Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung terus memperkuat pendidikan kepemimpinan berwawasan global melalui penyelenggaraan Leadership Education Program (LEP) 2026. Salah satu agenda penting dalam program tersebut menghadirkan akademisi internasional Assoc. Prof. Winardi Sani, Ph.D. dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Johor, sebagai narasumber untuk memberikan perspektif mengenai strategi kepemimpinan dan kolaborasi di era global.
Kehadiran akademisi dari Malaysia tersebut menjadi bagian dari upaya Universitas Teknokrat Indonesia dalam memperluas wawasan mahasiswa melalui interaksi langsung dengan akademisi dan praktisi dari luar negeri. Para mahasiswa didorong untuk memiliki pola pikir terbuka, adaptif, inovatif, serta mampu membangun kerja sama yang memberikan manfaat bagi berbagai pihak.
Dalam sesi yang mengangkat tema “Strategy Collaboration Toward Mutual Beneficial”, Assoc. Prof. Winardi Sani menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah organisasi sangat ditentukan oleh kemampuan pemimpin dalam menetapkan tujuan strategis secara jelas dan terukur.
Menurutnya, tujuan yang jelas menjadi fondasi bagi organisasi dalam menentukan arah gerak, mengambil keputusan, serta menyusun strategi untuk menghadapi perubahan lingkungan yang semakin dinamis.
Setelah memiliki arah strategis yang kuat, organisasi juga perlu memiliki keberanian untuk melakukan inovasi. Inovasi menjadi faktor penting agar organisasi tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan menghasilkan nilai tambah di tengah perubahan teknologi dan tuntutan zaman.
“Terobosan teknologi baru yang belum ada sebelumnya menjadi kunci penting. Namun, inovasi tersebut hanya akan memberikan dampak optimal apabila ditopang oleh kolaborasi sinergis antar-pemangku kepentingan yang berlandaskan prinsip saling menguntungkan atau mutual benefit,” ujar Winardi.
Ia menjelaskan bahwa kolaborasi yang dibangun dengan prinsip kemanfaatan bersama dapat mempertemukan berbagai sumber daya, kompetensi, pengalaman, dan perspektif untuk menghasilkan solusi yang lebih efektif.
Pendekatan tersebut dinilai semakin penting dalam menghadapi berbagai persoalan masa depan yang kompleks dan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja.
Pemaparan pakar internasional tersebut mendapat respons positif dari mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia. Ratusan peserta mengikuti sesi secara aktif dan terlibat dalam diskusi dua arah mengenai penerapan teknologi, strategi organisasi, inovasi, serta pengembangan kolaborasi di era digital.
Interaksi tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk tidak hanya memahami konsep kepemimpinan dan kolaborasi secara teoritis, tetapi juga mendiskusikan bagaimana strategi tersebut dapat diterapkan dalam organisasi kemahasiswaan, dunia profesional, maupun kehidupan bermasyarakat.
Kehadiran narasumber internasional juga memberikan pengalaman akademik yang berbeda bagi mahasiswa karena mereka dapat memperoleh perspektif mengenai perkembangan kepemimpinan dan kolaborasi dari lingkungan pendidikan tinggi di tingkat internasional.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Assoc. Prof. Winardi Sani dalam rangkaian Leadership Education Program 2026.
Menurut Mahathir, materi mengenai strategi kolaborasi berbasis kemanfaatan bersama sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa yang nantinya akan memasuki dunia kerja dan menjadi bagian dari berbagai organisasi serta lingkungan profesional.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Assoc. Prof. Winardi Sani. Materi mengenai strategi kolaborasi berbasis kemanfaatan bersama sangat relevan dengan tantangan kepemimpinan saat ini. Mahasiswa perlu memahami bahwa keberhasilan tidak hanya dibangun melalui kemampuan individu, tetapi juga melalui kemampuan membangun sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak,” ujar Mahathir.
Ia menambahkan, wawasan global yang diperoleh mahasiswa melalui program seperti LEP menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan generasi muda menghadapi persaingan yang semakin terbuka.
Mahathir berharap mahasiswa mampu menginternalisasi nilai-nilai inovasi, kolaborasi, dan orientasi pada kemanfaatan bersama dalam setiap aktivitas yang mereka jalankan.
“Kami berharap seluruh materi dan strategi yang disampaikan dapat diimplementasikan oleh mahasiswa, baik dalam kehidupan organisasi maupun ketika memasuki dunia profesional. Mereka adalah calon pemimpin masa depan yang harus memiliki keberanian berinovasi, mampu bekerja sama, dan siap menghadapi kompetisi global,” katanya.
Kehadiran akademisi internasional dalam Leadership Education Program 2026 menjadi bagian dari strategi Universitas Teknokrat Indonesia dalam memperkuat pendidikan kepemimpinan yang berorientasi global.
Program ini tidak hanya memberikan pembekalan mengenai teori kepemimpinan, tetapi juga memperkenalkan mahasiswa pada perspektif lintas negara dan budaya. Pengalaman tersebut diharapkan mampu membentuk mahasiswa menjadi individu yang lebih terbuka terhadap perbedaan, mampu berkomunikasi secara efektif, serta memiliki kemampuan membangun jejaring dan kerja sama internasional.
Kolaborasi dengan akademisi dari luar negeri juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk memahami praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan organisasi, inovasi, teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia.
Dengan demikian, LEP 2026 diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang mampu menghubungkan wawasan akademik dengan kebutuhan kepemimpinan di dunia nyata.
Pembelajaran yang diberikan dalam sesi tersebut menegaskan bahwa pemimpin masa depan tidak cukup hanya memiliki visi. Seorang pemimpin juga harus mampu menerjemahkan visi menjadi strategi, mendorong inovasi, membangun kepercayaan, dan menciptakan kolaborasi yang menghasilkan manfaat nyata.
Prinsip mutual benefit menjadi salah satu nilai penting yang dapat diterapkan mahasiswa dalam berbagai aktivitas, mulai dari organisasi kemahasiswaan hingga dunia profesional. Dengan membangun hubungan yang memberikan manfaat bagi seluruh pihak, kolaborasi dapat berkembang menjadi kemitraan yang berkelanjutan.
Universitas Teknokrat Indonesia berharap pengalaman dan wawasan yang diperoleh mahasiswa dari narasumber internasional tersebut dapat menjadi bekal untuk membangun kepemimpinan yang adaptif, inovatif, kolaboratif, dan berdampak.
Pelaksanaan Leadership Education Program 2026 dengan menghadirkan akademisi internasional juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Kegiatan ini secara khusus mendukung SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kompetensi kepemimpinan, wawasan global, kemampuan berpikir strategis, dan keterampilan abad ke-21 bagi mahasiswa.
Semangat inovasi dan pemanfaatan teknologi dalam membangun solusi turut berkontribusi terhadap SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure, khususnya melalui pengembangan pola pikir inovatif dan kemampuan mahasiswa dalam memahami transformasi digital.
Sementara itu, kolaborasi antara Universitas Teknokrat Indonesia dan akademisi internasional dari Malaysia memperkuat implementasi SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Jejaring akademik lintas negara tersebut menjadi fondasi penting untuk memperluas pertukaran pengetahuan, membangun kolaborasi, dan menciptakan peluang kerja sama yang memberikan manfaat bersama.
Melalui Leadership Education Program 2026, Universitas Teknokrat Indonesia menegaskan komitmennya untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu berpikir global, berani berinovasi, membangun kolaborasi strategis, serta menghadirkan dampak positif bagi masyarakat dan dunia.
#KampusBerdampak
#LeadershipEducationProgram