diri, baik melalui kompetisi, program sertifikasi, beasiswa, pembelajaran berbasis industri, maupun program kolaborasi di tingkat nasional dan internasional.
Keberhasilan Dika Ramadhani, Muhammad Defrizal, dan Akbar Vabiansyah diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga aktif membangun portofolio, meningkatkan keterampilan teknis, serta mencari pengalaman yang relevan dengan kebutuhan industri.
Program Studi Informatika Universitas Teknokrat Indonesia pun berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan dan dukungan agar semakin banyak mahasiswa yang mampu memanfaatkan peluang pengembangan kompetensi dan menorehkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui capaian tersebut, Universitas Teknokrat Indonesia kembali menunjukkan bahwa pendidikan tinggi berbasis teknologi perlu berjalan beriringan dengan pengalaman industri, pengembangan keterampilan, dan kesiapan menghadapi perubahan. Ketiganya menjadi bekal penting dalam membentuk generasi talenta digital yang unggul, adaptif, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan Indonesia di era transformasi digital.
#MahasiswaBerprestasi
#MahasiswaBerdampak
#KampusBerdampak